top of page

Yadea Kembangkan Teknologi Motor yang Bisa Jalan Sendiri: Canggih Mana dengan OMOWAY?

Gambar penulis: Editor
Editor
12 Agu
3 menit membaca
Yadea bahkan telah mengembangkan UWB high-precision positioning agar kendaraan dapat mengikuti manusia.

Sejak 2024, Yadea memperkenalkan kendaraan roda dua yang mampu menjaga keseimbangan sekaligus bergerak tanpa pengendara di Wuxi, China.
Sejak 2024, Yadea memperkenalkan kendaraan roda dua yang mampu menjaga keseimbangan sekaligus bergerak tanpa pengendara di Wuxi, China.

OTOPLUS-ONLINE I Kabar Yadea memamerkan motor listrik yang bisa berjalan sendiri saat ini kembali beredar di media sosial. Kabar tersebut memang benar, tetapi bukan kabar terbaru. Teknologi itu telah diperlihatkan Yadea sejak 2024, ketika produsen kendaraan listrik asal China tersebut mendemonstrasikan kendaraan roda dua yang mampu menjaga keseimbangan sekaligus bergerak tanpa pengendara di Wuxi, China.


Dalam laporan Pemerintah Kota Wuxi pada November 2024, kendaraan tersebut disebut sebagai bagian dari technology reserve Yadea. Motor itu sudah mampu bergerak maju, mundur, berbelok hingga berputar tanpa pengendara. Teknologi yang digunakan juga bukan sekadar sistem penyangga mekanis, melainkan perpaduan sensor, algoritma dan sistem pengendali keseimbangan.


Yadea menggunakan dua gyroscope enam sumbu, sensor kemiringan bodi, algoritma pengendalian keseimbangan serta balance flywheel. Ketika sistem diaktifkan, standar samping otomatis terlipat dan motor dapat dikendalikan melalui aplikasi.


Yadea bahkan telah mengembangkan UWB high-precision positioning agar kendaraan dapat mengikuti manusia.


Pengembangan tersebut kemudian diarahkan menuju versi berikutnya dengan kemampuan mendeteksi rintangan, navigasi berdasarkan perintah aplikasi, hingga automatic parking dan cruise control. Namun, pada saat itu Yadea masih menempatkan teknologi tersebut sebagai bagian dari pengembangan teknologi, bukan produk produksi massal.


Yadea telah memperkenalkan autonomous vehicles di Interlagos Festival di SĆ£o Paulo, Brazilia pada 2025.
Yadea telah memperkenalkan autonomous vehicles di Interlagos Festival di SĆ£o Paulo, Brazilia pada 2025.

Menariknya, pengembangan kendaraan otonom Yadea ternyata tidak berhenti pada demo yang dilakukan pada tahun 2024 itu. Dalam rangkuman resmi kinerja 2025, Yadea menyebut mereka menampilkan autonomous vehicles di Interlagos Festival, SĆ£o Paulo. Artinya, teknologi kendaraan otonom memang masih menjadi bagian dari agenda pengembangan Yadea.


OMOWAY Justru Melenggang Lebih Dulu


OMOWAY telah terlebih dahulu memproduksi massal OMO-X berteknologi self-balancing secara global, ditandai dengan memperkenalkan pertama kali di Indonesia.
OMOWAY telah terlebih dahulu memproduksi massal OMO-X berteknologi self-balancing secara global, ditandai dengan memperkenalkan pertama kali di Indonesia.

Namun, hingga 2026 belum terlihat pengumuman resmi bahwa teknologi self-balancing dan riderless (tanpa pengendara) Yadea tersebut telah menjadi produk massal.


Justru OMOWAY yang lebih dulu membawa teknologi self-balancing menuju produksi. Pada Januari 2026, OMOWAY menyatakan OMO-X telah menyelesaikan validasi pra-produksi dan memasuki tahap akhir persiapan komersial.



Pada Maret 2026, OMOWAY kemudian mengumumkan OMO-X resmi memasuki produksi massal. Perusahaan menyebut sistemnya menggunakan teknologi gyroscope kelas aerospace dan arsitektur OMO-ROBOT untuk menjaga keseimbangan serta mengintegrasikan persepsi, pengambilan keputusan dan kendali kendaraan.


Bahkan pada Juni 2026, Indonesia menjadi lokasi pengiriman perdana global OMO-X, menandai bahwa teknologi self-balancing tersebut sudah bergerak dari tahap pengembangan menuju penggunaan nyata.


Canggih Mana, Teknologi Yadea atau OMOWAY?


Yadea menggunakan teknologi UWB high-precision positioning agar kendaraan dapat mengikuti manusia.
Yadea menggunakan teknologi UWB high-precision positioning agar kendaraan dapat mengikuti manusia.

Lalu, canggih mana? Jika melihat konsep teknologinya, Yadea sebenarnya memiliki ambisi lebih jauh. Sejak awal, Yadea mengembangkan motor yang tidak hanya mampu menjaga keseimbangan, tetapi juga bergerak tanpa pengendara dan mengikuti manusia menggunakan teknologi UWB.


MO-X mengambil pendekatan berbeda melalui Control Moment Gyroscope (CMG) dan arsitektur OMO-ROBOT.
MO-X mengambil pendekatan berbeda melalui Control Moment Gyroscope (CMG) dan arsitektur OMO-ROBOT.

Sementara itu, OMOWAY OMO-X mengambil pendekatan berbeda melalui Control Moment Gyroscope (CMG) dan arsitektur OMO-ROBOT, yang memadukan kemampuan self-balancing dengan berbagai fungsi pintar seperti Free-Parking dan Smart Summon.


Jika yang diukur adalah kematangan teknologi sebagai produk, OMO-X saat ini lebih unggul karena sudah masuk produksi massal dan mulai dikirim ke pasar global.


Namun, jika ukurannya adalah ambisi menuju kendaraan roda dua yang benar-benar dapat bergerak secara mandiri, konsep Yadea justru menunjukkan arah yang lebih agresif.


Dengan kata lain, Yadea lebih dulu memperlihatkan visinya, tetapi OMOWAY yang lebih dulu membawa teknologi self-balancing dari laboratorium menuju produk yang bisa digunakan konsumen.


Teks: Indramawan

Foto: Yadea Global

logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2026 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page