ITS Kembangkan Baterai Cerdas Berbasis Material Kuantum untuk Energi Surya, Sasar Kebutuhan Wilayah Terpencil

BMSense ditujukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem penyimpanan energi cadangan, hingga pembangkit listrik off-grid.

OTOPLUS-ONLINE I Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan BMSense, teknologi baterai cerdas yang menggabungkan material berbasis kuantum dengan sistem pemantauan digital berbasis Internet of Things (IoT).
Inovasi ini dikembangkan untuk mendukung kebutuhan penyimpanan energi yang semakin meningkat, terutama seiring pemanfaatan energi terbarukan. BMSense ditujukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem penyimpanan energi cadangan, hingga pembangkit listrik off-grid.
Ketua Tim Peneliti BMSense, Grasianto SPd MSc PhD, mengatakan teknologi tersebut dirancang dengan mempertimbangkan sejumlah kebutuhan yang belum optimal pada baterai konvensional.

āBaterai ini dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pemantauan, efisiensi energi, serta fleksibilitas sistem penyimpanan,ā ujar Grasianto yang merupakan dosen Departemen Kimia ITS.
BMSense menggunakan material LiPo Graphene berbasis material kuantum yang dipadukan dengan Battery Management System (BMS), mikrokontroler, serta sejumlah sensor. Sistem tersebut memungkinkan kondisi baterai dipantau secara real time, termasuk tegangan tiap sel, arus, suhu, dan kondisi baterai.

Baterai ini memiliki konfigurasi subkulit 3s dengan tegangan nominal 11,1 volt dan tegangan penuh 12,6 volt. Informasi kondisi baterai dapat ditampilkan melalui sistem digital sehingga pengguna memiliki gambaran lebih terukur mengenai kinerja sistem penyimpanan energi.
āDengan kemampuan tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai kondisi baterai sehingga pemantauan sistem penyimpanan energi dapat dilakukan secara lebih terukur,ā jelas Grasianto.
Menurut ITS, pengembangan BMSense juga mempertimbangkan peluang penerapan teknologi penyimpanan energi di Indonesia. Kebutuhan PLTS, elektrifikasi sektor industri dan komersial, serta penyediaan energi di wilayah terpencil dinilai membuka peluang pemanfaatannya.
Riset ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari sejumlah departemen di ITS bersama PT Jokeen Solusi Teknologi dan Jokeen Energy. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong BMSense menuju tahap implementasi dan komersialisasi.
Teks: Indramawan
Foto: Humas ITS



