• Editor

Bagaimana Cara Ngegas dan Ngerem Yang Benar Itu?


Fungsi pengereman sebenarnya bukan untuk menghentikan motor, tapi memperlambat laju kendaraan secara bertahap hingga berhenti total.


Berkendara motor di jalan raya, kiranya bukan perkara asal motor bisa jalan dan berhenti saja. Berkendara juga butuh skill yang baik, agar aman buat diri sendiri juga bagi pengguna jalan lain.


Banyak keterampilan yang perlu dikuasai ketika berkendara. Paling penting, ada dua teknik dasar yang harus dikuasai, yakni kontrol gas dan pengereman. Lantas bagaimana cara ngegas dan ngerem yang benar itu?

Teknik ngegas yang benar, buka gas dengan cara diputar secara perlahan agar tenaga yang dikeluarkan dapat terkontrol dengan baik.


Johanes Lucky, Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) menjelaskan, teknik kontrol gas dalam berkendara yang benar adalah, buka gas dengan cara diputar secara perlahan. Setelah itu menutup putaran gas dengan cepat.


“Ini dilakukan agar tenaga yang dikeluarkan dapat terkontrol dengan baik. Kemudian, jika terdapat tuas kopling pada motor, tarik tuas tersebut dengan cepat dan lepaskan secara perlahan,” ungkap Lucky.


Penggunaan teknik pengereman dan teknik bukaan gas secara intens, diakui Lucky sangat terasa ketika menghadapi tikungan di jalan raya.


Ketika menghadapi tikungan, pengendara perlu melakukan pengereman secara perlahan sebelum memasuki area tikungan dan menikung dengan kecepatan konstan.

Ada tujuh postur berkendara atau riding posture yang mesti diketahui, yakni mata, pundak, siku, tangan, pinggul, lutut, kaki. Masing-masing memiliki fungsi sendiri.


“Hindari mengurangi ataupun menambah bukan gas secara mendadak. Pastikan posisi motor dan postur berkendara dalam kondisi seimbang, sehingga bisa menghindari risiko tergelincir,” katanya.


Untuk teknik pengereman, tarik tuas rem menggunakan 4 (empat) jari agar mendapatkan pengereman yang maksimal, sambil juga menarik tuas rem belakang atau injak pedal rem belakang.


AHM sendiri memiliki pelatihan teknik dasar pengereman, di mana di dalamnya terdapat 3 tingkatan pelatihan. Tingkat pertama, fokus latihan dititikberatkan pada kordinasi putaran gas, tuas rem/pedal rem dan tuas kopling.

Tingkat kedua, pelatihan fokus pada cara mengerem dengan kecepatan lebih tinggi secara bertahap, antara 30 - 50km/jam.


Sedangkan pada tahap ketiga, pengendara berlatih dengan kecepatan 60 km/jam, lalu berhenti dengan jarak berhenti 17-20 meter dari titik awal penarikan tuas rem.


Pengendara dapat mengasah skill berkendara, dengan sering melatih cara mengukur jarak pengereman ideal, di sepanjang lintasan yang dikhususkan untuk pelatihan berkendara.


“Beragam ilmu teknik berkendara harus dikuasai para pengendara, demi mengurangi potensi bahaya bagi pengendara maupun sekelilingnya,” ucap Lucky.


Selain itu, bukan cuma teknik mengatur bukaan gas dan pengereman, namun perlu juga diperhatikan beberapa teknik berkendara lain. Seperti riding posture yang tepat, teknik menghadapi berbagai situasi jalan raya, dan mengenal rambu-rambu lalu lintas.


Kemampuan berkendara yang aman perlu diasah secara rutin sehingga memudahkan dalam mengambil keputusan saat menghadapi berbagai situasi di jalan raya.


Teks: Setiawan AS

Foto: Dok. OTOPLUS-ONLINE