Periksa Airbag Mobilmu Terutama Jika Sudah Berusia di Atas 10 Tahun
- Editor

- 22 jam yang lalu
- 3 menit membaca
Seiring bertambahnya usia kendaraan, kondisi sambungan listrik dan sejumlah komponen sistem airbag juga dapat mengalami penurunan.

OTOPLUS-ONLINE I Airbag secara bertahap menjadi standar keamanan mobil di Indonesia sejak tahun 2010. Diawali dari mobil-mobil premium, yang kemudian menjadi massal sejak kemunculan LCGC dengan aturan pemerintah yang mewajibkannya dibekali minimal sepasang airbag.
Airbag tidak membutuhkan perawatan seperti halnya perawatan mesin. Namun karena airbag bekerja sebagai bagian dari sebuah sistem keselamatan yang melibatkan sejumlah komponen, mulai dari sensor hingga rangkaian kelistrikan. Seluruh komponen tersebut harus dapat bekerja secara tepat agar airbag mengembang pada waktu yang tepat.
Seiring bertambahnya usia kendaraan, kondisi sambungan listrik dan sejumlah komponen sistem airbag juga dapat mengalami penurunan. Oleh sebab itu, pemeriksaan dengan peralatan diagnostik yang sesuai menjadi penting untuk mengetahui kondisi sistem secara menyeluruh.
“Airbag memang bukan komponen yang harus dirawat secara berkala seperti komponen kendaraan lainnya. Namun, sistem ini tetap membutuhkan perhatian khusus. Astra Peugeot merekomendasikan pemeriksaan menyeluruh sistem airbag setiap 10 tahun,” ujar Rafii Sinurat, Head of After Sales Astra Peugeot.

Ada beberapa indikasi terjadinya gangguan pada sistem airbag, yang paling mudah dikenali yaitu munculnya lampu peringatan airbag pada panel instrumen. Jika lampu peringatan terus menyala atau berkedip setelah kendaraan dinyalakan, ini dapat mengindikasikan adanya masalah pada sistem airbag, segera diperiksakan.
Produsen umumnya menanam minimal dua sensor ini sebagai mekanisme keamanan ganda. Artinya, airbag baru akan aktif jika kedua sensor tersebut sama-sama mendeteksi benturan besar dalam waktu yang bersamaan.
Hal ini sengaja dirancang untuk mencegah airbag meledak secara tidak sengaja akibat guncangan kecil, seperti saat mobil melewati lubang jalan, menabrak gundukan, atau sensor mengalami malfungsi.

Sensor pertama umumnya diletakkan di area depan mobil, dekat headlamp sisi kanan atau kiri. Sensor ini akan mendeteksi perlambatan mendadak atau deformasi akibat tabrakan dari arah depan. Sensor kedua terpasang di dalam kabin mobil, biasanya menyatu di dalam modul SRS (Suplemental Restraint System) atau dikenal juga sebagai ACU (Airbag Control Unit).
Posisinya berada di lantai kabin atau konsol tengah. Sensor ini berfungsi sebagai pembanding guna memastikan bahwa seluruh badan mobil memang benar-benar mengalami benturan keras yang massif. ACU juga bertugas mengaktifkan sistem pretensioner pada sabuk pengaman sepersekiam milidetik sebelum airbag mengembang.
Selain lampu peringatan, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan gejala lain yang muncul setelah kendaraan mengalami benturan maupun dalam penggunaan sehari-hari. Suara tidak biasa, seperti bunyi klik atau dengung dari area setir maupun dasbor, dapat menjadi salah satu indikasi perlunya pemeriksaan lebih lanjut.
Lantaran sistem airbag sangat bergantung pada sensor untuk mendeteksi terjadinya benturan, kerusakan sensor dapat berisiko menyebabkan airbag berpotensi tidak mengembang saat dibutuhkan.
Berbeda dengan beberapa pekerjaan perawatan kendaraan yang relatif sederhana, pemeriksaan sistem airbag sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memiliki kompetensi serta peralatan yang sesuai. Dibutuhkan teknisi yang dapat melakukan diagnosis secara teliti terhadap sistem untuk memeriksa indikasi gangguan, serta memastikan komponen yang berkaitan dengan sistem keselamatan bekerja sebagaimana mestinya.
Untuk pemilik Peugeot, pemeriksaan sistem airbag dapat dilakukan di bengkel resmi Astra Peugeot. Selain menggunakan peralatan yang sesuai, pemeriksaan di bengkel resmi juga membantu memastikan penanganan kendaraan dilakukan berdasarkan prosedur yang tepat.
“Keselamatan merupakan salah satu aspek penting dalam perawatan kendaraan. Karena itu, ketika muncul indikator atau gejala yang berkaitan dengan sistem airbag, jangan menunggu sampai terjadi masalah. Segera lakukan pemeriksaan,” pungkas Rafii.
Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto




Komentar