• Editor

Bikin Karpet Kabin Sendiri Yang Tak Mudah Kotor, Tak Berbau, dan Murah


Karpet kabin bikinan sendiri dari bahan coil mat PVC. Enggak kalah cantik, bukan?


Karpet kabin jadi salah satu area paling menderita di musim hujan seperti sekarang, karpet jadi mudah kotor dan berbau dan Itu jadi alasan mayortias pemilik mobil memilih untuk memasang karpet karet untuk menggantikan atau melapisi karpet beludru bawaannya.


Selain lebih mudah dibersihkan juga tidak menimbulkan bau jika basah terkena air namun kekurangannya karpet berbahan karet murni yang biasanya dijual di kisaran 125 ribuan terlihat jelek. Di samping itu, diawal pemakaian biasanya disertai bau karet alam yang menyengat.

Karpet beludru bawaan mobil terlihat mewah tapi lebih mudah terlihat kotor dan cenderung sulit dibersihkan.


Karpet PVC juga jadi alternatif pilihan. Di gerai car care atau toko online karpet PVC 5 piece dijual mulai harga Rp 250 ribuan. Kelebihannya selain mudah dibersihkan juga menyodorkan tampilan lebih rapi.


Kekurangannya, debu atau kotoran masih berpotensi mengotori lantai kabin lalu meski polanya bisa disesuaikan dengan bentuk lantai kabin, tidak semua sudutnya bisa tercover sempurna, terutama area-area yang ada sudut lantai.


Kekurangan lain, umumnya bahan PVC yang jadi material karpet kaku dan beralas licin. Akibatnya karpet tidak bisa melekat kuat pada permukaan karpet dasar meski dibekali tonjolan-tonjolan kecil yang dimaksudkan sebagai titik cengkeraman ke karpet dasar.

Karpet bikinan sendiri bisa menggunakan material coil mat PVC, dengan pilihan warna menyesuaikan warna mobil atau kabin.


Alternatif yang lebih baik adalah dengan membuatnya sendiri. Untuk material karpet gunakan coil mat atau dikenal juga dengan sebutan karpet mi atau karpet bihun. Ada banyak ragam dan kualitas coil mat PVC ditawarkan di toko-toko online yang dijual dengan harga mulai Rp 120.000 per meter untuk spesifikasi coil mat PVC lebar 1,2 meter dan ketebalan 15 mm.

Awali dengan bikin pola sedetail mungkin, terutama di area sudut lantai.


Buat dulu pola karpet menggunakan kertas sebagai mal cetakan karpet. Pastikan menutup setiap sudutnya agar nantinya karpet menutup lantai kabin dengan sempurna. Kemudian letakkan mal tersebut pada alas karpet lalu bentuk pola menggunakan spidol. Dilanjutkan dengan memotong karpet mengikuti pola yang sudah terbentuk.

Bisa pakai ketebalan 16 mm (kiri), atau ketebalan 12 mm.


Yang harus dipahami, “Ada bermacam-macam kualitas coil mat. Coil mat berkualitas baik seharusnya tidak berbau, memiliki helai coil berkilau tidak kusam yang menyatu kuat dengan lembaran alas, lembaran alas juga harus kuat dan tidak mudah sobek, lalu permukaan alas dan helai coil rata juga elastis,” papar Andy Andrias, direktur PT Koinonia Inti Sejahtera, pemegang  coil mat merek Marva.

Ada pilihan coil mat dengan perekat sehingga melekat di atas permukaan karpet.


Untuk memastikan kualitas coil mat Marva, Andy telah mengujinya di Laboratorium  Inovasi Material milik jurusan teknik material dan metalurgi Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Ada 4 jenis pengujian yang dilakukan yaitu uji kekuatan tarik, uji komposisi, uji bau dan uji durabilitas warna.

Bentuk pola pada karpet.


Memilih coil mat berkualitas tinggi juga ada efeknya ke kesehatan lho, khususnya kesehatan sistem pernapasan. Penting nih untuk era baru yang diawali sejak merebaknya pandemi Covid-19.

Potong mengikuti pola yang sudah dibuat.


“Pori pada permukaan karpet berkualitas baik akan menjebak debu dan kotoran ke dasar alas sementara coil mat berkualitas rendah justru membuat kotoran ada di permukaannya. Dengan terjebaknya kotoran seperti debu maka udara yang bersirkulasi di dalam kabin akan lebih bersih,” imbuh Andy yang workshopnya beralamat di jalan Biliton 49, Surabaya ini.

Coil mat berkualitas dibuktikan dengan sertifikasi lolos uji di Laboratorium Inovasi Material milik jurusan teknik material dan metalurgi Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember.


Sebagai gambaran, satu set coil mat Marva untuk Toyota Avanza harganya Rp 1.795.000 sementara kalau membuat sendiri menggunakan coil mat meteran yang butuh bahan 3-4 meter maka biayanya sekitar Rp 360.000-480.000.

Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto

© 2021 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.