• Editor

Yamaha Virago 1100 cc 1997: Kisah Tante Dina

(Papa Raff featuring Island Motorcycle - Bali & Om Ricky Custom - Kupang).

Tante Dina adalah sebutan untuk Yamaha Virago 1100 cc 1997 besutan Rafael Paulus atau lebih dikenal dengan sapaan Papa Raff, pengusaha konveksi dengan brand Rumpurampe Ink atau Rafael Man di Kota Kupang – NTT.


“Kenapa dipanggil Tante Dina, karena umurnya sudah tidak muda lagi… sudah tante lah. Sementara Dina itu adalah kependekan dari dynamo starter,” senyum pria kelahiran Ende, Flores – NTT, 25 Januari 1979 itu.

Ya, sebelumnya motor ini sempat bermasalah agak lama dengan dynamo staternya. Dan menurut Papa Raff, itu sudah jadi ciri khasnya. “Sempat diakal pakai dynamo stater Toyota Kijang LGX, jebol lagi! Setelah cari ke sana-sini, akhirnya ketemu dynamo stater asli, yang saya beli lewat teman di Singapura. Begitu dipasang, langsung sehat kembali. Dari sinilah nama Tante Dina ini muncul.”


Sekalian aja, mumpung trouble shooting kelistrikan akibat dynamo starter jebol digarap di bengkel milik teman yang ada di bengkel Island Motorcycle, Uluwatu, Kuta - Bali, beberapa komponen mesin seperti metal, ring dan stang seher diganti baru, supaya Tante Dina lebih greng lagi waktu diajak riding.


“Mumpung dibongkar, sekalian saya minta tampilannya diubah dari cruiser bike menjadi street tracker,” kata Papa Raff yang terinspirasi motor-motor custom garapan Greg Hageman (Hageman Cycles) asal Iowa - USA.

Butuh waktu 6 bulan untuk merampungkan motor ini. Belum lagi proses detailing yang dilakukan di bengkel Om Ricky Custom, Kupang. “Pengerjaan meliputi ganti stang, fork upside down, master rem, dan pemasangan aksesori seperti ganti hand grip, spion jalu dan bikin knalpot baru, serta repaint,” ujar Papa Raff yang mengarsiteki sendiri semua ubahan pada motor.


Rangka

Untuk mengubah stance cruiser bike menjadi street tracker, sub-frame bagian belakang harus dihilangkan total, hingga sektor belakang hanya menyisakan gardan. Maklum, rangka asli yang menopang jok model drop-seat dini desain aslinya cekung ke bawah. Kurang pas dengan gaya street tracker.

“Rangka penopang jok dan bodi belakang bawaan motor diganti dengan subframe pengganti yang dibuat lebih pendek dan lurus ke belakang,” tunjuk Papa Raff, yang pengin banget ganti dual-shocbreaker jadi mono-shock demi mengejar kesan minimalis.


Untuk itu, perlu dibuatkan dudukan atas monosok yang menempel pada sub-frame baru, dan dudukan bawah terkoneksi dengan jembatang swingarm custom.

“Saya pakai monosok YSS untuk Yamaha Byson,” info Papa Raff.


Bodywork

Setelah rombakan pada rangka selesai, berikutnya tinggal membuatkan jok dan bodi yang meliputi tangki bahan bakar dan cover belakang.

“Untuk tangki saya meniru model Benelli Mojave yang terkesan sporty, dengan bagian belakang dibuat pipih untuk dikempit paha,” tunjuk Papa Raff yang menambahkan stripping motif vintage. Sementara untuk bodi belakang dibuat model ducktail dengan menyesuaikan flow jok yang dibuat sendiri.


Data Modifikasi

Mesin: Yamaha Virago 1100cc tahun 1997 Rangka: custom by Island Motorcycle Fork depan: upside down variasi untuk Byson Pelek depan: ring 17 (Honda Tiger) Pelek belakang: stock (ring 15) Ban depan-belakang: Pirelli Route MT66

Rem depan: double disc custom by Om Ricky Custom Rem belakang: stock Setang: custom, 7/8 Handgrip: Biltwell

Lampu depan: LED Bodywork: custom by Island Motorcycle Jok: custom Om Ricky Custom Lampu belakang: 2 in 1 (stoplamp jadi satu dengan lampu sein) Knalpot: custom by Om Ricky Custom Paintjob: Om Ricky Custom

Cutting sticker: Rafael Owner: Rafael Paulus (Papa Raff) Builder: Papa Raff featuring Island Motorcycle - Bali & Om Ricky Custom - Kupang


Naskah: Indramawan

Foto: Jerry Photography for OTOPLUS-ONLINE