top of page

Urus SE Performante: Beginilah Jika Lamborghini Membuat Super SUV PHEV, Top Speed Setara Supercar!

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 2 Jul
  • 4 menit membaca
Lamborghini Urus SE Performante berakselerasi 0–100 km/jam dalam 3,3 detik serta top speed 312 km/jam.

Lamborghini menyebut Urus SE Performante sebagai Urus tercepat yang pernah dibuat.
Lamborghini menyebut Urus SE Performante sebagai Urus tercepat yang pernah dibuat.

OTOPLUS-ONLINE I Bukan sekadar SUV mewah, Lamborghini Urus SE Performante menggabungkan mesin V8 4.0 liter twin-turbo dan motor listrik dalam sistem plug-in hybrid. Kombinasi dua sumber tenaga tersebut menghasilkan daya maksimum gabungan 596 kW atau 812 CV pada 6.000 rpm. Cukup besar untuk melesat 0–100 km/jam dalam 3,3 detik dan mencapai kecepatan puncak 312 km/jam, setara supercar.


Lamborghini memperkenalkan Urus SE Performante melalui materi resmi yang menampilkan interpretasi paling ekstrem dari Super SUV asal Sant’Agata Bolognese tersebut.


Bukan hanya mengandalkan desain agresif, model ini membawa teknologi elektrifikasi, penggunaan serat karbon terbuka secara ekstensif, serta pendekatan aerodinamika yang terinspirasi dunia motorsport.



Pabrikan asal Italia itu menyebut Urus SE Performante sebagai “The fastest Urus ever” atau Urus tercepat yang pernah dibuat, sebagaimana yang tertulis dalam materi yang diunggah di Instagram resmi (1/7) kemarin.


Klaim tersebut didukung akselerasi 0–100 km/jam dalam 3,3 detik dan top speed 312 km/jam.


Sebagai gambaran, angka 312 km/jam menempatkan Urus SE Performante di wilayah performa supercar. Kecepatan puncaknya setara Porsche 911 Carrera GTS, mobil sport yang juga memiliki top speed 312 km/jam.



Bedanya, Lamborghini mengemas performa tersebut dalam format SUV empat pintu dengan bodi lebih besar, posisi duduk tinggi, dan karakter yang tetap mengutamakan kepraktisan sebuah SUV.


Bukan V8 Murni, Tapi PHEV



Lamborghini Urus SE Performante adalah SUV hybrid, lebih tepatnya plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV. Artinya, mobil memakai dua sumber tenaga, yakni mesin bensin V8 dan motor listrik.


Berbeda dari hybrid biasa, baterai pada sistem PHEV dapat diisi ulang dari sumber listrik eksternal. Pengisian daya tidak hanya mengandalkan kerja mesin bensin atau energi dari sistem pengereman regeneratif.



Jantung pacunya menggabungkan mesin bensin V8 4.0 liter twin-turbo dengan motor listrik magnet permanen atau permanent-magnet electric motor. Jenis motor listrik ini memakai magnet permanen pada bagian rotor untuk menghasilkan respons tenaga yang cepat, torsi besar sejak putaran rendah, serta efisiensi tinggi.


Dalam konteks Urus SE Performante, motor listrik membantu mesin V8 saat akselerasi. Motor tersebut juga memberi dorongan tenaga instan ketika pengemudi menekan pedal gas, sehingga respons SUV ini dapat terasa lebih cepat dibanding mengandalkan mesin bensin saja.


Kombinasi mesin bensin V8 dan motor listrik menghasilkan tenaga sistem hingga 812 CV dengan torsi maksimum 1.000 Nm. Angka tersebut merupakan output gabungan dari sistem hybrid, bukan tenaga mesin V8 semata.


CV adalah singkatan dari cavallo vapore, satuan tenaga kuda metrik yang umum digunakan pabrikan Eropa. Nilainya hampir sama dengan PS atau Pferdestärke, satuan yang lebih familiar pada mobil dan motor Jepang.


Untuk memudahkan pembaca, tenaga 812 CV setara sekitar 801 hp atau kurang lebih 597 kW. Dengan output sebesar itu, motor listrik pada Urus SE Performante bukan sekadar perangkat untuk membantu efisiensi bahan bakar, melainkan menjadi bagian penting dari paket performa.



Kombinasi tenaga besar, torsi instan dari motor listrik, dan mesin V8 twin-turbo inilah yang membantu Urus SE Performante mencatatkan akselerasi 0–100 km/jam dalam 3,3 detik. Angka tersebut bahkan berada di area performa mobil sport murni, bukan SUV konvensional.


Serat Karbon Paling Banyak dalam Sejarah Urus



Dari sisi desain, Lamborghini menegaskan Urus SE Performante dikembangkan dengan filosofi bahwa setiap elemen harus memiliki fungsi aerodinamika dan performa yang jelas. Salah satu sorotan utamanya adalah pemakaian serat karbon terbuka yang disebut paling banyak pernah diterapkan pada sebuah Urus.


Bagian depan menampilkan kap mesin serat karbon dengan central power dome, saluran udara S-duct, serta bumper baru yang dirancang untuk menyatukan tampilan agresif dengan efisiensi aerodinamika.


Lamborghini menyebut pendekatan tersebut membuat identitas Urus SE Performante tampil lebih tajam, sekaligus mempertegas posisinya sebagai varian yang berorientasi performa tinggi.


“Penggunaan serat karbon terbuka yang ekstensif, paling banyak yang pernah diterapkan pada Urus, membentuk identitasnya yang lebih tajam,” tulis Lamborghini.


Buritan Terinspirasi Motorsport dan Countach



Area belakang Urus SE Performante juga mendapat perubahan besar. Lamborghini menyebut desainnya dibentuk oleh pendekatan aerodinamika yang terinspirasi motorsport, termasuk elemen grafis heksagonal yang mengambil referensi dari Lamborghini Countach.



Sistem spoiler terintegrasi turut menjadi salah satu elemen utama. Komponen ini dirancang untuk meningkatkan downforce dan stabilitas, terutama saat SUV performa tinggi tersebut melaju pada kecepatan tinggi.



Proporsi bodi yang dibuat lebih rendah dan penggunaan pelek baru berdiameter 23 inci juga mempertegas postur Urus SE Performante. Kombinasi ini disebut Lamborghini sebagai perpaduan antara presisi teknis dan DNA desain khas Lamborghini.


“Urus SE Performante mendefinisikan ulang konsep Super SUV dengan memadukan performa ekstrem, presisi berkendara, dan kenyamanan tanpa kompromi,” tulis Lamborghini.


Data Konsumsi BBM dan Emisi Masih Tahap Homologasi



Ada catatan menarik dalam materi Lamborghini. Urus SE Performante disebut belum ditawarkan untuk dijual ketika materi tersebut dipublikasikan. Karena itu, model ini belum masuk kewajiban Directive 1999/94/EC, regulasi Uni Eropa yang mengatur penyampaian informasi konsumsi bahan bakar dan emisi kepada konsumen.


Lamborghini juga menyebut data konsumsi bahan bakar dan emisi masih berada dalam tahap type approval atau homologasi. Artinya, angka resmi terkait konsumsi bahan bakar serta emisi CO₂ belum dipublikasikan karena proses persetujuan tipe kendaraan masih berlangsung.



Meski angka efisiensi dan emisi belum dibuka, materi yang sudah dipublikasikan memperlihatkan arah Urus SE Performante. Lamborghini tidak sekadar membuat SUV plug-in hybrid untuk mengejar elektrifikasi, tetapi menjadikan sistem hybrid sebagai sumber performa tambahan untuk menciptakan Urus tercepat yang pernah dibuat.


Teks: Indramawan

Foto: Lamborghini

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page