Duel Sporty Scooter Aerox 155 Vs Viento 180: Siapa Lebih Unggul dengan Harga Tak Beda Jauh?

Dengan selisih harga yang relatif tipis antara AEROX ALPHA dan Viento 180, keduanya lebih menarik dibandingkan dari sisi mesin, fitur, teknologi dan kelengkapan.

OTOPLUS-ONLINE I QJMotor Viento 180 menarik perhatian bukan hanya karena desainnya yang mirip dengan AEROX 155 sebagai sporty scooter. Lebih dari itu, Viento 180 juga dibekali spesifikasi, teknologi dan fitur yang tidak main-main.
Perhatikan saja, Viento 180 memiliki kapasitas mesin lebih besar, dan juga mengusung teknologi hybrid motorcycle. Wajar jika berlaku prinsip "ada harga ada rupa." Harga Viento 180 berada di atas AEROX 155, dan lebih dekat dengan banderol AEROX ALPHA sebagai varian lebih tinggi.
Karena itu, komparasi kali ini tidak semata-mata melihat kemiripan desain atau kapasitas mesin, melainkan menggunakan harga sebagai titik temu.
Viento 180 ABS yang dibanderol Rp35,99 juta hanya terpaut sekitar Rp1,2 juta dari AEROX ALPHA CyberCity ABS yang saat ini tercantum Rp34,79 juta untuk OTR Jakarta. Namun beda agak jauh dengan AEROX 155 yang dipasarkan Rp29.38 juta,
Dengan selisih harga yang relatif tipis antara AEROX ALPHA dan Viento 180, keduanya lebih menarik dibandingkan dari sisi mesin, fitur, teknologi dan kelengkapan.
Kembali ke prinsip āada harga, ada rupaā, ketika konsumen harus mengeluarkan uang di kisaran Rp35 jutaan, pertanyaannya bukan lagi sekadar mana yang lebih murah, tetapi apa yang diberikan masing-masing merek untuk uang tersebut.
Sebagai sumber komparasi, kami menggunakan data dari sumber resmi QJMotor Indonesia dan Yamaha Indonesia.
Viento 180 unggul kapasitas dan output mesin


QJMotor Viento 180 menggunakan mesin 1-silinder, 4V DOHC, liquid-cooled berkapasitas 175 cc. Mesin ini menghasilkan tenaga maksimum 13,5 kW pada 8.500 rpm dan torsi 15 Nm pada 6.500 rpm.
Sementara AEROX ALPHA menggunakan mesin 155,09 cc, SOHC 4 katup, VVA, dengan tenaga maksimum 11,3 kW atau 15,4 PS pada 8.000 rpm, dan torsi 14,2 Nm pada 6.500 rpm.
Secara angka, Viento 180 memiliki tenaga sekitar 19,5 persen lebih besar, dan torsi sekitar 5,6 persen lebih tinggi. Jadi jika pertimbangannya murni kapasitas mesin dan output di atas kertas, Viento memiliki keunggulan yang cukup jelas.
Apalagi Viento 180 juga membawa Power Assist/Hybrid Acceleration, yang menjadi salah satu teknologi unggulan yang ditawarkan QJMotor.


Sementara Yamaha mempunyai pendekatan teknologi yang berbeda, dangan mengandalkan VVA pada mesin 155 cc.
Menariknya, Yamaha juga memiliki kartu teknologi yang lebih tinggi melalui AEROX ALPHA āTURBOā dan āTURBOā Ultimate. Kedua varian tersebut menggunakan YECVT dan mendapatkan TURBO Riding Mode serta Y-Shift. Y-Shift menyediakan tiga tingkat pengaturan untuk membantu akselerasi maupun deselerasi.
Catatan penting: YECVT dan Y-Shift bukan fitur AEROX ALPHA CyberCity ABS yang menjadi pembanding harga Viento 180 dalam artikel ini. Teknologi tersebut hanya tersedia pada varian āTURBOā dan āTURBOā Ultimate**.
Lebih rendah atau lebih ringan?
Dari sisi dimensi, Viento 180 mempunyai ukuran 1.965 x 700 x 1.130 mm, wheelbase 1.360 mm dan tinggi jok hanya 755 mm. Ground clearance mencapai 145 mm, bobot 127 kg dan kapasitas tangki 10 liter.
Sementara AEROX ALPHA berukuran 1.980 x 710 x 1.170 mm, dengan wheelbase 1.350 mm, tinggi jok 790 mm dan ground clearance 145 mm. Bobotnya 127 kg untuk CyberCity, sedangkan varian āTURBOā dan āTURBOā Ultimate mencapai 130 kg. Tangki bahan bakarnya 5,5 liter.
Artinya, Viento menawarkan posisi jok 35 mm lebih rendah dan kapasitas tangki hampir dua kali lipat. Sementara AEROX ALPHA memiliki karakter bodi lebih besar dan menggunakan ban yang lebih lebar, yakni 110/80-14 di depan dan 140/70-14 di belakang. Viento memakai ban 100/80-14 dan 120/70-14.
Untuk pengereman, Viento 180 dibekali cakram depan 230 mm dan belakang 220 mm dengan ABS. AEROX ALPHA sendiri sudah menggunakan double disc brake, sementara ABS dan TCS hanya tersedia pada tipe tertentu; Yamaha menyebut keduanya tersedia pada varian tertinggi AEROX ALPHA.
Fitur menjadi pembeda berikutnya
Pada AEROX ALPHA, Yamaha menawarkan sejumlah fitur seperti Y-Connect, TFT infotainment display, Google Maps turn-by-turn navigation, Smart Key, USB Type-A, Stop & Start System, Emergency Stop Signal, full LED dengan dual projector, bagasi 24,5 liter dan suspensi belakang sub-tank. Namun ketersediaan beberapa fitur memang bergantung pada varian.
Sementara Viento 180 datang dengan paket yang lebih sederhana tetapi menawarkan keunggulan pada sektor mekanis, terutama mesin 175 cc, output tenaga dan torsi yang lebih besar serta Power Assist/Hybrid Acceleration.
Baca juga: Bongkar QJMotor Viento 180, Sporty Scooter 180cc dengan Teknologi Hybrid Seharga Rp32 Jutaan
Di sinilah perbandingan menjadi menarik. Viento tidak sekadar menawarkan mesin lebih besar, sementara AEROX ALPHA tidak sekadar mengandalkan nama besar Yamaha. Keduanya mempunyai cara berbeda untuk memberikan nilai tambah pada kisaran harga yang berdekatan.
Jadi, siapa lebih unggul?
Jika parameter utamanya adalah kapasitas mesin, output tenaga, torsi, posisi jok dan kapasitas tangki, Viento 180 memiliki sejumlah keunggulan di atas kertas.
Sebaliknya, AEROX ALPHA menawarkan fitur konektivitas, TFT, navigasi, ban lebih lebar dan ekosistem teknologi Yamaha. Dan bagi konsumen yang menginginkan teknologi lebih tinggi, tersedia AEROX ALPHA āTURBOā dan āTURBOā Ultimate dengan YECVT serta Y-Shift.
Dengan selisih harga sekitar Rp1,2 juta antara Viento 180 ABS dan AEROX ALPHA CyberCity ABS, duel ini akhirnya bukan pertanyaan sederhana tentang 175 cc versus 155 cc.
Pertanyaan yang lebih relevan justru: dengan uang sekitar Rp35 jutaan, paket mana yang paling sesuai - mesin dan Power Assist Viento 180, atau kombinasi fitur dan teknologi AEROX ALPHA?
Teks: Indramawan
Foto: QJ Motor Indonesia, Yamaha Indonesia



