Kejurnas Drag Race 2026 Putaran 1 Surabaya Jadi Ajang Uji Coba Format Head-to-Head
- Editor

- 9 jam yang lalu
- 3 menit membaca
Format head-to-head diterapkan pada kelas kejurnas, menghadirkan duel langsung antar pembalap di posisi empat besar.

OTOPLUS ONLINE I Drag Day SRP 2026 Round 1 Kejurnas yang digelar pada 19 April 2026 di Atlantis Drag Strip Kenjeran Surabaya menghadirkan perubahan signifikan dalam regulasi balap.
Untuk pertama kalinya, format head-to-head resmi diterapkan pada kelas-kelas kejurnas, menghadirkan format duel langsung antar pembalap untuk menentukan pemenang di posisi empat besar.
Berbeda dengan format sebelumnya yang memungkinkan pembalap melaju sendiri, kini mereka harus berhadapan langsung di dua jalur lintasan.
Menurut Ketua Komisi Drag Race IMI Pusat, Dharma Sradha, penerapan format head-to-head ini merupakan hasil evaluasi panjang selama lebih dari 10 tahun dengan tujuan meningkatkan daya tarik dan kompetisi di dunia drag race nasional.
"Baru kita mulai tahun ini, dan seri pertama ini jadi uji coba,ā tandas Dharma.

Dari Sistem Perlombaan disebutkan, empat peserta terbaik dari hasil penyisihan akan memperebutkan Juara 1 sampai dengan Juara 4 melalui format head to head.
Dari sini, hanya satu nama pembalap berikut satu kendaraan yang berhak masuk dalam 4 besar.
Dengan kata lain, satu kendaraan tidak bisa dipakai oleh peserta lain dalam posisi empat terbaik.
Terkait hal ini, Dharma menjelaskan, tujuan format head-to-head yang diterapkan di seluruh kelas kejurnas ini adalah untuk menggairahkan ekosistem industri drag race secara keseluruhan.
āDrag race itu bukan cuma pembalap, tapi juga bengkel, spare part, dan industrinya. Kita ingin ekosistem ini hidup semua,ā jelas Dharma.
Sementara itu Wahyu Surya Dharma selaku Ketua Panitia Penyelenggara Drag Day SRP 2026 mengatakan, meski format head-to-head dinilai positif, tapi masih jadi PR di awal musim Kejurnas Drag Race 2026.

āSebenarnya bagus untuk entertain, dan juga untuk mengasah mental pembalap. Karena di head-to-head itu bukan cuma soal waktu, tapi juga bagaimana menghadapi lawan langsung,ā ujarnya.
Namun demikian, ia menyoroti bahwa penerapan sistem ini belum sepenuhnya ideal, terutama karena masih banyak pembalap yang menggunakan satu mobil untuk digunakan secara bersama.
āPR-nya sekarang, head-to-head itu idealnya satu mobil satu pembalap. Tapi kenyataannya masih banyak yang join satu mobil. Ini yang mungkin ke depan perlu dibenahi supaya ekosistemnya berkembang,ā jelasnya.

Terkait dengan pelaksanaan Drag Day SRP 2026 Round 1 Kejurnas, Wahyu mengapresiasi animo peserta yang masih sangat tinggi.
Sampai dengan Sabtu, 18 April 2026 pukul 14.00 sudah tembus 350 starter, dari target 500 starter.
"Ada yang datang dari Jakarta, Semarang, Jogja jadi tetap kompetitif,ā katanya.
Terlebih dengan hadirnya sponsor baru yang juga menjadi sorotan penting dalam musim ini.
Wahyu menyebut kehadiran Telkomsel di Kejurnas Drag Race melalui brand SIMPATI dengan jaringan HYPER 5G memberi dampak signifikan, terutama terhadap peningkatan nilai hadiah.
āDengan adanya sponsor, jelas jadi penyemangat. Hadiah juga meningkat, terutama untuk kejuaraan tim yang sekarang nilainya sampai ratusan juta. Dulu hanya piala dan piagam,ā ungkapnya.
Ia pun berharap para peserta bisa memanfaatkan peluang ini, khususnya dalam kejuaraan tim yang kini semakin kompetitif dan menjanjikan.

āSayang kalau tidak ikut kejuaraan tim. Dengan sistem poin yang ada, peluang itu tetap terbuka meskipun tidak ikut semua seri,ā pungkas Wahyu.
Dengan berbagai dinamika tersebut, penerapan format head-to-head di Kejurnas Drag Race 2026 menjadi langkah awal menuju kompetisi yang lebih kompetitif, sekaligus menantang kesiapan seluruh elemen di dalamnya.
Teks dan Foto: Indramawan




Komentar