top of page
  • Gambar penulisEditor

Enaknya Pakai Wuling Air EV Biaya Operasionalnya Lebih Murah dari Sepeda Motor!

Hasil test drive dan driving experience yang kami lakukan selama 3 hari beraktivitas menggunakan Wuling Air ev Long Range.

Varian Long Range dipasarkan dengan harga OTR Surabaya Rp307.300.000.


OTOPLUS-ONLINE I Wuling Motors menghadirkan varian terbaru Air ev Lite di ajang GIIAS 2023 pada 14 Agustus 2023.


Kendaraan listrik berukuran mikro tersebut dipasarkan dengan harga OTR Jakarta Rp206.000.000 namun dengan adanya fasilitas insentif PPN dari pemerintah, konsumen dapat menebus Air ev Lite dengan harga Rp188.900.000.


Menjadikan Wuling Air ev Lite sebagai mobil listrik paling terjangkau di Indonesia saat ini.


Sejatinya Wuling Air ev Lite dikembangkan dari Air ev Standard Range dengan mengurangi beberapa elemen seperti airbag penumpang dan warna bodi yang hanya single tone.


Spesifikasi teknisnya sama dengan Standard Range, motor penggerak bertenaga 30 kW atau 40,2 DK dan baterai berkapasitas 17,3 kWh.


Dengan kapasitas baterai segitu, Wuling mengklaim Air ev Lite dapat menjelajah sampai 200 km meski pada praktiknya hanya berkisar 160-170 km.


Cukuplah untuk diandalkan beraktivitas sehari-hari. Apa sih enaknya pakai mobil listrik seperti Air ev? Berikut uraian pengalaman kami setelah 3 hari beraktivitas menggunakan Wuling Air ev Long Range.


Pangkas Biaya Transportasi

Butuh tak lebih dari Rp 50.000 yang bisa digunakan sejauh 300 km


Unit tes yang kami pinjam dari PT Berkat Langgeng Sukses Sejati (Wuling BLESS) Basuki Rahmat Surabaya adalah varian Long Range dengan baterai berkapasitas 26,7 kWh. Perbedaan teknis dengan varian Standard Range dan Lite hanya sebatas pada kapasitas baterai (17,3 kWh) dan kecepatan waktu pengisian daya, sementara daya motor listrik dan lainnya sama.


Di varian Standard Range dan Lite, untuk mengisi penuh baterainya dibutuhkan waktu sekitar 8,5 jam menggunakan listrik berdaya 2 kW AC. Sementara untuk varian Long Range, waktu yang dibutuhkan sekitar 4 jam hal itu karena varian Long Range sanggup menerima daya pengisian sampai 6,6 kW AC.


Biaya yang diperlukan untuk mengisi penuh daya di varian Standard Range dan Lite sekitar Rp42.700 dengan asumsi tarif listrik per kWh di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik) PLN yang dipatok Rp2.466/kWh. Jika pengisian dilakukan di rumah, tarifnya akan lebih murah (Rp 1.700 kWh) untuk pelanggan rumah tangga berdaya 3.500 Watt ke atas yang jika dikalkukasi maka tak lebih dari Rp30.000!


Artinya biaya per kilometer bila kita menggunakan Wuling Air ev hanyalah Rp 173/km. Bandingkan dengan mobil LCGC yang konsumsi BBMnya 14 km/liter (dalam kota), kalaupun menggunakan bensin Pertalite seharga Rp 10.000/liter maka biaya per km masih Rp715.


Coba kita bandingkan dengan sepeda motor matik teririt yang konsumsinya 50 km/liter. Menggunakan bensin Pertalite seharga Rp10.000/liter, konsumen masih harus membayar Rp 200 per kilometernya. Lebih murah naik Air ev kan?


Lincah

Posisi mengemudi commanding, makin memudahkan bermanuver.


Perpaduan dimensi Air ev yang tak lebih 3 meter atau tepatnya 2.974 x 1.505 x 1.631 mm, sumbu roda pendek (2.010 mm) dan ukuran roda 12 inci menjadikan mobil imut ini lincah dipakai bermanuver di jalanan kota yang padat.


Parkir di ruang terbatas pun mudah dilakukan menggunakan mobil ini apalagi di varian Long Range sudah dibekali dengan kamera belakang untuk memberikan visual lebih baik pada kondisi di belakang mobil.


Fitur & Kepraktisan

Kunci canggih dengan fitur Smart Start System


Varian Long Range seperti unit tes ini dilengkapi dengan 10,25 inci Integrated Floating Widescreen, Smart Start System, Futuristic Center Console dan sepasang airbag.

Infotainment display berukuran 10,25 inci


Varian ini juga dibekali fitur WIND (Wuling Indonesian Command) yang dapat menjalankan sistem/fungsi kendaraan melalui perintah suara dalam bahasa Indonesia dan IoV dimana kontrol sistem kendaraan dapat dilakukan melalui aplikasi MyWuling+


Kehadiran fitur Smart Start System sungguh meningkatkann aspek kepraktisannya. Cukup dengan memegang atau mengantongi remote key, kita sudah dapat membuka/mengunci pintu hanya dengan mendekat atau menjauhinya.

LED headlamp menyuguhkan pencahayaan cukup baik


Untuk mengaktifkan mobil ini juga praktis. Setelah masuk dan duduk di balik kemudi, tekan pedal rem maka sistem Air ev langsung aktif. Untuk mematikan sistem, tak perlu menekan tombol apa pun, keluar, tutup pintu dan menjauh maka seluruh sistem akan otomatis OFF. Canggih!


Biaya Perawatan Ringan

Harus lebih waspada dengan kaki-kaki mengingat lingkar rodanya hanya 12 inci


Pada dasarnya mobil listrik itu free maintenance. Perawatan yang dibutuhkan mobil utamanya di sektor kaki-kaki seperti sistem rem, sistem kemudi dan suspensi.

Air wiper washer, minyak rem dan lubang pengisian freon AC tersimpan di balik hood mini ini


Item pengecekan lain yang masuk dalam list yaitu sistem AC dengan membersihkan filter AC sehingga jelas biaya perawatannya sangat murah jika dibandingkan mobil berbahan bakar fosil.


Pajak Tahunan Murah

Tersedia dalam 5 pilihan warna, Pristine White, Avocado Green, Lemon Yellow, Peach Pink dan Galaxy Blue


Saat ini BBNKB dan PKB mobil listrik di Jawa Timur Rp 0. Jadi di awal pembelian, konsumen hanya membayar SWDKLLJ sebesar Rp 143.000, PNBP STNK Rp 200.000 dan PNBP TNKB Rp 100.000. Sehingga total yang harus dibayarkan Rp 443.000. Menariknya, angka Rp 443.000 tersebut sudah masuk dalam harga mobil, praktis konsumen tidak perlu mengeluarkan anggaran tambahan untuk itu. Selanjutnya, pajak tahunan yang dibayarkan hanya untuk SWDKLLJ saja sebesar Rp 143.000.


Bebas Ganjil-Genap

Plat biru tanda mobil listrik, bebas ganjil genap


Keuntungan lain dari mobil listrik yaitu bebas aturan ganjil genap. Seperti diketahui di Jakarta sistem ganjil genap adalah sebuah kebijakan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan plat nomor. Kebijakan ini diberlakukan sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.


Penerapan Kebiijakan Ganjil Genap di 26 ruas jalan Jakarta berlaku pada hari Senin – Jumat (Terkecuali hari libur nasional) pada pukul 06.00 – 10.00 WIB dan 16.00 – 21.00 WIB, Kebayang kan pusingnya kalau harus mencari alternatif di jalanan Jakarta yang padat.


Kekurangan

Kabin Terbatas

Kaca belakang seperti berada di dalam kabin pesawat


Dimensi mini Air ev memiliki konsekuensi pada keterbatasan ruang di kabin. Sebenarnya ruang kabin masih memadai disesaki 4 penumpang dewasa hanya akan butuh usaha ekstra untuk mengakses jok belakang.

Lebih tepat disebut celah bagasi


Keterbatasan dirasakan pada bagasi. Menilik dimensi bagasi lebih tepat disebut celah bagasi ketimbang ruang bagasi.

Sandaran jok dapat dilipat untuk meningkatkan volume bagasi.


Untuk mengakali keterbatasan ruang itu, pengguna dapat melipat sandaran jok belakang seandainya butuh ruang lebih untuk membawa barang bawaan.


Karakter Suspensi

Jok cukup nyaman untuk dipakai di dalam kota. Tapak ban berukuran 145/70R12


Tapi wajib diantisipasi sebab karakter suspensi yang cenderung empuk dikombinasi dengan tinggi mobil yang lumayan (1.631 mm) membuat Air ev limbung kalau dipakai menikung dengan kecepatan tinggi.


Performa

Selain dari infotainment touch screen, mode berkendara diatur lewat tombol ini


Meski ini mobil listrik, jangan bandingkan kemampuannya dengan mobil listrik yang lebih mahal sebab motor listriknya hanya berdaya 30 kW atau sekitar 40 DK.

Desain selektor transmisi yang unik.


Dibekali dengan mode berkendara (Eco, Normal dan Sport), meski diposisikan pada mode Sport, akselerasi 0-60 km/jam masih harus diraih dalam 7,6 detik. Untuk top speed, Air ev Long Range mentok di 105 km/jam itu pun butuh usaha ekstra untuk menggapainya.

Sistem gerak roda belakang


Dari capaian itu jelas kalau mobil ini bukan untuk kebut-kebutan, Wuling Air ev mengedepankan efisiensi dan kemampuan yang dapat diandalkan sebagai alat transportasi sehari-hari yang aman dan hemat biaya.


Baca juga:


Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto

Comments


bottom of page