top of page

ITS Kembangkan Baterai Cerdas Berbasis Material Kuantum untuk Energi Surya, Sasar Kebutuhan Wilayah Terpencil

Gambar penulis: Editor
Editor
7 menit yang lalu
2 menit membaca
BMSense ditujukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem penyimpanan energi cadangan, hingga pembangkit listrik off-grid.

Tampilan BMSense, baterai cerdas yang memadukan material kuantum dengan sistem pemantauan berbasis IoT.
Tampilan BMSense, baterai cerdas yang memadukan material kuantum dengan sistem pemantauan berbasis IoT.

OTOPLUS-ONLINE I Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan BMSense, teknologi baterai cerdas yang menggabungkan material berbasis kuantum dengan sistem pemantauan digital berbasis Internet of Things (IoT).


Inovasi ini dikembangkan untuk mendukung kebutuhan penyimpanan energi yang semakin meningkat, terutama seiring pemanfaatan energi terbarukan. BMSense ditujukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem penyimpanan energi cadangan, hingga pembangkit listrik off-grid.


Ketua Tim Peneliti BMSense, Grasianto SPd MSc PhD, mengatakan teknologi tersebut dirancang dengan mempertimbangkan sejumlah kebutuhan yang belum optimal pada baterai konvensional.


Ketua Tim Peneliti BM-Sense ITS Grasianto SPd MSc PhD menjelaskan detail komponen dan keunggulan BMSense Smart Battery.
Ketua Tim Peneliti BM-Sense ITS Grasianto SPd MSc PhD menjelaskan detail komponen dan keunggulan BMSense Smart Battery.

ā€œBaterai ini dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pemantauan, efisiensi energi, serta fleksibilitas sistem penyimpanan,ā€ ujar Grasianto yang merupakan dosen Departemen Kimia ITS.


BMSense menggunakan material LiPo Graphene berbasis material kuantum yang dipadukan dengan Battery Management System (BMS), mikrokontroler, serta sejumlah sensor. Sistem tersebut memungkinkan kondisi baterai dipantau secara real time, termasuk tegangan tiap sel, arus, suhu, dan kondisi baterai.


Sistem pemantauan baterai untuk memantau tegangan setiap sel, arus, suhu, hingga kondisi baterai lewat sistem digital secara real time.
Sistem pemantauan baterai untuk memantau tegangan setiap sel, arus, suhu, hingga kondisi baterai lewat sistem digital secara real time.

Baterai ini memiliki konfigurasi subkulit 3s dengan tegangan nominal 11,1 volt dan tegangan penuh 12,6 volt. Informasi kondisi baterai dapat ditampilkan melalui sistem digital sehingga pengguna memiliki gambaran lebih terukur mengenai kinerja sistem penyimpanan energi.


ā€œDengan kemampuan tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai kondisi baterai sehingga pemantauan sistem penyimpanan energi dapat dilakukan secara lebih terukur,ā€ jelas Grasianto.


Menurut ITS, pengembangan BMSense juga mempertimbangkan peluang penerapan teknologi penyimpanan energi di Indonesia. Kebutuhan PLTS, elektrifikasi sektor industri dan komersial, serta penyediaan energi di wilayah terpencil dinilai membuka peluang pemanfaatannya.


Riset ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari sejumlah departemen di ITS bersama PT Jokeen Solusi Teknologi dan Jokeen Energy. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong BMSense menuju tahap implementasi dan komersialisasi.


Teks: Indramawan

Foto: Humas ITS

Ā 
Ā 
logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2026 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page