Jelang Lebaran Konflik Timur Tengah Kian Memanas, Pertamina Mulai Aktifkan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026
- Editor
- 3 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 Pertamina mulai bertugas 9 Maret - 1 April dan beroperasi di seluruh wilayah Indonesia pastikan BBM dan LPG aman.

OTOPLUS ONLINE I Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berpotensi memberi tekanan pada pasar energi global.
Konflik di wilayah yang menjadi pusat produksi minyak dunia itu dapat memicu kenaikan harga minyak serta meningkatkan risiko gangguan pasokan.
Dalam konteks tersebut, pembentukan Satgas Ramadan–Idulfitri oleh Pertamina menjadi langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG tetap aman di tengah lonjakan konsumsi energi selama musim mudik lebaran.
PT Pertamina (Persero) resmi mengoperasikan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri 2026/1447 H guna memastikan keandalan pasokan dan distribusi energi nasional selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Satgas tersebut mulai bertugas pada 9 Maret hingga 1 April 2026 dan beroperasi di seluruh wilayah Indonesia.
Pembentukan Satgas dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Pada periode ini, konsumsi bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan gas umumnya mengalami peningkatan seiring naiknya mobilitas masyarakat, terutama pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan pengalaman keberhasilan pengelolaan energi pada periode Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru 2025 menjadi bekal penting menghadapi Ramadan tahun ini.
“Keberhasilan Satgas Natal dan Tahun Baru 2025 yang lalu menjadi modal penting bagi Pertamina dalam menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri. Dengan persiapan yang matang, koordinasi lintas fungsi yang kuat, serta kolaborasi di seluruh lini operasional, kami optimistis mampu menjaga keandalan distribusi energi nasional,” ujarnya saat Kick Off Satgas di Grha Pertamina, Jakarta, Senin (9/3).

Untuk menjaga stabilitas pasokan energi, Pertamina telah melakukan berbagai langkah antisipatif melalui persiapan operasional lebih awal, penguatan koordinasi lintas unit, serta peningkatan sistem monitoring dan mitigasi risiko di seluruh rantai distribusi energi.
“Dengan langkah-langkah tersebut, ketersediaan BBM, LPG, dan gas selama Ramadan dan Idulfitri tetap aman dan mencukupi,” jelas Simon.

Seluruh operasional Satgas akan dipantau secara terintegrasi melalui Command Center dan Digital Monitoring System yang memungkinkan pemantauan distribusi energi secara real-time.
Sistem ini juga memanfaatkan data analitik dan predictive monitoring untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi serta memastikan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat.
Melalui kesiapan Satgas Ramadan dan Idulfitri ini, Pertamina berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan serta melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
Teks: Indramawan
Foto: Pertamina
