top of page

Chery Berikan Tips Antisipasi Kecelakaan Akibat Blind Spot

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 11 jam yang lalu
  • 2 menit membaca
Kewaspadaan pengemudi dengan bantuan teknologi keselamatan penting untuk hindari bahaya blind spot.


OTOPLUS OONLINE I Blind spot atau titik buta adalah area di sekitar pengemudi yang tidak dapat terlihat langsung atau melalui spion, karena keterbatasan sudut pandang spion atau struktur kendaraan.


Blind spot menjadi sumber bahaya kecelakaan utamanya saat berpindah jalur atau berbelok.


Terkait dengan hal ini, Chery memberikan tips bagaimana mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat blind spot.


Kenali tiga area utama yang sering luput dari pantauan:


  1. Sisi Samping Belakang (Kanan & Kiri):

    Ini adalah area paling klasik. Kaca spion samping memiliki keterbatasan sudut pandang (biasanya hanya mencakup sekitar 15-20 derajat). Ada celah ruang di antara jangkauan spion samping dan pandangan periferal mata Anda. Di celah inilah motor atau mobil yang sedang menyalip seringkali "menghilang" sejenak sebelum muncul di samping jendela depan Anda.


  2. Pilar A (Depan Kanan & Kiri): Pilar A adalah tiang penyangga kaca depan (windshield). Pada mobil modern, pilar A seringkali dibuat tebal untuk faktor keselamatan (menahan atap saat terguling). Namun, ketebalan ini bisa menghalangi pandangan pengemudi terhadap pejalan kaki atau motor yang menyeberang saat mobil sedang berbelok di persimpangan.


  3. Bagian Tepat di Belakang Mobil: Saat memundurkan kendaraan, area tepat di bawah kaca belakang adalah titik buta, terutama pada mobil jenis Sedan yang rendah atau SUV yang tinggi. Objek kecil seperti anak-anak, hewan peliharaan, atau tiang pendek sering kali tidak terlihat dari spion tengah.


Strategi Mengurangi Risiko Blind Spot


Meskipun titik buta tidak bisa dihilangkan 100% secara fisik, Anda bisa meminimalisir risikonya dengan teknik berikut:


  1. Atur Spion dengan Benar: Buka spion samping Anda selebar mungkin hingga bodi mobil Anda sendiri nyaris tidak terlihat. Ini akan memperluas jangkauan pandangan ke area samping.


  2. Lakukan "Shoulder Check": Sebelum berpindah jalur, biasakan untuk menolehkan kepala sejenak (glance) ke arah bahu (kanan/kiri) untuk memastikan area samping benar-benar kosong.


  3. Bunyikan Klakson/Lampu: Saat menyalip kendaraan besar, berikan isyarat agar pengemudi lain sadar keberadaan Anda.


Jangan Berlama-lama di Blind Spot Orang Lain:


Hindari berkendara sejajar tepat di samping belakang mobil lain dalam waktu lama. Segera salip atau jaga jarak di belakang.


Teknologi "Mata Ketiga" di Era Modern


Teknik berkendara yang baik memang krusial, namun kesalahan manusia (human error) tetap bisa terjadi karena kelelahan atau kelalaian sesaat.


Di sinilah peran teknologi otomotif modern menjadi sangat vital.


Produsen mobil kini menyematkan fitur keselamatan aktif yang berfungsi sebagai "mata ketiga" pengemudi.


Fitur ini dikenal sebagai BSD (Blind Spot Detection) yang merupakan bagian dari sistem ADAS (Advanced Driver Assistance Systems).


Solusi Cerdas dari Chery


Sistem ini bekerja menggunakan sensor radar di bumper belakang yang terus-menerus memindai area samping kendaraan.


Jika ada objek (motor/mobil) yang masuk ke zona titik buta saat Anda menyalakan lampu sein atau hendak berbelok, sistem akan memberikan peringatan berupa lampu yang berkedip di kaca spion atau bunyi alarm.


Teknologi perlindungan menyeluruh ini dapat Anda temukan pada lini SUV premium Chery, seperti: Chery Tiggo 8 CSH atau Chery Omoda C5.


Teks: Indramawan

Foto: Ilustrasi

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page