GAIKINDO Tegaskan Industri Otomotif Nasional Mampu Penuhi Kebutuhan Pick-Up untuk Koperasi Desa, Tinjau Ulang Impor!
- Editor

- 1 Mar
- 2 menit membaca
GAIKINDO tegaskan kapasitas industri otomotif lokal mampu penuhi kebutuhan kendaraan pick-up bagi Koperasi Desa, sehingga rencana impor 105.000 unit dari India sudah seharusnya ditinjau ulang.

OTOPLUS ONLINE I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menegaskan bahwa industri otomotif nasional siap memenuhi seluruh kebutuhan kendaraan pick-up, termasuk untuk operasional Koperasi Desa, tanpa perlu mengimpor dari India.
Sejak 1969, GAIKINDO bersama anggotanya yang didukung oleh Pemerintah telah membangun ekosistem otomotif yang kuat, memadukan pengalaman produksi dengan pemahaman mendalam atas kebutuhan pasar domestik.
Dari pemahaman dan pengalaman produksi inilah platform pick-up yang dikembangkan lokal bahkan telah mampu dikonversi menjadi kendaraan penumpang multi-guna (MPV), fully manufactured, dan diminati di Indonesia maupun Asia Tenggara.
Hal ini sebagaimana disampaikan Anton Kumonty, Ketua Harian GAIKINDO.
”Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha yang ada didalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai. Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri,” ujar Anton.
Untuk itu, rencana impor 105.000 unit pick-up 4×4 dari India sudah seharusnya ditinjau ulang.
Apalagi seandainya semua kebutuhan dalam negeri tersebut murni hanya dipenuhi oleh industri otomotif Indonesia, maka akan berdampak luar biasa bagi bukan hanya anggota GAIKINDO, namun seluruh ekosistim industri otomotif nasional dari hulu sampai hilir akan terlibat.
GAIKINDO mencatat kapasitas produksi pick-up anggota seperti Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota, dan Daihatsu lebih dari 400.000 unit per tahun, cukup untuk memenuhi permintaan domestik.
Belum lagi satu unit mobil yang dibuat itu terdiri dari lebih 20,000 komponen dan tentunya berbagai macam bahan baku, mulai dari besi baja, kaca, karet, plastik, fabrik, dan lainnya.
Berbagai komponen tersebut dibuat dan dirakit oleh pabrikan-pabrikan komponen didalam negeri yang jumlahnya mencapai ribuan perusahaan termasuk Industri Kecil Menengah (IKM) dan tentunya jutaan tenaga kerja.
Untuk itu, sekali lagi, sudah seharusnya rencana impor 105.000 unit pick-up 4×4 dari India ditinjau ulang.
GAIKINDO meminta pemerintah memberikan kesempatan bagi industri lokal agar kapasitas produksi dioptimalkan. Termasuk agar 1,5 juta pekerja di seluruh rantai backward linkage dan forward linkage industri tetap terjaga demi kemandirian industri otomotif Indonesia tetap kuat.
Teks: Indramawan
Foto: GAIKINDO




Komentar