Toyota Highlander Meluncur 2027: Siap-Siap Gigit Jari!
- Editor

- 4 hari yang lalu
- 3 menit membaca
SUV keluarga legendaris ini kini sepenuhnya listrik. Namun bagi konsumen Indonesia, peluang kehadirannya terbilang kecil ā setidaknya dalam waktu dekat.

OTOPLUS ONLINE I Peluncuran Toyota Highlander menandai transformasi terbesar dalam sejarah model tersebut. Untuk pertama kalinya sejak debutnya 25 tahun lalu, Highlander hadir sebagai Battery Electric Vehicle (BEV) penuh ā tanpa mesin bensin, tanpa hybrid.
Dengan jarak tempuh hingga 320 mil, tenaga 338 hp, dan konfigurasi tiga baris, Highlander listrik ini jelas menyasar segmen SUV keluarga modern di Amerika Serikat.
Pertanyaannya: apakah Indonesia kebagian? Jawaban realistisnya: peluangnya kecil!
Fokus Total untuk Amerika Utara

Highlander 2027 dikembangkan khusus untuk pasar Amerika Utara. Model ini dirakit di Kentucky dan baterainya diproduksi di North Carolina. Bahkan, sistem pengisian dayanya menggunakan standar NACS (North American Charging System) yang saat ini dominan di Amerika.
Seluruh narasi peluncurannya juga secara eksplisit menyebut pasar AS sebagai target utama. Artinya, ini bukan model global yang sejak awal dirancang untuk distribusi lintas kawasan.
Strategi Toyota Indonesia Masih Hybrid-First

Di Indonesia, strategi elektrifikasi Toyota Astra Motor masih berfokus pada Hybrid Electric Vehicle (HEV) sebagai solusi transisi.
Hal ini sebagaimana pernyataan dari PT Toyota-Astra Motor (TAM) melalui press release pada 14 Maret 2024:
PT Toyota-Astra Motor (TAM) menyadari bahwa kendaraan bermotor merupakan salah satu penyumbang polusi udara yang besar. Namun, kebutuhan mobilitas pelanggan harus dipenuhi di tengah upaya mengurangi dampak gas buang kendaraan. Battery Electric Vehicle (BEV) membutuhkan fasilitas charging spot yang saat ini belum merata sehingga menyulitkan untuk mobilitas yang lebih dinamis, khususnya hingga pelosok daerah.
Dalam kesempatan itu, Toyota menjelaskan secara langsung bahwa di Indonesia, teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) dianggap yang paling sesuai untuk kondisi saat ini karena infrastruktur BEV yang belum merata dan konsumennya lebih siap menerima hybrid dulu.
Faktor Harga: Bisa Tembus Rp 1,5ā2 Miliar?
Jika Highlander BEV masuk sebagai CBU (Completely Built Up) dari Amerika Serikat, struktur pajak dan bea masuk akan membuat banderolnya melonjak.
Dengan baterai hingga 95,8 kWh dan positioning midsize premium SUV, estimasi konservatif harga di Indonesia bisa mendekati atau bahkan melewati Rp1,5 miliar.
Itu berarti masuk ke wilayah SUV listrik premium ā segmen yang pasarnya masih sangat terbatas.
Segment Fit yang Belum Terbentuk
SUV tiga baris populer di Indonesia saat ini umumnya: Diesel ladder frame, atau MPV premium hybrid. SUV listrik tiga baris besar belum menjadi segmen arus utama.
Berbeda dengan pasar Amerika, di mana SUV tiga baris adalah kategori volume besar, di Indonesia segmennya lebih sempit dan sensitif harga.
Jadi, Benar-Benar Tidak Masuk?

Bukan tidak mungkin. Jika insentif BEV semakin kuat, infrastruktur charging berkembang pesat, dan permintaan SUV listrik premium meningkat maka peluang bisa terbuka.
Namun untuk saat ini, dengan melihat fokus produksi dan strategi regional Toyota, Highlander 2027 tampaknya akan tetap menjadi āSUV listrik Amerikaā.
Dan bagi penggemar Toyota di Indonesia? Mungkin memang harus siap-siap gigit jari!
Sekilas Highlander BEV 2027:

Secara keseluruhan, Highlander BEV 2027 tampil sebagai SUV keluarga listrik yang matang secara teknologi dan performa.
Dengan pilihan baterai hingga 95,8 kWh, tenaga maksimum 338 hp pada varian AWD, jarak tempuh sampai 320 mil, serta fitur modern seperti layar 14 inci, Toyota Safety Sense 4.0, dan teknologi Vehicle-to-Load, model ini menunjukkan keseriusan Toyota Highlander memasuki era elektrifikasi penuh.
Bukan sekadar transisi, melainkan transformasi total dari ikon SUV keluarga menjadi pemain baru di segmen BEV tiga baris.
Teks: Indramawan
Foto: Toyota Pressroom












Komentar