• Editor

Ini Alasan Kenapa Electroplating Banyak Dipakai Untuk Meremajakan Parts Motor


“Dibanding krom, electroplating ini lebih tahan terhadap karat dan biaya lebih murah. Tapi kualitas kilapnya kurang kuat dibanding krom. Warna lebih cepat pudar karena tingkat kekerasan lapisan beda dengan krom nikel...”

Selain menekuni bisnis pembuatan knalpot, dengan label 79Dux Exhaust Technology sejak 2010, Cansa Noveldy, mantan road racer Jawa Timur yang malang melintang di arena balap dari 1996 hingga 2008, kini juga menekuni restorasi motor-motor lawas. Tepatnya sejak 4 - 5 tahun ini.

  • Setelah kebanjiran order knalpot replika motor-motor lawas, kini Cansa 'Edux' Noveldy banyak terima jasa electroplating untuk keperluan restorasi.

Jadi tidak heran jika di bengkelnya yang ada di Jl. Raya Hulaan 79, Menganti - Gresik Selatan ini banyak ditemukan motor-motor seperti Suzuki RGR, Yamaha RX-Z, RX-King atau Champ, maupun Suzuki Crystal, atau Sprinter. Bahkan ketika OTOPLUS-ONLINE mampir, ada juga Kawasaki Leo atau Honda Nova yang lebih populer di Malaysia atau Thailand. Selain banyak menerima orderan bikin knalpot replika motor-motor lawas yang pernah lalu lalang di jalanan ini, kini Edux, sapaan pria ramah ini juga terima jasa pelapisan logam electroplating.

  • Tiap jenis electroplating menawarkan efek warna berbeda sesuai selera.

“Perbedaan dengan krom ada pada komposisi obat dan material pelapisnya,” tutur Edux menjawab pertanyaan OTOPLUS-ONLINE tentang beda krom dengan electroplating ini. “Sementara ini kami menawarkan dua jenis electroplating, yaitu electroplating acid dan electroplating alkaline.”

Meski sama-sama punya tujuan memberikan lapisan pelindung pada besi dan baja yang dilakukan secara elektrokimia, sehingga komponen terlindung dari karat atau korosi, namun electroplating ini punya beberapa kelebihan dibanding krom.


“Dibanding krom, electroplating ini lebih tahan terhadap karat dan biaya lebih murah. Tapi kualitas kilapnya kurang kuat dibanding krom. Warna lebih cepat pudar karena tingkat kekerasan lapisan beda dengan krom nikel,” jelas Edux.


Soal biaya lebih murah ini, Edux memberikan gambarannya. “Biaya electroplating dihitung per kilogram. Kisarannya, 1 kg biaya Rp 30 ribu. Sementara biaya krom dihitung bijian. Ambil contoh untuk 1 piece standar samping saja bisa Rp 30 ribu. Jadi jelas lebih murah electroplating!”

“Selain itu, asal nggak kena air hujan aja, electroplating bisa tahan sampai 5 tahun. Itu pun cuma pudar, bukan karatan. Tapi masih putih warnanya, enggak kusam,” imbuh Edux sambil menunjukkan beda komponen sebelum dan setelah electroplating.

Kebetulan saat OTOPLUS-ONLINE ada di bengkel milik Edux, baru saja ada konsumen dari Semarang dan Banyuwangi yang kirim barang berisikan komponen-komponen kecil seperti mur – baut, ring, per pegas, paha rem, sproket dan lain-lain.

  • Biaya electroplating dihitung per kg. Beda dengan krom yang bijian. Ini alasan Edux banyak terima pesanan dari Kalimantan, Jateng, Jatim, Jabar, Yogyakarta, dan Jakarta.

“Bayangkan kalau beli baru. Paham rem aja 1 piece harganya Rp 20 ribu. Baut kalter 1 piece Rp 2 – 5 ribu,” tutur Edux sambil menambahkan karena alasan inilah banyak sekali konsumen yang kirim komponen orisinal bawaan motor untuk diremajakan kembali lewat electroplating. Tertarik?


79Dux Exhaust Technology

Jl. Raya Hulaan 79 Menganti, Gresik Selatan

HP: 081 23 10 20 27


Teks: Indramawan

Foto: Indramawan/Dok. OTOPLUS-ONLINE