Volvo dan Google Siapkan Mobil Pintar yang Bisa Baca Rambu dan Kondisi Jalan, EX90 Indonesia Ikut Kecipratan?
- Editor

- 20 Mei
- 2 menit membaca
Volvo Cars dan Google mengembangkan teknologi kendaraan yang mampu “melihat” dan memahami kondisi jalan secara real-time lewat bantuan AI Gemini.

OTOPLUS-ONLINE I Masa depan mobil pintar tampaknya tidak lagi sebatas bisa diajak ngobrol atau menjalankan perintah suara. Volvo Cars dan Google kini tengah mengembangkan teknologi kendaraan yang mampu “melihat” dan memahami kondisi jalan secara real-time lewat bantuan AI Gemini.
Mulai dari membaca rambu parkir, mengenali marka jalan, hingga memahami lingkungan sekitar kendaraan, semuanya dilakukan lewat kamera yang terpasang pada mobil, layaknya asisten digital yang mampu memahami kondisi jalan secara real-time.
Teknologi tersebut diperkenalkan melalui integrasi Google Gemini pada mobil masa depan Volvo, termasuk EX60.
Dalam demonstrasi di ajang Google I/O 2026 yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026 di Shoreline Amphitheatre, Mountain View, California, Amerika Serikat, Gemini diperlihatkan mampu membantu pengemudi membaca rambu parkir, memahami marka jalan, hingga memberikan informasi mengenai landmark atau restoran di sekitar kendaraan.
Salah satu fitur paling menarik adalah kemampuan AI membaca aturan parkir secara langsung. Sistem dapat menerjemahkan informasi seperti batas waktu parkir, kebutuhan izin khusus, hingga aturan charging kendaraan listrik tanpa pengemudi perlu menebak-nebak arti rambu di lokasi tersebut.
Kepala Global Software Engineering Volvo Cars, Alwin Bakkenes, mengatakan EX60 menjadi platform ideal untuk menghadirkan pengalaman berkendara berbasis AI yang lebih cerdas.
“EX60 menyediakan platform ideal untuk mengeksplorasi masa depan pengalaman berkendara yang sadar konteks. Bekerja sama erat dengan Google memungkinkan kami menghadirkan kemajuan terbaru AI ke dunia otomotif dengan lebih cepat dan kolaboratif,” ujar Bakkenes sebagaimana dikutip dari situs resmi Volvo.cars.com (20/05/2026).
Teknologi ini memanfaatkan kemampuan multi-modal Gemini yang dapat memahami kombinasi suara, gambar, dan konteks situasi secara bersamaan. Sistem tersebut juga didukung neural processing engine (NPU) dan arsitektur software-defined vehicle milik Volvo.
Selain Gemini AI, Volvo juga akan menjadi salah satu pabrikan pertama yang menghadirkan fitur “Immersive Navigation” dari Google Maps. Teknologi navigasi baru ini menawarkan tampilan visual 3D lebih realistis, termasuk gedung, terowongan, dan jalan layang agar pengemudi lebih mudah memahami kondisi jalan kompleks di perkotaan.
Wakil Presiden Android for Cars Google, Patrick Brady, menyebut kolaborasi ini akan membawa pengalaman berkendara ke level baru.
“Di masa depan, Gemini akan membuat perjalanan lebih membantu dengan memungkinkan pengemudi memahami lingkungan sekitar mereka saat berkendara. Immersive Navigation juga menjadi pembaruan terbesar Google Maps dalam lebih dari satu dekade,” kata Brady.


Menariknya, salah satu model yang nantinya juga akan kebagian teknologi Immersive Navigation adalah Volvo EX90 yang baru saja resmi diluncurkan di Indonesia.
Meski saat ini EX90 versi Indonesia belum dibekali fitur AI kamera Gemini yang bisa membaca lingkungan sekitar secara real-time, SUV listrik flagship Volvo tersebut sebenarnya sudah menggunakan ekosistem Android Automotive dengan Google built-in.
Hal itu membuka peluang EX90 menerima sebagian teknologi baru ini lewat pembaruan software over-the-air (OTA) di masa depan.
Dengan kata lain, mobil Volvo yang kini sudah dipasarkan di Indonesia berpotensi menjadi salah satu kendaraan pertama di Tanah Air yang menghadirkan pengalaman berkendara berbasis AI generasi terbaru dari Google.
Teks: Indramawan
Foto: Volvo




Komentar