top of page

Hasil Test Drive Chery Tiggo Cross CSH Selama 3 Hari: Inilah Salah Satu Compact SUV Hybrid Terbaik Saat Ini

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 2 hari yang lalu
  • 6 menit membaca
Chery Tiggo Cross CSH memiliki teknologi, fitur kenyamanan dan keamanan setara SUV hybrid Rp400 jutaan.

Chery Tiggo Cross CSH varian Premium dipasarkan dengan harga OTR Rp 339.800.000 (Surabaya).
Chery Tiggo Cross CSH varian Premium dipasarkan dengan harga OTR Rp 339.800.000 (Surabaya).

OTOPLUS ONLINE I Chery Tiggo Cross CSH diluncurkan pada 23 Juli 2025 di ajang GIIAS 2025. Compact SUV berteknologi Chery Super Hybrid ini menawarkan value of money yang tinggi.


Ditawarkan dalam dua pilihan varian, Comfort dan Premium dengan harga Rp300 jutaan tapi memiliki teknologi, fitur kenyamanan dan keamanan yang setara SUV hybrid Rp400 jutaan.


Di Surabaya, menurut price list yang kami dari PT Manang Sukses Abadi, authorized Chery dealer wilayah Surabaya, Chery Tiggo Cross CSH dipasarkan dengan harga OTR Rp309.900.000 (Comfort) dan Rp339.800.000 (Premium).


Sebagai perbandingan di Surabaya duo kompetitor compact SUV berteknologi hybrid seperti Toyota Yaris Cross HEV ditawarkan dengan harga OTR Rp 407.525.000 (G CVT HV One Tone), dan Rp 452.900.000 untuk Honda HR-V e:HEV.


Lebih panjang dari Toyota Yaris Cross HEV.
Lebih panjang dari Toyota Yaris Cross HEV.

Dimensi Chery Tiggo Cross CSH identik dengan varian non CSH. Walau sekilas terlihat kompak nyatanya compact SUV ini punya panjang 4.320 mm. Dimensi panjangnya ada di antara Toyota Yaris Cross HEV (4.310 mm) dan Honda HR-V e:HEV (4.330 mm).


Kapasitas bagasi 430 liter yang dapat diperluas hingga 1.190 liter.
Kapasitas bagasi 430 liter yang dapat diperluas hingga 1.190 liter.

Untuk lebar, 1.831 mm, tinggi 1.652-1.670 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.610 mm. Wheelbase ini sama ukurannya dengan Honda HR-V e:HEV yang tentunya akan berpengaruh pada kelapangan kabin.


Wajahnya mengusung bahasa desain Biometric Tiger Face dengan gril berbentuk diamond shape.
Wajahnya mengusung bahasa desain Biometric Tiger Face dengan gril berbentuk diamond shape.

Chery Tiggo Cross merupakan facelift dari Tiggo 5X yang masa edarnya di Indonesia hanya sekitar 1 tahun (Diluncurkan 13 Juni 2025). Perubahannya menjamah teknologi, varian mesin dan sedikit sentuhan desain.


Desain lampu belakang paling membedakan dengan pendahulunya.
Desain lampu belakang paling membedakan dengan pendahulunya.

Dibandingkan Tiggo 5X, dimensinya bertambah panjang sedikit, sekitar 32 mm sehingga memberikan tambahan ruang di kabin meski tidak signifikan.


Sosoknya terlihat modern dan tangguh dengan desain gril Diamond Shape, lampu utama Full LED dengan bentuk DRL berbentuk vertical yang agresif, pelek dual tone machine finish ukuran 17 inci, body moulding tebal untuk melindungi bodi dari lontaran kerikil, roof rail fungsional, dan sunroof.


Fitur Setara Medium SUV


Aura kabin terasa premium.
Aura kabin terasa premium.

Di Tiggo Cross, Chery melakukan banyak pembaruan pada berbagai sektor interior termasuk peningkatan fitur. Membuat kelengkapan fiturnya bisa disetarakan dengan kasta SUV di atasnya.


Konsol tengah kini mengusung model floating yang semakin praktis dan fungsional. Penempatan layar kapasitif sebagai climate control jadi lebih mudah dijangkau meski konsekuensinya mudah baret dan memantulkan cahaya, pada sudut jatuh matahari tertentu, panel ini jadi sulit dibaca.


Detail kabin seperti penambahan aksen satin chrome di frame air vent, door handle, setir dan kolom transmisi menghadirkan aura premium.


Electric semi bucket seat berlapis artificial leather dengan fitur ventilasi, ambient light, sistem kamera 540 yang memberikan visual menyeluruh sampai tembus pandang ke bawah mobil dan sunroof jadi nilai tambah lainnya.


Instrumen cluster LCD TFT 10,25 inci dengan visual jernih dan informatif.
Instrumen cluster LCD TFT 10,25 inci dengan visual jernih dan informatif.

Instrument cluster dan infotainment display juga diperbarui menghadirkan area dasbor yang canggih dan futuristik.


Instrument clusternya berupa layar TFT LCD 10,25 inci yang selain menampilkan informasi basic seperti indikator malfungsi, spidometer, takometer, posisi transmisi, indikator sabuk pengaman, suhu mesin, odometer, tripmeter, fuel meter, average fuel consumption juga sistem hybridnya. Seperti mode berkendara, indikator aliran daya baterai dan regenerative braking.


Layar TFT LCD digital ini juga menginformasikan visualisasi grafis untuk fitur keselamatan aktif ADAS diantaranya Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Departure Warning (LDW) dan Blind Spot Monitoring (BSM). Ada juga Tyre Pressure Monitoring System yang tak hanya mengnformasikan tekanan tapi juga suhu untuk masing-masing ban secara real-time.


Bahkan instrument cluster ini juga menampilkan arah mata angin dan petunjuk arah sederhana (jika sinkronisasi navigasi diaktifkan).


Layar high definition 12,3 inci ini menjadi pusat kendali interaktif berbagai fungsi kendaraan.
Layar high definition 12,3 inci ini menjadi pusat kendali interaktif berbagai fungsi kendaraan.

Layar infotainment 12,3 inci Tiggo Cross CSH merupakan pusat kendali interaktif yang menyajikan berbagai fungsi seperti konektivitas ke smartphone secara wireless untuk telepon atau navigasi lewat aplikasi Apple CarPlay dan Android Auto. Sistem audio dan hiburan melalui Bluetooth.


Tangkapan kamera 360 derajat dengan format 2D atau 3D high definition (HD) yang dapat menampilkan visual kondisi sekitar mobil dengan jelas sehingga membantu saat parkir atau melewati jalan sempit.


Melakukan perintah suara dengan kalimat pembukaan, "Hello Chery" untuk mengontrol berbagai fungsi mobil.


Lewat layar ini kita juga dapat mengakses menu pengaturan keselamatan aktif seperti ADAS (Advance Driver Assistance System), informasi aliran daya sistem hybrid serta mode berkendara.


Serunya lagi, mobil ini juga sudah mendukung konektivitas IoV (Internet of Vehicles) yang memungkinkan penggunanya memantau dan mengontrol compact SUV ini dari manapun lewat smartphone dengan aplikasi Carlink-O.


Fitur Keamanan Sangat Lengkap


Adaptive Cruise Control (ACC) yang secara otomatis sanggup mengatur kecepatan mobil untuk menyesuaikan jarak aman dengan kendaraan di depan.
Adaptive Cruise Control (ACC) yang secara otomatis sanggup mengatur kecepatan mobil untuk menyesuaikan jarak aman dengan kendaraan di depan.

Selain 7 airbag, rem ABS dan sistem control traksi, Chery Tiggo Cross CSH juga dilengkapi dengan total 17 fungsi ADAS (Advanced Driver Assistance System).


Mencakup; Adaptive Cruise Control (ACC) yang secara otomatis dapat mengatur kecepatan mobil untuk menyesuaikan jarak aman dengan kendaraan di depan. Lane Departure Warning (LDW) & Lane Keep Assist (LKA) yang secara otomatis akan memberi peringatan hingga mengoreksi setir jika mobil keluar secara tak sengaja keluar dari jalur atau berpindah jalur tanpa menyalakan sein.


Traffic Jam Assist (TJA), fitur ini sangat membantu ketika menghadapi kemacetan karena dapat membantu pengemudi dengan mengontrol kemudi, gas, dan rem secara otomatis. Blind Spot Detection (BSD) akan memberikan peringatan jika ada kendaraan lain yang berada di area titik buta (blind spot).


Rear Cross Traffic Brake (RCTB) akan melakukan pengereman secara otomatis ketika mendeteksi ada kendaraan yang melintas di belakang mobil saat kita sedang mundur. Automatic Emergency Braking (AEB) sanggup melakukan pengereman secara otomatis apabila sistem mendeteksi risiko tabrakan mendadak dengan kendaraan atau pejalan kaki di depan.


Intelligent Speed Adaptation (ISA), fitur ini membantu pengemudi menyesuaikan laju kendaraan agar tetap mematuhi batas kecepatan yang

disarankan pada rambu lalu lintas.


Door Open Warning (DOW) akan berkedip sesaat ketika akan membuka pintu namun kondisi di belakang tidak aman.
Door Open Warning (DOW) akan berkedip sesaat ketika akan membuka pintu namun kondisi di belakang tidak aman.

Ditambah fitur-fitur pelengkap lainnya seperti Intelligent High-Beam Control (IHC), Rear Collision Warning (RCW), Door Open Warning (DOW). Sistem keselamatan aktif ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan perlindungan menyeluruh bagi pengemudi.


Teknologi Chery Super Hybrid (CSH)


Karakter hybrid CSH adalah lebih mengutamakan motor listrik sebagai penggerak sehingga menjadikannya sangat responsif dan efisien BBM.
Karakter hybrid CSH adalah lebih mengutamakan motor listrik sebagai penggerak sehingga menjadikannya sangat responsif dan efisien BBM.

Ini pengembangan paling menonjol, Sistem hybrid di Chery berbeda dengan pabrikan Jepang. Toyota misalnya yang mengadopsi Toyota Hybrid System (THS) CSH menggunakan teknologi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang lebih mengutamakan motor listrik sebagai penggerak utama.


Sementara itu, THS mengandalkan sistem parallel-series yang memadukan kinerja mesin bensin dan motor listrik secara bersamaan dan sinergis.


Di Chery, motor listrik berperan sebagai penggerak utama sementara mesin bensin lebih banyak berfungsi sebagai generator (genset) pengisi daya baterai atau sebagai penyalur tenaga langsung ke roda hanya pada kecepatan tinggi sehingga karakter berkendaranya mirip dengan mobil listrik murni (EV).


Untuk menjaga keawetan system hybrid-nya, top speed dibatasi secara elektronik di 150 km/jam.
Untuk menjaga keawetan system hybrid-nya, top speed dibatasi secara elektronik di 150 km/jam.

Torsinya instan dan responsif sejak putaran rendah yang memungkinkannya berakselerasi 0-100 km/jam hanya dalam 8,8 detik. Lebih cepat dari medium SUV seperti Honda CR-V Turbo yang 9,2 detik atau SUV intimidator macam Toyota Fortuner 2.8 yang 11 detikan.


Chery Tiggo Cross CSH dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan kapasitas 1,8 kWh. Mesinnya berupa unit 4 silinder segaris 1.497 cc yang secara gabungan dapat menghasilkan tenaga maksimum 204 PS atau 201,75 DK dengan torsi 310 Nm. Angka-angka yang impresif untuk sebuah compact SUV berbobot 1.379 kilogram.


Dari pengetesan kami menggunakan bensin RON 92 di rute dalam kota (city driving), dengan kecepatan rata-rata 22 km/jam, konsumsi BBM rata-rata-nya mencapai 18,3 km/liter


Rasa Berkendara


Ground clearance Chery Tiggo Cross 190 mm aman ketika melibas jalan rusak atau buat offroad ringan.
Ground clearance Chery Tiggo Cross 190 mm aman ketika melibas jalan rusak atau buat offroad ringan.

Mendapatkan posisi mengemudi ideal di mobl ini mudah karena setirnya dilengkapi setelan rake (tilt) dan reach (telescopic) steering dengan rentang penyetelan luas. Jok khususnya di sisi pengemudi dilengkapi setelan slide, recline, height dan lumbar support.


Di balik kemudi posisi duduknya commanding, kita mudah memantau situasi depan dan samping, meski begitu tetap ada komplain saat memantau situasi di belakang.


Kaca samping menyempit menuju pilar D.
Kaca samping menyempit menuju pilar D.

Desain kaca samping belakang yang menyempit mendekati pilar D mengurangi visibilitas utamanya saat akan berpindah jalur atau parker. Mau tak mau kita harus mempercayakan pada visual yang ditampilkan kamera 540-nya.


Karakter suspensinya moderat.
Karakter suspensinya moderat.

Untuk suspensi karakternya moderat, tidak empuk tidak juga kaku. Pas untuk sebuah mobil perkotaan.


Daya cengkeram ban bawaan merek Sailun ukuran 215/60-17 cukup baik meski komponnya terasa keras.
Daya cengkeram ban bawaan merek Sailun ukuran 215/60-17 cukup baik meski komponnya terasa keras.

Oh ya, Tiggo Cross CSH mengadopsi suspensi depan tipe McPherson Strut dan Torsion Beam di belakang dengan jarak pijak roda depan dan belakang identik,1.550 mm.


Kombinasi jarak pijak roda sempit dan wheelbase ringkas (2.610 mm) membuat radius putarnya pendek, hanya 5,6 meter. Itu memudahkan Tiggo Cross CSH bermanuver, berputar arah, maupun melewati jalanan sempit di area perkotaan.


Kelebihan lain, SUV ini punya ground clearance 190 mm, artinya ia punya kemampuan melibas jalan jelek dan genangan air cukup dalam.


Catatan Kami

Ada beberapa hal yang jadi catatan kami setelah melakukan test drive selama 3 hari dengan mobil asal Wuhu ini.


Panel piano black reflektif dan rawan baret.
Panel piano black reflektif dan rawan baret.

Pertama, banyak fungsi dari kendaraan ditanam di infotainment screen dan climate control screen, terasa kurang praktis terutama saat mengemudi. Terlebih layar climate control reflektif yang pada sudut tertentu berpotensi menyilaukan pengemudi dan penumpang depan.


Feedback setir keentengan, terasa tidak natural.
Feedback setir keentengan, terasa tidak natural.

Kedua, feedback setir hambar. Seperti umumnya produk Chery, karakter kemudi kurang engaging dengan pengemudi. Gerakan terasa artifisial, terlalu enteng sehingga kurang menyuguhkan rasa berkendara yang meyakinkan.


Rumah aki membentuk gundukan di lantai bagasi.
Rumah aki membentuk gundukan di lantai bagasi.

Ketiga, aki 12 volt tergusur bagasi imbas penempatan ECU dan unit inverter/converter sistem hibrida di ruang mesin. Masalahnya, posisi aku menjulang menyebabkan lantai bagasi tidak rata.


Jok depan model sport seat membuat pandangan penumpang di belakangnya tidak leluasa.
Jok depan model sport seat membuat pandangan penumpang di belakangnya tidak leluasa.

Keempat, selain ruang kaki terbatas, penumpang di baris kedua juga tidak leluasa melihat ke depan. Hal itu dikarenakan desain jok depan yang menganut model sport seat dengan head rest menyatu. Untungnya baris kedua punya akses climate control mandiri, USB port terpisah dan center arm rest.


Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page