top of page

Musim Kemarau Bikin Surabaya Berdebu, Filter Mobilmu Aman Nggak?

Gambar penulis: Editor
Editor
6 menit yang lalu
3 menit membaca
Pemeriksaan filter secara berkala wajib masuk daftar perawatan, apalagi kalau mobil sering lewat area berdebu.

Kondisi udara di Surabaya pada pukul 6 pagi sudah dipenuhi partikulat debu dan polusi.
Kondisi udara di Surabaya pada pukul 6 pagi sudah dipenuhi partikulat debu dan polusi.

OTOPLUS ONLINE I Ngerasa udara Surabaya belakangan ini lebih keruh dan berasap, apalagi pas pagi hari? Kamu nggak sendirian. Musim kemarau, perbaikan saluran air yang merata di banyak ruas jalan, plus akumulasi emisi kendaraan dan industri bikin jalanan makin berdebu. Tingkat polusi PM2.5 di Surabaya saat ini ada di kisaran 34 sampai 37,1 µg/m³, setara 105 US AQI, alias masuk kategori Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif. Angkanya bahkan sekitar 7,4 kali lipat di atas panduan tahunan WHO.


Dampaknya bukan cuma buat kesehatan kita, lho. Mobil kesayanganmu juga ikut kena, terutama bagian filter. Ukurannya memang kecil, tapi perannya besar banget: menyaring kotoran sebelum masuk ke sistem yang dilindunginya. Makanya pemeriksaan filter secara berkala wajib masuk daftar perawatan, apalagi kalau mobilmu sering lewat area berdebu. Ada empat filter yang perlu dapat perhatian: filter udara, filter oli, filter bensin, dan filter AC.


Kita mulai dari yang paling terdampak, yaitu filter udara. Tugasnya menyaring debu, pasir, dan partikel kotoran sebelum udara masuk ke ruang pembakaran mesin. Di musim kemarau, filter ini lebih cepat kotor sehingga umur pakainya terpangkas. Kalau kotoran menumpuk berlebihan, aliran udara terhambat, performa mesin bisa turun, dan konsumsi bahan bakar berpotensi naik. Dompet ikut menjerit, deh.


Jika sobek, filter udara tipe kertas sebaiknya segera diganti. Usia pakai ideal seharusnya 40.000 km tapi dengan kondisi udara di kota-kota besar Tanah Air, angka 20.000 km lebih masuk akal.
Jika sobek, filter udara tipe kertas sebaiknya segera diganti. Usia pakai ideal seharusnya 40.000 km tapi dengan kondisi udara di kota-kota besar Tanah Air, angka 20.000 km lebih masuk akal.

Menurut Nanang Suryanto, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak, Jakarta Selatan, lakukan pemeriksaan berkala di bengkel resmi atau ganti filter kalau sudah kotor maupun sesuai interval pabrikan. Cek juga apakah elemennya dipenuhi debu, robek, atau rusak. Satu catatan: jangan asal bersihkan, karena metodenya tergantung jenis filter dan rekomendasi pabrikan.


Selama menggunakan oli sesuai spesifikasi yang dianjurkan pabrikan, filter oli masih bisa ditoleransi untuk diganti setiap 20.000 km.
Selama menggunakan oli sesuai spesifikasi yang dianjurkan pabrikan, filter oli masih bisa ditoleransi untuk diganti setiap 20.000 km.

Berikutnya filter oli, si penjaga kebersihan pelumas. Ia menyaring partikel dan kotoran dari oli mesin supaya komponen internal terlindungi dari keausan. Penggantiannya sebaiknya mengikuti jadwal servis, umumnya bersamaan dengan ganti oli. Pastikan spesifikasinya sesuai rekomendasi pabrikan dan dipasang dengan benar, lalu teknisi perlu mengecek tidak ada kebocoran. Karena ini bagian dari sistem pelumasan, serahkan ke teknisi yang paham prosedurnya, ya.


Seperti oli, apabila menggunakan bensin sesuai anjuran pabrikan, filter bensin masih bisa bertahan hingga 40.000 km.
Seperti oli, apabila menggunakan bensin sesuai anjuran pabrikan, filter bensin masih bisa bertahan hingga 40.000 km.

Lanjut ke filter bensin, yang menyaring kotoran dari bahan bakar sebelum masuk ke sistem. Kalau tersumbat, aliran bahan bakar terganggu dan gejalanya bisa berupa mesin susah hidup, tenaga berkurang, tersendat, atau performa nggak stabil. Tapi jangan langsung menuduh dia biang keroknya, sebab gejala serupa bisa muncul dari komponen lain. Makanya, periksakan dulu untuk memastikan sumber masalahnya. Di beberapa mobil, filter bensin ada di dalam tangki sehingga butuh prosedur khusus. Demi keamanan, pekerjaan di sistem bahan bakar sebaiknya diserahkan ke teknisi yang kompeten.


Terakhir, filter AC, yang paling berhubungan langsung dengan kenyamanan kamu dan penumpang. Filter ini menjaga kualitas udara di kabin dengan menahan debu, bakteri, jamur, dan partikel berbahaya yang bisa memicu alergi atau gangguan pernapasan. Ia juga mencegah kotoran menumpuk di evaporator atau blower, sehingga hembusan angin tetap kuat dan dingin. Idealnya diganti setiap 10.000 sampai 15.000 km atau sekitar 6 bulan sekali, meski sebagian pabrikan merujuk hingga 20.000 sampai 40.000 km atau setahun sekali, tergantung bahan filternya. Kalau sering lewat jalan berdebu, macet, atau parkir di area terbuka, ganti lebih cepat, yaitu setiap 3 sampai 5 bulan.


Jadi, selagi udara Surabaya lagi nggak bersahabat, yuk sempatkan cek keempat filter mobilmu. Perawatan kecil begini jauh lebih hemat dibanding menanggung kerusakan besar nanti. Jadwalkan mampir ke bengkel resmi terdekat, biarkan teknisi memeriksa kondisi filter sesuai pemakaian, dan pastikan mobilmu tetap sehat, nyaman, dan siap diajak jalan, sedebu apa pun jalanannya.


Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto

logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2026 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page