• Editor

Alasan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi Lebih Memilih Naik Motor Saat Blusukan

Ternyata naik motor enak. Eling (ingat) masa SMA.” (Eri Cahyadi - Wali Kota Surabaya)

Wali Kota Surabaya bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani bermotor saat menyalurkan bansos kepada 57 ibu hamil di Kecamatan Krembangan, Surabaya hari ini, 13 September 2021.


OTOPLUS-ONLINE I Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi lebih memilih menggunakan kendaraan roda dua untuk mendukung aktivitasnya turun ke bawah atau blusukan.


"Karena lebih cepat. Kalau naik mobil saya mungkin hanya dapat 2 tempat, tapi kalau pakai motor bisa dapat banyak tempat, ternyata naik motor enak. Eling (ingat) zaman masa SMA,” ujar Eri, seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Surabaya.


Hampir setiap hari Eri keliling Surabaya dengan menggunakan Vespa miliknya, seperti pada Senin, 13 September 2021 hari ini.


Baca juga: Cara Ridwan Kamil Tunjukkan Kepedulian Pada UMKM Otomotif Terdampak Pandemi


Eri bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani memutuskan naik motor dari rumah dinasnya menuju kantor Kecamatan Krembangan.


Di tempat tersebut, mereka berdua bersama-sama menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada 57 ibu hamil, yang merupakan kegiatan dari Tim Penggerak PKK untuk memberikan bantuan kepada ibu hamil yang masuk dalam Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).


Ia juga memastikan bahwa acara bantuan sosial bagi ibu hamil ini akan terus berlanjut di 31 kecamatan se-Kota Surabaya.


Baca juga: Selain CB Gibran Rakabuming, BMW 1150 Cafe Racer Ini Jadi Masterpiece RRRG


Setibanya di rumah dinas wali kota yang ada di Jl. Sedap Malam pukul 09.30 WIB, Eri yang baru tiba dari Kecamatan Krembangan tak berhenti lama.


Dia kembali bergegas menaiki motornya menuju Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Eri menyapa warga melalui pengeras suara, saat meninjau vaksinasi di KBS, sekaligus mengingatkan pentingnya vaksinasi Covid 19


Pada saat itu, PDTS KBS bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya melakukan vaksinasi 1500 dosis satu, dan dua dengan peserta khusus warga Surabaya.


Yang menarik, Eri yang juga memutuskan berkantor di kelurahan untuk menyerap aspirasi masyarakat ini berharap, model-model pendekatan turun ke bawah seperti ini juga dilakukan oleh jajaran Pemkot Surabaya.


Ia mencontohkan, apabila Wali Kotanya bisa ngantor di kelurahan, maka seharusnya Camat bisa ngantor di Balai RW keliling setiap harinya. Begitu juga Lurahnya bisa ngantor di Balai RT keliling setiap harinya.

Kelebihan blusukan naik motor, Eri Cahyadi lebih mudah menyerap aspirasi masyarakat, seperti saat berdialog singkat dengan warga di jalan seperti ini.


“Dari situlah ditarik aspirasi masyarakat, apa yang belum terpenuhi langsung dicarikan solusi untuk memenuhinya,” tegasnya.


Meski begitu, Wali Kota Eri juga tidak mengharuskan para camat dan lurah itu untuk keliling menggunakan sepeda motor seperti dirinya.

Dalam perjalanan pulang usai meninjau pelaksanaan PTM di SMPN 62 di Jalan Gunung Anyar Jaya, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya (8 September 2021) lalu, Eri menemui perempuan tukang tambal ban dan penjual bensis eceran di jalan Ir. Soekarno atau Merr dan menanyakan penghasilannya


“Terserah pakai motor atau mobil, yang paling penting adalah menyerap aspirasi masyarakat supaya bisa didengar oleh pejabat Pemkot Surabaya, sehingga langkah dan kebijakan juga bisa lebih cepat. Mari kita bersama-sama membahagiakan dan mensejahterakan warga Kota Surabaya,” pungkasnya.


Teks: Indramawan

Foto: Pemkot Surabaya