• Editor

The Little Ninja Project (1): Ketika Mini Bike Dipasangi Mesin Ninja 150cc

"Kita akan uji secara ekstrem peforma The Little Ninja ini..." (Wuddy 'Udek' Sumanja - WS Udek Oto)

Mini bike biasanya pakai mesin bebek 50cc atau mentok 125cc. Tapi The Little Ninja ini usung mesin Ninja 150cc.


Project Little Ninja ini berawal dari keisengan Wuddy Sumanja atau lebih dikenal dengan panggilan Udek, mantan mekanik road race Jawa Timur yang semakin getol fokus pada pengembangan bengkel sekaligus tokonya, WS Udek Oto, ke segmen custom mini bike.

WS Udek terus melakukan eksplorasi pengembangan konsep mini bike. Termasuk pemasangan mesin tegak motor sport (Ninja 2-tak 150cc), yang baru pertama kali ini dia lakukan.


“Ya hanya cari tantangan saja awalnya. Kira-kira lucu enggak ya mini bike dipasangi mesin Kawasaki Ninja 150 yang dulu punya reputasi sangar di trek,” senyum Udek sambil bercerita beberapa tahun lalu sempat ngetren pocket bike, atau motor balap mini yang gunakan mesin Ninja 150cc. Tapi pocket bike itu secara dimensi masih lebih besar ketimbang mini bike. Rodanya saja pakai ring 14.

Pengerjaan paling sulit ada pada desain rangka yang bisa memuat mesin 150cc Ninja yang punya dimensi di atas rata-rata mesin mini bike.


Nah, pada project Little Ninja ini, Udek pengin mesin Ninja 2-tak 150cc ini dipasang ke rangka mini bike. Secara konsep, pria kelahiran 1974 ini tidak terlalu ambil pusing. "Kami cukup mengambil model Honda Monkey Z50 mini trail. Sebab fokus pengerjaan pada motor ini ada pada pemasangan mesin Ninja 2-tak 150cc yang punya dimensi besar, ke rangka mini bike,” jelas Udek.

Tampilan belum masuk tahap finishing, tapi sudah terlihat keren.


Itu artinya, sebisa mungkin rangka, jarak sumbu roda, ketinggian hingga rake sesuai dengan pakem ukuran mini bike. “Untuk roda, kami pakai ring 10, sama dengan Vespa,” tunjuk Udek yang bikin sendiri hampir semua komponen utama rangka, kaki-kaki, dan bodi motor secara custom handmade. Hanya fork depan yang comot punya Kymco.

Dimensi sesuaikan standar mini bike dengan jarak wheelbase 1000 mm.


Lebih lanjut Udek menjelaskan, pengerjaan paling sulit ada pada mencari kelemahan pada sasis. “Kita antisipasi, jangan sampai getaran mesin yang halus pun bisa mematahkan rangka,” ungkap Udek yang pakai pipa seamless untuk pembuatan frame.

Pelek custom ring 10 dari basis Vespa didekap fork depan Kymco.


Caranya, proses pengelasan dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak gampang crack. “Sebab Ninja ini motor galak, dan punya torsi yang galak,” senyum Udek.

  • Rangka seamless model knock down, sejauh ini dirasa tidak muncul vibrasi akibat mesin 150cc Ninja.

  • Perut knalpot dibuat melintang dan tertutup cover body dari pelat agar tidak mengenai kaki pengendara.

  • Knalpot berbahan stainless steel racikan NRP, produsen knalpot rumahan milik Nur Iwan, mantan pembalap road race Jatim era 2000-an.

Ketika OTOPLUS-ONLINE melakukan sesi pemotretan, Udek berterus terang bahwa motor ini belum kelar 100%. “Kita masih terus tes jalan harian,” kata Udek.

  • Batok lampu Honda ST70 sesuaikan tampilan ala Honda Monkey.

  • Sudut setang bisa diatur sesuaikan riding position pengendara.

  • Pelek custom ring 10 dengan disc brake lebar, butuh feeling tersendiri untuk memainkan rem agar tidak justru mengunci roda.


Secara terpisah, OTOPLUS-ONLINE pun sempat bertanya pada Siswanto, awak bengkel yang dipercaya sebagai tester. “Pernah saya coba lari 100 km/jam bisa kok. Hanya saja karena pakai roda ring 10 dan dimensinya yang kecil, maka handling yang kurang stabil. Apalagi di jalan gelombang. Tapi di bawah kecepatan itu, cukup nyaman kok,” tutur pria yang hobi trabasan tersebut.

  • Tes jalan terus dilakukan untuk mengetahui permasalahan ketika dipakai sehari-hari.

  • Bisa dilarikan 100 km/jam, namun ada sedikit kendala kestabilan karena lingkar roda 10 dan dimensi motor.

Dan menariknya lagi, Udek berencana bikin video mini bike Ninja ini untuk channel Youtube miliknya. “Isi video itu nantinya kurang lebih, bagaimana kita menguji secara ekstrem The Little Ninja ini. Tunggu saja tanggal mainnya…” senyum Udek.

Data modifikasi

Frame: custom handmade (pipa seamless)

Fork depan: Kymco

Wheel set: custom

Ban: Swalow 90/90-10 (depan), 100/90-10 (belakang)

Gas spontan: Yamaha YZ

Setir: Acerbis

Lampu: Honda ST70

Tangki: custom handmade

Knalpot: NRP


Bengkel: W.S Udek Oto

Jl. Hulaan – Menganti Km 1, Menganti - Gresik

WA: 0813-3515-8055

IG: @udeksby

FB: udek sby


Teks: Indramawan

Foto: Indramawan/Adi Ojid

© 2021 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.