• Editor

Ini Alasan Mercedes-Benz AMG G63 Jadi SUV Pilihan CEO, Bos Mafia, Sampai Raja!


  • Model termahal Mercedes setelah Maybach

OTOPLUS-ONLINE I Kuat, gagah dan dominan. Aura G-Class itulah yang membuat para orang kaya dan berkuasa memilihnya. Di tangan AMG, sosok itu disempurnakan dengan peningkatan tak hanya pada performa mesin, pengereman, sasis dan suspensi, tapi juga eksterior dan interior sehingga lahirlah AMG G63.


Nah kalau beberapa waktu lalu OTOPLUS-ONLINE telah kupas seperti apa Porsche Cayenne yang pantas disebut SUV Sultan, maka kali ini kami ajak Anda untuk merasakan, seperti apa SUV keluaran Mercedes-Benz yang jadi pilihan CEO perusahaan, hingga bos mafia, dan raja!

  • Desain ikonik yang timeless, generasi kedua ini sekilas terlihat identik dengan pendahulunya

DNA unik G-Class hadir sekitar 40 tahun yang lalu saat G-Class generasi pertama (W460) lahir pada 1979. Sosok ikonik yang hanya bisa ditanding Land Rover Defender dan Jeep Wrangler. Desain G-Class tak hanya kuat dengan karakter namun juga terlihat dominan di jalanan.


Sosok dominan terlihat dari garis lengkung roda pada fender dan jarak pijak roda lebar (1.638 mm). Lalu karakter ikonik seperti garis-garis tegas, permukaan bodi datar dengan dua jendela berukuran besar di samping dan ban serep yang menempati singgasana di pintu belakang. Desain itu dipertahankan pada generasi kedua yang mulai diproduksi pada 2018 dengan kode bodi W463.


Varian AMG G63 Stronger Than Time Edition

Inilah varian model tertinggi dan terbatas dari keluarga G-Class. Ia dibekali suspensi berkarakter lebih sporty dan rem berperforma tinggi.

  • AMG radiator gril dengan kisi-kisi vertikal dan logo bintang menghadirkan kesan dinamis yang membedakan dengan varian model di bawahnya

  • Emblem V8 BITURBO seolah menegaskan esensi di balik kap mesinnya

Membuat AMG G63 terasa lebih ringan dan lebih gesit untuk ukurannya. Namun kalau kegesitan yang diincar, Porsche Cayenne akan lebih baik.


Baca: Porsche Cayenne Ini SUV Sultan! Harganya Ditentukan Fitur Yang Dipilih!


Tampilan depan dibedakan dari desain bumper dan gril yang diimbuhi logo AMG, pelek AMG, overfender, sepasang knalpot yang nongol di samping serta kaliper berwarna merah.

  • Multibeam LED headlights with adaptive highbeam assist plus

  • Dimensi dan bentuk lampu belakang mempertahankan generasi awal G-Class namun pencahayaan kini mengandalkan LED

  • Masih mempertahankan DNA G-Class terdahulu, pintu belakang selebar 1 meter ini tetap membuka ke samping

Selain Stronger Than Time Edition, Mercedes-AMG juga melansir AMG Trail Package Edition untuk yang menyukai gaya off-road. Varian limited Stronger Than Time Edition dipasarkan dengan harga sekitar Rp 7 Milyar (OTR Surabaya)


Diciptakan Untuk Penguasa

  • Beberapa komponen diambil dari model Mercedes lain seperti toggle switches untuk mengoperasikan sistem A/C, tapi pegangan tangan di dasbor tentunya tidak akan dijumpai di line up Mercedes-Benz lain

The New G-Class dibangun dari platform baru yang berbeda dengan pendahulunya. Warisan G-Class generasi pertama yang dipakai hanyalah desain handel pintu dan sistem penguncinya. Sisanya total baru karena Mercedes-Benz menginginkan G-Class terbaru ini tak hanya tangguh di medan off-road tapi juga mampu menyuguhkan kedinamisan dan kenyamanan sebagai bagian dari kenikmatan berkendara khususnya di medan on-road.

  • Mekanisme pengunci pintu masih diwarisi dari generasi pertamanya

  • AMG Stainless Steel Door Seal Panels

Interior G-Class terbaru kini layak disandingkan dengan large SUV lain seperti BMW X7 atau Porsche Cayenne. Terlebih di varian AMG G63 yang memiliki kelengkapan jauh lebih sophisticated dibandingkan varian lain di keluarga G-Class sehingga tak hanya tampak modern namun juga mewah.

  • Infotainment screen berukuran 12,3 inci terasa lega

  • Sistem tata suara Burmester dengan 15 spiker

  • Jam analog handmade yang dibuat IWC khusus untuk AMG

Dasbornya terlihat sesak dengan sepasang layar 12,3 inci yang diletakkan melebar sehingga membentuk satu bentang layar utuh. Layar di sisi tengah merupakan infotainment screen yang membuat berbagai menu seperti enterainment dan setting kendaraan termasuk navigasi satelit sementara layar di balik kemudi merupakan layar super high-resolution dengan grafik yang dapat dikastemisasi. Layar ini menggantikan indikator analog yang sebelumnya diandalkan. Desain turbin pada air vent yang menjadi ciri produk Mercy terbaru juga diadopsi SUV ini.

  • Stiching kontras warna putih untuk aura sporty

Sentuhan kemewahan di kabin AMG G63 hadir dari balutan kulit Nappa pada jok dan aksen metal di sekeliling interior. Bahkan karpetnya terlihat mahal lantaran tebal dan lembut. Disempurnakan dengan jam analog IWC yang dipesan khusus oleh AMG yang sayangnya penempatannya menurut kami kurang ergonomis lantaran terlalu rendah.

  • Material kulit menggunakan kulit Nappa terbaik

  • Dibuat oleh perpaduan tenaga ahli berdedikasi tinggi dan kualitas material terbaik

Secara keseluruhan, penggunaan material berkualitas tinggi dan aura high-class yang menarik memberikan atmosfer tersendiri sekaligus perasaan aman dan terlindungi. Seperti yang dibutuhkan mereka, para penguasa.


Siap Kemana Saja

Generasi terbaru G-Class tetap mempertahankan penggunaan rangka tipe tangga (ladder frame) yang kokoh. Generasi terbaru ini mengandalkan baja lembaran setebal 3,4 milimeter sebagai materialnya.

  • Rangka model tangga (ladder frame) dipertahankan karena lebih sesuai untuk penggunaan off-road berat

  • Suspensi depan menggamit model double wishbone

  • Kedinamisan dan kenyamanan AMG G63 diraih diantaranya berkat teknologi AMG Ride Control terbaru yang dikembangkan serta power steering speed-sensitive sports Hasilnya Mercedes-AMG G 63 dapat beradaptasi kondisi jalan tertentu dan medan off-road atau mengikuti preferensi pengemudi

Ladder frame terbukti lebih sesuai untuk penggunaan off-road berat ketimbang konstruksi rangka integral seperti tipe monokok. G-Class generasi kedua ini diciptakan untuk memiliki kemampuan melintasi genangan air setinggi 700 mm, melewati lereng dengan kemiringan 70 derajat, dan menaklukkan permukaan dengan patahan bersudut 25,7 derajat. Ditambah approach sebesar 30 derajat dan departure angle 29,9 derajat menjadikannya off-roader sejati.

  • Strong Than Time Edition menggunakan pelek light alloy AMG 10-spoke dibalut ban berukuran 275/50R20. Sistem rem ditingkatkan dengan AMG High-Performance Braking System

  • Suspensi adaptive damping dengan AMG Ride Control memastikan keseimbangan yang baik pada kenyamanan berkendara dengan mengoptimalkan karakter berkendara, efek peredaman dan stabilitas sesuai dengan permukaan jalan yang dilalui

Selain itu, terpisahnya bagian bodi dengan sistem penggerak dan suspensi memberi ketenangan dan kenyamanan lebih ada sektor interior serta rasa berkendara.Untuk meningkatkan kenyamanan berkendara, baik di jalan raya maupun di luar jalan raya, sistem suspensi W463 ditingkatkan. Suspensi depan yang sebelumnya mengandalkan rigid axle diubah menjadi independen model double wishbone untuk menghasilkan pengendalian lebih baik.

  • Dilengkapi 3 differential locks, dog-type locks in the front- and rear-axle differentials dan lockable multi-disc clutch in the transfer case. Dalam kasus terburuk, peranti ini memungkinkan transmisi menyalurkan seluruh dayanya hanya ke satu roda

  • Dengan mengaktifkan fitur Low Range memungkinkan G-Class dikendarai melalui medan off-road tersulit

Sementara suspensi belakang tetap mempertahankan model rigid axle yang ditingkatkan kemampuannya dengan penambahan sepasang upper and lower trailing arms yang berperan meningkatkan traksi saat diperlukan saat melintasi medan paling sulit dan berbagai macam permukaan jalan. Singkatnya G63 siap diajak kemana saja.


Impresi Berkendara

  • G-Class jadi salah satu pilihan utama orang kaya dan berkuasa, terlebih versi limited seperti Stronger Than Time Edition ini

Dengan ground clearance 24,1 cm, perlu usaha ekstra untuk masuk ke kabinnya yang langsung disambut kesan commanding dan gagah saat duduk di atas joknya yang nyaman dan ergonomis. Pandangan ke samping terasa leluasa lantaran jendela sisi yang besar dengan bibir yang rendah.

  • Setir AMG berbalut kulit dengan aksen silver chrome dan 12 o-clock marking yang dilengkapi tombol kontrol sentuh dan paddle shift aluminium

Dengan jarak alas jok ke plafon mencapai 102,7 cm (depan) dan 102,8 cm (belakang) headroom terasa berlimpah sementara kesan lega didapat dari lebar kabin (shoulder room) yang menyentuh 144,6 cm (depan) dan 145,2 cm (belakang). Ditunjang lapisan kulit Nappa yang membalut interior, tak heran kalau large SUV yang dibuat secara handmade di Graz, Austria ini jadi pilihan tak hanya CEO perusahaan, tapi juga bos mafia sampai para raja.


Tapi bukan itu saja istimewanya, kenikmatan hakiki baru muncul saat menghidupkan mesin. Ketika stasioner, alunan nada rendah nan berat mesin V8 yang keluar dari sepasang knalpot yang nongol di kedua sisinya sungguh menggoda kaki untuk memainkan throttle.

  • One man, one engine. Setiap mesin AMG V8 ditangani secara khusus oleh seorang mekanik ahli AMG

  • Tak hanya menyuguhkan tampilan sangar, suara yang dihasilkan dari sepasang knalpot AMG Performance exhaust system ini juga membuai dan menggoda

AMG G63 dibekali AMG Performance exhaust system yang akan menyesuaikan dengan drive mode yang dipilih. Pengemudi juga dapat mengubah karakteristik suara sesuai keinginan dengan menekan tombol exhaust yang terdapat di konsol tengah. Peralatan ini memungkinkan penyebaran cakupan suara secara maksimal, dari yang kalem hingga yang yang dapat membangkitkan emosi.


Konstruksinya menggunakan dua katup tambahan pada saluran gas buang yang dikendalikan secara variabel sehingga meciptakan diferensiasi karakteristik suara yang lebih luas. Karakteristik suara bergantung pada driving mode yang dipilih pada mode C dan S suara yang dihasilkan cenderung padat sementara di mode S+ suara yang dihasilkan menderu sangat sporty. Canggihnya perubahan suara tidak akan memengaruhi keluaran daya. Secara cerdas, kontrol katup gas buang akan bergantung pada kecepatan dan beban mesin, hal itu yang menjamin penyaluran daya 100%.


Mesin yang digunakan AMG G63 berkapasitas bersih 3.982 cc yang dikawal sepasang twin-scroll turbocharger. Ini merupakan versi one man, one engine. Sebagai informasi, setiap mesin V8 Mercedes-AMG yang diproduksi di Affalterbach, Jerman, dibuat secara handmade oleh satu orang. Artinya, mesin ini adalah spesimen yang unik, sebuah mahakarya teknologi yang secara bobot ringan dan sanggup menghasilkan tenaga besar dengan efisiensi energi maksimum.

  • Saking kuatnya tenaga mesin, saat diajak berakselerasi maksimum moncongnya akan mengangkat sehingga berasa naik Power Boat. SUV berbobot bersih 2,5 ton ini pun sanggup meraih kecepatan 100 km/jam dalam 4,5 detik saja

Mesin ini dapat menghasilkan tenaga sebesar 576,6 dk dan torsi sebesar 850 Nm. OTOPLUS-ONLINE merasakan hempasan torsi raksasa itu di area terbatas sekitar dealer Hartono Mercedes-Benz, Surabaya namun setidaknya kami simpulkan kalau ini torsi mesin terkuat yang pernah OTOPLUS-ONLINE rasakan sampai saat ini. Dengan spesifikasi itu bukan omong kosong kalau Mercedes-AMG mengklaim akselerasi 0-100 km/jam diraih hanya dalam 4,5 detik.

  • Sensor touchpad mengenali pergerakan satu dan dua jari (multi-touch), gerakan mengusap, membesarkan dan menyebarkan sekaligus menggambar menggunakan jari juga dapat dikenali. Berkat script recognition, pengguna juga dapat memasukkan huruf, simbol dan angka ke dalam bahasa yang telah diprogram pada head unit.

Tenaga besar itu diumpan ke transmisi canggih AMG Speedshift 9G Tronic sports transmission. Transmisi ini memiliki fungsi double-declutching yang memungkinkan akselerasi sangat dinamis dengan waktu perpindahan gigi sangat singkat serta gaya berkendara yang hemat bahan bakar.


Pengembangan sistematis pada perangkat keras dan perangkat lunak mengoptimalkan waktu reaksi, respon perintah pindah gigi dapat dilakukan lebih cepat tanpa gangguan pada daya traksi. Keunggulan lain, downshift dapat dilakukan dengan sangat cepat dan responsif, pengemudi melakukan kickdown langsung dari gigi 9 ke 6 atau dari gigi 5 ke gigi 2, misalnya.

  • Reversing camera yang unik. Ia akan tersembunyi ke dalam panel pintu belakang saat non aktif. Peranti ini mendukung fungsi Active Parking Assist

Dengan posisi duduk yang tinggi, kaca depan tegak dan jendela samping yang besar pengemudi disodori pandangan bebas baik ke sekelilingnya. Keterbatasan visual hanya pada bagian belakang lantaran bentuk pilar D yang menyatu hingga ke pintu belakang. Untuk mengompensasi keterbatasan visual ke belakang Mercedes menanam kamera mundur retractable yang akan nongol saat gigi mundur atau sistem park assistance diaktifkan.


Jendela samping yang lebar dipertahankan karena menyodorkan pandangan bebas ke setiap sisi. Efektivitasnya bakal dirasakan ketika kita membawanya ke medan off-road yang membutuhkan visual lebih ke setiap sisi, misal ketika merayap di medan sempit pada celah bebatuan.

  • Dengan arsitektur rangka dan suspensi baru, kemampuan off-road dan on-roadnya meningkat signifikan

Kalau generasi awal G-Class menggunakan sistem kemudi model recirculating ball, di generasi terbaru ini menggunakan sistem kemudi model rack & pinion. Sistem kemudi model recirculating ball dulu dipilih karena memang cocok untuk penggunaan di medan off-road. Sistem kemudi ini tidak terlalu responsif di permukaan jalan jelek yang dapat menyebabkan gerakan kemudi jadi berlebihan semisal ketika melewati jalanan berbatu tapi di jalan on-road, gerakan kemudi kurang presisi dan lebih sulit diarahkan. Dengan sistem kemudi tipe rack & pinion gerakan kemudi lebih presisi dan lincah terutama di jalan aspal.


Keunggulan itu lantas dipadukan dengan AMG Ride Control Suspension, suspensi dengan sistem peredaman yang dikontrol secara elektronik hingga menyodorkan rasa berkendara yang sporty dan dinamis tanpa mengurangi aspek kenyamanan saat dipakai pada perjalanan panjang. Sistem itu disempurnakan dengan penyematan komponen AMG spesific kinematics and elastokinematics yang baru dikembangkan untuk memberikan kestabilan tinggi saat menikung sekaligus meningkatkan keamanan pada titik kritis.

  • Jok belakang mengakomodir 3 penumpang secara proper

Platform baru terasa signifikan improvement-nya pada kenyamanan di dalam kabin. Jok belakang terasa lebih proper untuk perjalanan jauh. Dengan desain jauh lebih ergonomis dibandingkan generasi sebelumnya dan dimensi lebih besar sanggup mengakomodir 3 orang penumpang duduk nyaman.

  • A/C four zone, penumpang belakang bisa mengaturnya secara individual

Selain itu, fleksibilitasnya juga baik berkat sandaran yang dapat dilipat dengan konfigurasi 40-60 untuk mendapatkan ruang bagasi lebih. Oh ya, kapasitas bagasinya 667 liter yang dapat diekspansi hingga 1.941 liter. Angka 667 liter tidak terlalu istimewa untuk mobil bertubuh bongsor seperti ini, sebagai gambaran Porsche Cayenne yang pernah kami coba kapasitas bagasinya mencapai 770 liter. Hal itu lantaran tersitanya ruang bagasi oleh ruang roda yang mengintrusi sampai ke pondasi pilar D.


Urusan konsumsi BBM, SUV yang menuntut bensin beroktan 95 ini diklaim dapat meraih 9 km per liter meski kenyataannya akan sulit diraih dengan lalu lintas di dalam kota. Pengalaman kami mencoba Jeep Wrangler JK bermesin Pentastar 3,6 iter dengan 6 silinder, konsumsi BBM di dalam kota tidak pernah lebih baik dari 6 km/liter. Sehingga konsumsi 5-6 km/liter adalah angka yang wajar untuk konsumsi BBM G63 di dalam kota.


Teks & Foto: Nugroho Sakri Yunarto