GAIKINDO Optimistis Industri Otomotif Indonesia Mampu Bertahan Hadapi Tekanan Global
- Editor

- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca
GAIKINDO menilai industri otomotif nasional sudah memiliki pengalaman menghadapi berbagai situasi sulit.

OTOPLUS-ONLINE I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menilai gejolak ekonomi dan tensi global mulai memberi tekanan terhadap industri otomotif nasional.
Meski demikian, GAIKINDO tetap optimistis sektor otomotif Indonesia mampu bertahan dan kembali tumbuh seperti saat menghadapi berbagai krisis sebelumnya.
Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara, mengatakan pihaknya saat ini tengah memantau dampak situasi global terhadap para pelaku industri otomotif. Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan harga bahan baku yang dapat memicu peningkatan biaya produksi kendaraan.
“Sesaat ini memang itu ditengarai sebagai potensi masalah. Satu jelas, kemudian kita juga tahu semua bahwa bahan baku untuk industri ini juga akan terganggu,” ujar Kukuh dikutip dari situs resmi GAIKINDO (19/05)
Selain bahan baku, tantangan juga datang dari sektor logistik. Distribusi barang diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama dengan biaya pengiriman yang ikut meningkat. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi efisiensi industri, terlebih di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
“Kemudian logistiknya juga akan lebih lama dan sebagainya. Dan juga biayanya akan lebih tinggi,” lanjutnya.
Meski menghadapi tekanan baru, GAIKINDO menilai industri otomotif nasional sudah memiliki pengalaman menghadapi berbagai situasi sulit. Krisis ekonomi 1998 hingga pandemi COVID-19 pada 2020 disebut menjadi bukti bahwa industri otomotif Indonesia mampu bangkit setelah melewati masa penuh tekanan.
“Namun kalau kita lihat dari pengalaman kita selama ini di industri otomotif, kejadian ini selalu berulang. Apakah itu enam tahun atau 10 tahun. Kita di tahun 1998 itu kondisi berat sekali. Namun kita bisa menghadapinya dan kemudian pulih,” kata Kukuh.
Di tengah proses pemulihan pasar otomotif domestik, situasi geopolitik global kini menjadi tantangan berikutnya. Namun GAIKINDO tetap yakin industri otomotif nasional dapat terus beradaptasi dan menjaga momentum pertumbuhan dalam beberapa waktu ke depan, termasuk melalui upaya peningkatan penjualan kendaraan di pasar dalam negeri.
Teks: Indramawan
Foto: GAIKINDO




Komentar