top of page

Tiga Pabrikan China Tembus 10 Besar Dunia, Peta Industri Otomotif Global 2025 Berubah

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 1 hari yang lalu
  • 2 menit membaca
Tiga produsen asal China: BYD, SAIC Motor, dan Geely kini sejajar dengan raksasa otomotif dunia lainnya, menandai pergeseran kekuatan industri secara global.

Kendaraan listrik 100% BYD pertama keluar dari jalur produksi di Brasil.
Kendaraan listrik 100% BYD pertama keluar dari jalur produksi di Brasil.

OTOPLUS ONLINE I Peringkat penjualan mobil global untuk tahun 2025 telah resmi dirilis setelah Stellantis Group menyampaikan laporan keuangannya.


Hasilnya menunjukkan perubahan signifikan dalam peta industri, dengan tiga pabrikan asal China berhasil masuk jajaran 10 besar produsen mobil dunia berdasarkan volume penjualan.


Empat posisi teratas masih dikuasai oleh pemain lama, yakni Toyota, Volkswagen, Hyundai Motor Group, dan General Motors. Namun sorotan utama tertuju pada keberhasilan BYD, SAIC Motor, dan Geely yang kini sejajar dengan raksasa otomotif dunia lainnya.


BYD mencatat lonjakan paling mencolok dengan total penjualan sekitar 4,6 juta unit sepanjang 2025, mengantarkannya ke posisi keenam dunia. Produsen ini juga mencatat sejarah baru dengan volume penjualan kendaraan listrik murni (BEV) tertinggi secara global, melampaui Tesla untuk pertama kalinya!


Sementara itu, SAIC Motor menempati peringkat ketujuh dengan penjualan sekitar 4,5 juta unit, ditopang oleh portofolio merek global seperti MG.


Geely menyusul di posisi kesembilan, mencatat pertumbuhan penjualan lebih dari 4,1 juta unit, berkat strategi multi-brand dan ekspansi agresif ke pasar internasional.


Masuknya tiga pabrikan China ini membuat sejumlah merek mapan harus tergeser.


Nissan tercatat keluar dari 10 besar, sementara posisi beberapa merek Jepang dan Amerika mengalami tekanan akibat persaingan ketat, khususnya di segmen kendaraan listrik dan elektrifikasi.


Menurut statistik Kementerian Keuangan Tiongkok yang dilaporkan oleh media setempat (Carnewschina dan CLS), program tukar tambah kendaraan di Tiongkok menghasilkan penjualan lebih dari 2,6 triliun yuan (380 miliar USD) pada tahun 2025, yang menguntungkan sekitar 360 juta konsumen. Tukar tambah kendaraan melebihi 11,5 juta unit, dengan kendaraan energi baru menyumbang hampir 60% dari penggantian tersebut.


Selain dukungan kebijakan pemerintah, strategi ekspor yang semakin agresif juga menjadi faktor pendukung.


Oliver Blume, CEO Global Volkswagen Group, yang mendampingi Kanselir Jerman dalam kunjungannya ke China pada 25 Februari, menegaskan:


ā€œBagi Volkswagen Group, Jerman, dan seluruh sektor industri Eropa, China bukan sekadar pasar penjualan, melainkan sumber inovasi, mitra teknologi, serta pilar utama dalam sistem penciptaan nilai global. Dalam bidang seperti mobilitas listrik, perangkat lunak, kecerdasan buatan, dan teknologi baterai, China menetapkan laju perkembangan dengan kecepatan terdepan secara global serta membentuk standar industri.ā€


Industri otomotif China kini tidak hanya menjadi basis produksi terbesar dunia, tetapi juga mulai menentukan arah persaingan global, terutama di era elektrifikasi.


Teks: Indramawan

Foto: BYD

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page