• Editor

Ketika After Sales Suzuki Menjadi Tulang Punggung

  • Teknisi Suzuki Mobil sedang melayani servis kendaraan pelanggan.

Pandemi COVID-19 tampaknya membuat banyak pihak ibarat manusia yang mengalami kurang darah, alias lesu dan tak bergairah. Semua sektor merasakannya, tanpa terkecuali di sektor industri otomotif tanah air.

Terlebih ketika terjadi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Jangankan berpikir untuk memiliki kendaraan baru, aktivitas dan mobilitas saja merosot drastis. Bagai meluncur dari atas air terjun Niagara. Yang ada, malah banyak masyarakat terpaksa dirumahkan dari pekerjaan, dan berakhir Putus Hubungan Kerja.

Ada yang tak sampai di PHK, tetapi melakukan kegiatan Work From Home (WFH). Otomatis banyak yang terbiasa berkendara pribadi untuk rutinitas kerja dari rumah ke kantor pergi-pulang, terkunci di WFH. Sehingga kendaraan banyak yang terparkir dalam waktu lama.

Untunglah, kondisi berangsur membaik, Indonesia mulai memasuki fase PSBB Transisi, atau biasa disebut era new normal. Aktivitas ekonomi berangsur pulih, penggunaan kendaraan kembali meningkat. Berdampak pada naiknya permintaan akan suku cadang untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum digunakan.

“Kami akui tiga bulan terakhir, tepatnya selama pandemi COVID-19, kami mengalami perubahan cukup dramatis. Bukan cuma di sales, spare part bahkan juga Suzuki Marine. Membuat kami cukup banyak melakukan penyesuaian. Mulai dari cara kerja karyawan, hingga ketika menghadapi konsumen,” kata Riecky Patrayudha, 4W, 2W & Marine Service Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), saat jumpa pers virtual, Selasa sore (8/7).

  • Pelumas Suzuki Ecstar (Suzuki Genuine Oil).

Namun, lanjut Riecky, PSBB Transisi membawa tren positif, sejalan dengan data PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) yang menunjukkan peningkatan penjualan suku cadang dan aksesori resmi Suzuki. Baik SGP (Suzuki Genuine Parts), SGO (Suzuki Genuine Oil), maupun SGA (Suzuki Genuine Accessories) untuk mobil, sepeda motor, serta Outboard Motor (OBM).

“Sempat penjualan anjlok total selama April-Mei 2020, sekitar 32%. Tapi nilai penjualan suku cadang Juni 2020 sudah mulai mendekati angka penjualan tahun lalu, sebesar 91,6%. Kontribusi kenaikan nilai penjualan terbesar diperoleh dari suku cadang sepeda motor sebesar 101,5%, juga penjualan oli sebesar 126,5%,” ujarnya.

Christiana Yuwantie, Sparepart Dept. Head PT SIM menambahkan, masuki masa transisi dan recovery pandemi COVID-19, permintaan konsumen untuk suku cadang memang mulai meningkat dan hampir kembali normal.

  • Suku cadang Suzuki dalam sebuah pameran.

“Dibuktikan dengan total angka penjualan suku cadang Suzuki, secara domestik maupun ekspor di semua segmen pada Juni 2020 mencapai angka 92%, jika dibanding periode bulan yang sama tahun 2019, setelah sempat turun tiga bulan berturut-turut, periode Maret - Mei 2020,” terangnya.

Jabodetabek disampaikan Christiana menjadi kontributor terbesar penjualan suku cadang dan aksesori. Dimana Juni 2020 berhasil meraih peningkatan revenue sebesar 135,5%, untuk sepeda motor dan 102,1% untuk segmen mobil, dibanding pencapaian tahun lalu pada periode yang sama. Jawa Tengah menyusul untuk segmen mobil dan sepeda motor, lalu Jawa Timur untuk sepeda motor, dan Sumatera untuk roda empat.

Enggan kehilangan momen, Suzuki melakukan Improvement On Service Activity. Antara lain program penambahan masa garansi mencapai 90 hari. Kemudian memperpanjang servis gratis selama 60 hari dari masa berlaku.


“Home service untuk perawatan berkala di 1.000Km, kelipatan 10.000Km - 20.000Km. Sedangkan yang di atas itu terpaksa harus datang ke bengkel. Karena membutuhkan peralatan lebih lengkap, di samping faktor safety. Sementara pick up service ditujukan pada perawatan berkala 30.000Km dan 40.000Km,” tukas Riecky.


Tidak ketinggalan Suzuki Emergency Roadside Assistant (SERA) bersama Halo Suzuki tetap beroperasi 24 jam seperti biasanya. “Sehingga jika konsumen mengalami kendala di jalan atau di rumah, kami tetap beroperasi seperti biasanya,” jelasnya.


Belum lagi ketersediaan layanan booking service. “Selain bengkel resmi, aplikasi My Suzuki juga menjadi alternatif saluran pembelian suku cadang, dan melakukan booking service,” kata Christiana.

Kalau sudah begini, wajar bila Suzuki menjadikan layanan after sales sebagai tulang punggung. “Betul sekali, after sales menjadi back bone, tulang punggung dalam kondisi pandemi. Seperti halnya dirasakan hampir seluruh agen pemegang merek (APM) otomotif. Mayoritas fokus pada after sales, untuk mengcover operasional dari dealer,” pungkas Riecky. Jadi pertanyaan, kira-kira sampai kapan ini berlangsung? Semoga badai segera berlalu.

Teks: Setiawan AS

Foto: Suzuki Indomobil Sales

S U B S C R I B E

© 2019 - 2020 otoplus-online