Hasil Test Drive Wuling Darion EV: Mobil Listrik Ideal untuk Keluarga Indonesia
- Editor

- 11 jam yang lalu
- 6 menit membaca
Hasil test drive Wuling Darion EV selama 3 hari dengan total jarak 410 kilometer melintasi rute dalam dan antar kota.

OTOPLUS ONLINE I Sepanjang Januari-Maret 2026 Wuling Darion EV terjual sebanyak 2.110 unit dengan rincian 320 unit varian CE dan 1.790 unit varian EX (Data wholesales GAIKINDO).
Capaian itu tidak selisih jauh dengan BYD M6 yang bermodal tiga variannya (Superior Captain, Superior dan Standard) terjual sebanyak 2.348 unit.
Darion EV dipasarkan dengan harga OTR Surabaya Rp406.800.000 (CE) dan Rp466.800.000 (EX).
Sebagai perbandingan, medium MPV lain di kisaran harga itu seperti BYD M6 dipasarkan mulai Rp379.000.000-Rp453.000.000, Toyota Innova Reborn 2.4G AT; Rp458.700.000 dan New Innova Zenix 2.0G; Rp462.700.000.
Setelah mencobanya selama 3 hari dan mengumpulkan total jarak 410 kilometer melintasi rute dalam dan antar kota, OTOPLUS ONLINE merangkum banyak hal menarik yang mungkin menjawab kebutuhan keluarga Indonesia akan sebuah MPV efisien 7 penumpang. Berikut ulasannya.
Dua Pilihan Varian

Cortez Darion ditawarkan dalam dua pilihan varian, EV (Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Dengan dimensi 4,910 mm (panjang), 1,870 mm (lebar) dan 1,770 mm (tinggi) Darion punya keunggulan ruang kabin yang luas. Kedua varian EV dan PHEV juga sama-sama menyuguhkan efisiensi energi tinggi.
Darion EV yang dibekali baterai Lithium Ferro Phospate (LFP) 69,2 kWh berjuluk Magic Battery Pro diklaim dapat menempuh jarak sejauh 540 kilometer (CLTC) sedangkan Darion PHEV menyodorkan efisiensi konsumsi bensin yang mencapai 23,4 km/liter.
Masing-masing varian tersedia dalam tipe CE dan EX. Darion CE merupakan varian entry level yang harganya lebih terjangkau dengan fitur fungsional dasar yang termasuk lengkap.
Sementara Darion EX menyodorkan kelengkapan fitur dengan hadirnya fitur-fitur kenyamanan premium diantaranya ventilated seat di baris kedua dan sunroof. Darion EX juga dibekali fitur keselamatan lebih advance seperti 6 airbag, sistem keselamatan ADAS level 2, dan adaptive cruise control.
Kedua varian punya empat pilihan warna Haze Grey, Orchid Purple, Starry Black dan Frosty White seperti unit tes kami ini. Kali ini kita kupas Darion EV varian EX dulu.
Kabin Lega, Mewah Dengan Kepraktisan Tinggi

Secara dimensi, Darion yang 4.910 mm x 1.870 mm x 1.770 mm lebih besar dari para pesaingnya.

Untuk perbandingan BYD M6 punya panjang 4.710 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.690 mm.
Toyota Kijang Innova Reborn panjangnya 4.735 mm, lebar 1.830 mm, Innova Reborn hanya sedikit lebih tinggi dengan dimensi 1.795 mm.
Sementara Toyota Kijang Innova Zenix punya dimensi panjang 4.755 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi yang sama dengan Innova Reborn (1.795 mm).

Bodi bongsor itu bertumpu pada sasis dengan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.910 mm yang juga lebih panjang dari competitor; 2.800 mm (BYD M6), 2.750 mm (Toyota Kijang Innova Reborn) dan 2.850 mm (Toyota Kijang Innova Zenix).

Hasilnya ruang kabin Darion sangat lega. Ke-7 penumpang bisa duduk nyaman di joknya yang berformat 2-2-3 dengan busa tebal berlapis synthetic leather warna coklat dengan aksen satin chrome pada lubang airvent dan door handle yang memberikan kesan mewah.

Keunggulan lain, akses masuk ke kabin belakang jadi mudah lantaran Darion EV EX menggamit sliding door yang juga dapat diaktifkan secara elektrik. Oya untuk mengakses baris ketiga, penumpang lebih sat set kalau lewat celah diantara captain seat baris kedua.
Fitur Jor-joran

Fitur kenyamanan dan keselamatan Darion khususnya di varian EX ini jor-joran. Selaras dengan konsep Wuling yang ingin menghadirkan Darion EV EX sebagai varian flagship yang menonjolkan kenyamanan dan kecanggihan teknologi.
Fitur Kenyamanan

Dari depan di balik setir, pengemudi akan disuguhi driver display TFT full color 10,25 inci yang menampilkan semua informasi kendaraan secara digital, informatif, dan futuristik.
Di bagian Tengah dasbor terdapat layar high-definition 12,8 inci sebagai infortainment dan control screen dengan system operasi Ling (Ling OS).
Ling OS merupakan sistem operasi kendaraan pintar yang menghadirkan pengalaman berkendara seamless melalui konektivitas digital terintegrasi.
Sistem operasi ini dapat menjalankan perintah suara berbahasa Indonesia (WIND) dan sudah terintegrasi dengan ekosistem Internet of Vehicle (IoV) via aplikasi MyWuling+, serta antarmuka layar sentuh intuitif.

Masih di area kabin depan, Darion EX juga dilengkapi dengan wireless charger 50 Watt, automatic climate control dengan filter PM2.5, serta 360° Around View Camera.
Akses baris kedua dimudahkan dengan hadirnya pintu geser elektrik yang dapat diaktifkan dari tombol yang terdapat pada klaster switch di dekat spion tengah. Jok baris kedua di Darion CE dan EX mengadopsi model captain seat.
Bedanya varian EX dilengkapi dengan setelan elektrik dan ventilasi untuk kenyamanan maksimal penumpang. Varian EX juga dibedakan oleh keberadaan electric sunroof dan pintu bagasi elektrik (power tailgate).
Fitur Keselamatan

Darion EV dilengkapi fitur keselamatan aktif dan pasif lengkap. Fitur keselamatan aktif yang berguna untuk mencegah terjadinya kecelakaan telah mengusung teknologi Advanced Driver-Assistance System (ADAS) level 2 yang mencakup Automatic Emergency Braking (AEB), Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Departure Warning/Lane Keeping. Ada pula ESC (Electronic Stability Control) yang berguna menjaga stabilitas kendaraan lalu ABS, EBD, & BA (Brake Assist).
Tentunya juga EPB dengan AVH (Electric Parking Brake & Auto Hold), Hill Hold Control (HHC), TPMS (Tire Pressure Monitoring System), Around Vew Camera 360° dan yang juga penting Pedestrian Warning Sound untuk memberi tanda ke pejalan kaki atau pengendara di sekitar mobil.
Fitur keselamatan pasif berguna melindungi penumpang ketika terjadi benturan saat kecelakaan. Fitur ini didukung oleh rangka High-Strength Steel Cage, struktur rangka bodi kokoh yang dirancang untuk meminimalisir dampak benturan, lalu ada pula 6 airbags yang tertanam di dasbor sisi luar jok depan dan pilar yang memanjang dari pilar A sampai pilar C.
Tentunya fitur ISOFIX sebagai titik pengait child seat sudah menjadi standar di mobil ini. Selain itu pintu mobil juga dilengkapi fitur Auto Unlock Collision yang akan membuka secara otomatis saat terjadi tabrakan sehingga memudahkan evakuasi penumpang.
Performa Impresif

Darion EV dibekali motor penggerak bertenaga 150 kW atau 201 DK dengan torsi 310 Nm.

Motor listrik itu ditenagai baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) 69,2 kWh berjuluk Magic Battery Pro yang telah lolos uji ketahanan air juga debu dengan mengantongi sertifikasi IP67 dan dapat diisi dari 30->80% dalam waktu ± 30 menit (fast charging).

Wuling mengklaim dalam kondisi terisi penuh baterai ini dapat mengantar MPV berbobot bersih 1.818 kilogram ini menjelajah sejauh 540 kilometer (CLTC).

Sementara dari pengetesan kami yang mencobanya di berbagai skenario pada rute dalam dan antar kota didapat angka 440 kilometer dengan menyisakan 16% kapasitas baterai.
Untuk mengoptimalkan pengalaman berkendara, Wuling membekali Darion EV dengan pilihan mode berkendara Eco, Standard dan Sport.
Perbedaan utama akan dirasakan pada respon terhadap injakan throttle. Pada mode Sport performanya gak bisa diremehkan, akselerasi 0-100 km/jam bisa dituntaskan dalam 8,4 detik!
Sementara top speed yang berhasil kami torehkan adalah 162 km/jam.
Rasa Berkendara

Selain desain setir yang unik, penempatan switch transmisi juga berbeda. Posisinya ada di sisi kiri kolom setir. Pengoperasiannya simpel, tarik ke bawah sekali untuk masuk ke mode D, dorong ke atas untuk R dan tekan ujung switch untuk P.
Sementara switch lampu dan wiper semua disatukan pada tuas switch di sisi kanan kolom setir.
Visibilitas di balik kemudi sangat baik, driver dengan mudah dapat memantau sekeliling kendaraan sebagai imbalan dimensi kaca yang besar.
Bahkan di baris kedua, penumpang juga leluasa melihat pemandangan sepanjang perjalanan lantaran ukuran jendela samping yang juga besar.

Kami awalnya ragu pada kemampuan bermanuver Darion di jalan perkotaan yang padat dan sempit. Nyatanya MPV ini sama sekali tak mengalami kesulitan saat diajak melakukan U-turn di ruang terbatas meski memiliki dimensi panjang 4.910 mm dan wheelbase 2.910 mm.
Meski tidak disebutkan secara rinci berapa turning circle-nya namun dengan simulasi yang sama, turning circle Darion EV kami analisa lebih kecil dibandingkan Hyundai Stargazer Cartenz yang 5,1 meter.

Darion menggamit suspensi tipe McPherson Strut di depan dan independent Multi-link independent di sisi belakang. Karakter redamannya kami kategorikan baik.

Di kecepatan rendah dan permukaan jalan bergelombang ia terasa nyaman dan stabil di kecepatan tinggi. Antisipasi body roll terutama saat bermanuver di kecepatan tinggi, ingat MPV ini tergolong jenjang dengan tinggi 1.770 mm.
Catatan kami, sistem AC perlu ditingkatkan kemampuannya agar bisa lebih cepat adem.
Dari pengalaman kami, untuk mendinginkan seluruh isi kabin membutuhkan waktu cukup lama terlebih di masa El Nino seperti saat ini.
Hal lain yang menjadi catatan kami soal sistem ADAS. Secara default, fitur Lane Keeping Assist akan aktif sementara di beberapa kondisi, hal itu tidak diperlukan. Otomatis sebelum mulai jalan harus utak-atik control screen untuk menonaktifkannya.
Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto




Komentar