• Editor

Istilah LTL dan FTL Ini Penting Diketahui Konsumen Sebelum Kirim Barang


  • Selain mengutamakan kualitas proses pengiriman barang yang prima dan tepat waktu, Tristar Transindo juga memperhatikan standar protokol kesehatan yang ketat selama masa pandemi COVID-19 ini.

Kian hari semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan jasa pengiriman barang. Jadi wajar kalau sekarang bisnis layanan di bidang ini terus bermunculan, baik skala kecil maupun besar.


Nah buat konsumen, ada istilah yang penting untuk diketahui, yakni Less Than Truckload (LTL) dan Full Truckload (FTL). Apa beda keduanya?


“Layanan LTL itu dipersiapkan bagi konsumen yang akan melakukan pengiriman kargo dalam skala kecil,” buka Nikho Alam, dari Tristar Transindo.

Dari sini biaya LTL ini lebih murah, sehingga cocok digunakan untuk konsumen yang sedang merintis bisnis skala kecil. Kenapa bisa lebih murah, karena saat pengiriman, konsumen bisa berbagi biaya transportasi dengan perusahaan atau pihak lain.

Ini memungkinkan sebab konsumen hanya menggunakan sebagian truk atau mobil pengirim untuk barang-barangnya saja, dan hanya membayar sesuai dengan jumlah produk yang dikirim serta lama perjalanan.

  • Sebagian kecil armada Tristar Transindo yang melayani pengiriman kargo LTL ke berbagai wilayah Jawa, Bali, hingga wilayah Indonesia Tengah dan Timur seperti Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur.

Beda dengan FTL yang lebih sering dipakai untuk tujuan bisnis dalam jumlah yang lebih besar dengan diangkut satu truk penuh, sehingga biaya lebih mahal jika dibandingkan sistem pengiriman LTL. Sementara kelebihannya terletak pada jangka waktu pengiriman yang jauh lebih singkat.


Balik ke LTL lagi, ada kelebihan ada pula kekurangannya, seperti seringnya barang terhenti dan mengalami pengemasan ulang karena kewajiban untuk menurunkan barang-barang yang telah tiba di tujuannya. Akibatnya, jangka waktu pengiriman menggunakan LTL cenderung lebih lama.


Namun demikian Nikho Alam mengatakan, sebagai bentuk layanan terbaru dari Tristar Transindo, LTL ini tak hanya mempermudah konsumen melakukan pengiriman kargo dalam skala kecil, tapi juga menjanjikan kualitas proses pengiriman barang yang baik.


“Pada proses pengiriman barang atau kargo ini, kami menggunakan unit yang prima, sehingga mutu, kualitas dan ketepatan waktu terjaga,” yakin Nikho.


“Ini bisa terjadi karena pengiriman LTL dilakukan menggunakan unit yang prima, mulai dari mobil engkel box (CDE), truk dan blind van,” terang Nikho sambil menambahkan pengiriman kargo LTL ini dipersiapkan Tristar Transindo untuk melayani pengiriman ke berbagai wilayah Jawa, Bali hingga wilayah Indonesia Tengah dan Timur seperti Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur.


Sebagai informasi, Tristar Transindo merupakan unit usaha dari Wahana Artha Group (WAG), yang bergerak di bidang layanan transportasi logistik. Selama ini Tristar melayani distribusi unit sepeda motor Honda dari PT Wahana Makmur Sejati (WMS), main dealer sepeda motor dan suku cadang Honda wilayah Jakarta-Tangerang.


Di samping itu, Tristar juga memiliki sejumlah klien pengguna jasa layanan transportasi logistik untuk berbagai jenis usaha. Untuk melihat beragam layanan yang tersedia, konsumen bisa mengakses langsung di sosial media Tristar Transindo, atau di www.tristartransindo.com.


Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi kali ini, seluruh layanan Tristar terapkan protokol tetap (protap) kesehatan yang ketat.


Dalam menjalankan operasionalnya, pengemudi menggunakan face shield, masker, sarung tangan dan selalu membawa hand sanitizer. Sebelum dan sesudah melakukan pengiriman, pengemudi juga diwajibkan untuk selalu mencuci tangan.


“Kami terapkan protap kesehatan yang ketat. Sehingga dalam melakukan proses pengiriman dapat kami jamin kru dalam keadaan yang bersih, karena menerapkan protokol kesehatan kerja yang berlaku,” tutup Nikho.


Teks: Setiawan AS

Foto: Tristar Transindo