• Editor

Kelebihan Mesin Baru Hino Euro 4 Berteknologi Common Rail

Mesin baru berteknologi common rail diklaim lebih tangguh, ekonomis dan ramah lingkungan.

Hino Ranger (kiri) & Hino Profia. Hino Ranger menguasai pasar medium truck di Tanah Air selama 22 tahun berturut-turut dengan pangsa pasar di atas 50%.


OTOPLUS-ONLINE I Hino hadir di Indonesia selama 40 tahun. Di tahun 2022 ini PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) meluncurkan line up kendaraan Hino dengan standar emisi Euro4. Untuk pengembangan kendaraan Euro4 ini, Hino tetap berkomitmen mempertahankan DNA Hino yaitu Quality Durability Reliability atau QDR.


Untuk memenuhi regulasi Euro4, Hino kini membekali produknya mulai dari light-duty truck Hino Dutro, medium-duty truck Hino Ranger, heavy-duty truck Hino Profia dan Hino Bus dengan mesin baru berteknologi common rail yang lebih tangguh, ekonomis dan ramah lingkungan.

Mesin Euro4 juga disematkan pada Hino Bus


Ada pun beberapa kelebihan mesin common rail Hino Euro 4 ini sudah dilengkapi Diesel Oxidation Catalyst (DOC) untuk mengurangi emisi gas buang karbon monoksida (CO), dan Hidrokarbon (HC).


Selain itu terdapat Exhaust Gas Recirculation (EGR) untuk menurunkan kadar emisi gas buang NOx, dan Selective Catalytic Reduction (SCR) untuk model tertentu.


Baca juga: Seperti Apa Teknologi Common Rail Pada Mesin Kendaraan Hino?


Mesin common rail Hino Euro4 juga memiliki Variable Nozzle Turbo (VNT) untuk meningkatkan suplai udara ke ruang bakar untuk menghasilkan tenaga secara responsif, serta ECU generasi terbaru yang telah terintegrasi dengan EDU.


Dengan beragam teknologi di dalamnya membuat mesin common rail Hino memiliki emisi gas buang ramah lingkungan, efisiensi bahan bakar yang baik, dan menghasilkan suara mesin halus dan minim getaran.

Masahiro Aso, Presiden Direktur PT Hino Motors Manufactruing Indonesia (HMMI)


Masahiro Aso, Presiden Direktur PT Hino Motors Manufactruing Indonesia (HMMI) mengatakan, “Untuk mencapai target emisi gas buang yang ditetapkan, sebaiknya menggunakan bahan bakar solar dengan minimal Cetane Number 51 dan kandungan sulfur maksimal 50ppm.”


Berbagai keunggulan Hino sebelumnya tetap disematkan pada kendaraan Hino Euro4. Mulai dari sasis yang kuat teruji di lapangan, gross vehicle weight (GVW) yang lebih optimal, sistem pengereman yang reponsif menggunakan full air brake dan ABS, hingga sistem bahan bakar dengan mekanisme 3 kali penyaringan bahan bakar dan injector dengan full Diamond Like Carbon (DLC) untuk meningkatkan ketahanan aus.


Baca juga: Fuso dan Kemenhub Kerjasama Lewat Teknologi Runner Telematics


“Kendaraan yang hari ini kami luncurkan, tidak hanya untuk memenuhi regulasi Euro4. Tapi untuk menguatkan posisi Hino sebagai pemimpin pasar yang terus berkontribusi untuk kemajuan dan pengembangan transportasi di Indonesia yang lebih ramah lingkungan.” ungkap Masato Uchida, Presiden Direktur HMSI.


Santiko Wardoyo, COO – Director HMSI, menambahkan, “Truk dan Bus Hino Euro4, memiliki transmisi dan mesin baru common rail yang tentunya tidak hanya kuat dan tangguh di segala medan operasi, namun juga memiliki emisi gas buang ramah lingkungan.”


Wajah Baru Hino Dutro

Hino Dutro dengan wajah baru


Hino Dutro kini tampil dengan wajah baru. Di model Euro4 ini, eksterior Hino Dutro hadir dengan beberapa perubahan seperti desain gril depan dan perubahan cover atas lampu yang kini menyatu dan lebih stylish, serta perubahan bumper depan yang dirancang menyesuaikan posisi fog lamp sehingga lebih dinamis.


Selain itu ada penambahan cover spion pada dudukan kaca spion yang berguna untuk mencegah pencurian.


Baca juga: Hino Rilis Medium Duty Truck Ranger FLX 260 JW (8×2) Bebas ODOL


Perubahan desain juga terdapat pada bagian interior. Dimana terdapat perubahan warna dashboard, door trim dan kursi yang kini berwarna coklat yang memberi kesan mewah, nyaman dan modern.


Semua perubahan desain baru ini memberikan tampilan yang lebih segar dan dinamis. Hino Dutro sendiri memiliki sasis yang tangguh, karena memiliki sasis tanpa sambungan, terdapat keling penguat diatas frame dan profil sasis yang tebal.


Teks: Nugroho Sakri Yunarto

Foto: HMMI