SUV Listrik JAECOO Diklaim Hanya Butuh Rp9.000 per Hari untuk Operasional
- Editor

- 16 Mar
- 3 menit membaca
JAECOO Indonesia merilis simulasi biaya operasional untuk lini SUV listrik dan hybrid mereka, dengan estimasi penggunaan sekitar 1.500 kilometer per bulan.

OTOPLUS ONLINE I Meningkatnya biaya energi global membuat konsumen semakin mempertimbangkan efisiensi penggunaan kendaraan, bukan hanya harga beli awal.
Melihat perubahan pola tersebut, JAECOO Indonesia merilis simulasi biaya operasional untuk lini SUV listrik dan hybrid mereka, dengan estimasi penggunaan kendaraan sekitar 1.500 kilometer per bulan.
Simulasi tersebut menggambarkan pola mobilitas yang umum terjadi di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, yakni perjalanan sekitar 50 kilometer per hari pada hari kerja serta tambahan perjalanan sekitar 500 kilometer dalam sebulan.
Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan simulasi ini dibuat untuk membantu konsumen memahami gambaran biaya penggunaan kendaraan berdasarkan teknologi yang berbeda.
“Banyak calon pembeli masih membandingkan berbagai teknologi kendaraan sebelum menentukan pilihan. Melalui simulasi ini kami ingin memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai estimasi biaya energi dari setiap lini JAECOO, sehingga konsumen dapat memilih model yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka,” ujarnya.

Dari hasil simulasi tersebut, model listrik murni JAECOO J5 EV menjadi kendaraan dengan biaya energi paling rendah.
Dengan asumsi tarif listrik sekitar Rp1.700 per kWh, biaya penggunaan energinya diperkirakan sekitar Rp290.760 per bulan atau setara sekitar Rp9.600 per hari.
SUV listrik ini dibekali baterai berkapasitas 60,9 kWh.
Berdasarkan pengujian internal di Indonesia, kendaraan tersebut mampu menempuh jarak hingga sekitar 534 kilometer dalam sekali pengisian daya, lebih tinggi dibanding estimasi jarak tempuh berdasarkan standar NEDC yang berada di kisaran 461 kilometer.
Dengan jarak tempuh tersebut, pengguna yang memiliki rutinitas perjalanan sekitar 50 kilometer per hari hanya perlu melakukan pengisian daya setiap beberapa hari sekali.
Dalam simulasi penggunaan yang sama, biaya energi J5 EV diperkirakan mencapai sekitar Rp872 ribu untuk tiga bulan atau sekitar Rp3,49 juta per tahun.
Bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas antara tenaga listrik dan mesin bensin, JAECOO juga menghadirkan model hybrid.

JAECOO J7 SHS-P menggunakan teknologi Super Hybrid System (SHS) dengan konsumsi bahan bakar sekitar 35 kilometer per liter.
Dengan pola penggunaan 1.500 kilometer per bulan, biaya energi model ini diperkirakan sekitar Rp486.814 per bulan atau sekitar Rp5,84 juta per tahun.


Sementara itu, model premium JAECOO J8 SHS-P ARDIS menawarkan kemampuan berkendara listrik hingga 180 kilometer serta konsumsi bensin sekitar 23,7 kilometer per liter.
Dalam simulasi yang sama, biaya energinya diperkirakan sekitar Rp584.793 per bulan atau sekitar Rp7,01 juta per tahun.
Meski lebih tinggi dibanding model listrik murni, angka tersebut masih tergolong efisien untuk SUV berukuran besar di kelasnya.
Model ini juga dilengkapi sistem penggerak All Wheel Drive (AWD) yang dirancang untuk meningkatkan performa dan stabilitas berkendara.
Selain menyoroti efisiensi energi, JAECOO juga terus memperluas jaringan layanannya di Indonesia.
Saat ini, merek SUV premium di bawah Chery International tersebut telah memiliki 25 dealer di berbagai wilayah, termasuk fasilitas terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Berdasarkan data wholesales GAIKINDO Januari 2026, JAECOO J5 EV mencatat distribusi sebanyak 1.942 unit dan menjadi salah satu SUV listrik terlaris di Indonesia.
Tren positif ini berlanjut pada Februari 2026 dengan tambahan distribusi 2.926 unit, sekaligus membawa JAECOO masuk dalam delapan besar merek mobil dengan penjualan terbanyak di pasar nasional.
Teks: Indramawan
Foto: JAECOO Indonesia




Komentar