• Editor

Bedah Teknologi Honda ADV150 (Seri 3): Apa Kelebihan Sub Tank Rear Cushion?


Sebagai kendaraan yang didesain untuk selalu nyaman dikendarai, Honda ADV150 yang merupakan skutik semi dual purpose atau adventure dilengkapi suspensi belakang berupa sokbreker bertabung, atau juga disebut sub tank rear cushion. Fitur ini sekaligus membedakan antara Honda ADV150 dengan PCX150, meskipun keduanya menggunakan basis mesin dan rangka yang sama.


"Secara umum, perbedaan antara suspensi belakang ADV150 dan PCX 150 ada pada fitur tabung atau sub-tank. ADV150 sudah menggunakan suspensi dengan sub tank, sementara PCX150 belum. Masih berupa single tube saja," buka Muslimin selaku Instruktur MPM, sambil menambahkan perbedaan lain juga ada pada panjang suspensi belakang. Punya ADV150 lebih panjang (395 mm) dari PCX150 (350mm).

ADV 150 didesain nyaman untuk segala kondisi berkendara

Lantas apa sih kelebihan suspensi belakang dengan sub tank ini? Muslimin kembali menjelaskan, pada suspensi model single tube, udara dan pelumas yang membantu proses peredaman bercampur jadi satu.


"Karena udara dan pelumas bercampur, maka ada potensi timbul gelembung udara di area piston dan valve, sehingga kestabilan damping berkurang," ungkap Muslimin.

Udara dalam tabung terpisah dengan oli, dan tidak bisa ke mana-mana karena terkurung dalam bola karet

Beda dengan suspensi belakang yang dilengkapi sub tank. "Udara yang ada di dalam sub tank terpisah dengan pelumas, dan tidak bisa ke mana-mana karena terkurung dalam bola karet atau rubber bladder separator," jelas Muslimin.


Karena udara dan pelumas terpisah, maka bisa diterka, tidak akan ada gelembung udara di area piston dan valve yang dapat mengganggu kestabilan performa peredaman suspensi.


Hal ini terasa ketika menikung ekstrem. Saat suspensi belakang single tube berada pada kondisi full stroke dan sudut kemiringan yang ekstrem, ada kemungkinan piston dan valve masuk ruang udara.


"Beda pada suspensi belakang dengan sub tank. Saat kondisi full stroke dan sudut kemiringan berapapun, piston dan valve selalu terendam oli," jelas Muslimin.


Alhasil, ketika dikendarai dalam kondisi medan yang sedikit keriting pun, kestabilan ADV150 selalu terjaga.


Baca juga:

Bedah Teknologi Honda ADV150 (Seri 1): Apa Saja Beda Tipe CBS dan ABS?

Bedah Teknologi Honda ADV150 (Seri 2): Mengenal Emergency Stop Signal (ESS)


Naskah & Foto: Indramawan