• Editor

Berkendara Aman dan Awet Pada Mobil Bertransmisi Otomatis


Brand premium seperti Peugeot tak lagi menawarkan pilihan transmisi manual.


Saat ini mobil bertransmisi otomatis menjadi pilihan utama ketika orang memutuskan untuk membeli mobil. Beberapa merek terutama brand-brand premium bahkan tak lagi memasarkan line up bertransmisi manual. Selain menawarkan kepraktisan berkendara terutama di jalanan dalam kota yang macet, transmisi otomatis saat ini juga semakin canggih sehingga tetap mampu menawarkan keseruan mengemudi dan efisiensi bahan bakar layaknya mobil dengan transmisi manual.

Transmisi otomatis 6 percepatan dengan teknologi Quickshift di semua produk Peugeot terbaru.


Lantaran praktis dan terkesan mudah, pemilik biasanya melupakan perawatan. Ingat, mobil bertransmisi otomatis bukan maintenance free. Perawatan paling mudah adalah mengecek kondisi pelumas melalui dipstick. Pastikan warna pelumas tidak keruh juga tidak ada gosong dari pelumas tersebut.


Rata-rata pabrikan telah menggunakan oli transmisi jenis Long Life yang memiliki usia pakai lebih panjang. Ada beberapa produsen oli yang mengklaim jika oli produksi mereka bisa bertahan hingga 100.000 kilometer tanpa penggantian oli. “Namun menjaga performa dan keawetan transmisi itu sendiri disarankan untuk melakukan penggantian oli setiap 40.000 kilometer,” kata Samsudin, Aftersales Support - Astra Peugeot.

Agar transmisi awet dan performanya terjaga, disarankan melakukan penggantian oli setiap 40.000 kilometer.


Hal lain yang memengaruhi keawetan transmisi otomatis yaitu perlakuan ketika mengendarainya. Ingat, komponen di dalam transmisi otomatis lebih banyak dan rumit dibandingkan transmisi manual. Salah perlakuan berpotensi menyebabkan kerusakan pada komponen-komponen transmisi yang dapat berujung pada jebolnya transmisi.


Paling sederhana dan mudah dilakukan adalah memastikan kendaraan berhenti sempurna sebelum memindahkan posisi tuas transmisi, seperti dari posisi D ke N atau R ke N, juga D ke R atau sebaliknya.


Kebiasaan lain yang dapat memengaruhi usia transmisi otomatis yaitu kebiasaan sebagian driver yang menggunakan kaki kiri ketika menginjak pedal rem. Jangan lakukan karena dapat membahayakan baik bagi diri sendiri atau penumpang lainnya dalam melakukan perjalanan.


Menurut Samsudin, kadar feeling antara kaki kanan dan kiri saat melakukan pengereman dengan mobil matik sangat berbeda. Apalagi saat mengoperasikan mobil manual, kaki kanan lebih aktif buat tekan pedal rem. Sehingga sebaiknya untuk selalu menggunakan kaki kanan untuk mengoperasikan pedal gas dan pedal rem secara bergantian.

Pedal gas dan rem sebaiknya dioperasikan hanya dengan kaki kanan.


Melakukan pengereman dengan menggunakan kaki kiri dapat menimbulkan missed feeling seperti menyebabkan mobil berhenti mendadak dan itu sangat berbahaya. Bisa saja pengemudi secara tak sengaja menginjak pedal rem dan gas di saat yang bersamaan. Hal ini dapat mempersingkat usia komponen seperti clutch pada transmisi otomatis. “Pasalnya pada posisi itu kopling dalam kondisi bekerja atau berputar, gerakannya tertahan oleh tekanan rem,” papar Samsudin.

Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto