top of page

Marc Marquez Keok Dikeroyok Pembalap Aprilia di MotoGP Mandalika 2026, Gelar Juara Dunia Terancam!

Gambar penulis: Editor
Editor
5 jam yang lalu
2 menit membaca
MotoGP Mandalika 2026 jadi bukti, Marc Marquez tak cuma hadapi Jorge Martin dalam perebutan gelar juara dunia, tapi satu pasukan Aprilia!


OTOPLUS-ONLINE I Marc Marquez bukan hanya menghadapi Jorge Martin dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Di Mandalika, pembalap Ducati Lenovo Team itu harus berhadapan dengan kekuatan kolektif Aprilia yang menguasai empat posisi teratas Grand Prix Indonesia, Minggu (11/10/2026).



Marco Bezzecchi keluar sebagai pemenang setelah menaklukkan Raul Fernandez yang sempat memimpin balapan. Jorge Martin finis ketiga, disusul Ai Ogura di posisi keempat. Hasil ini menjadi gambaran betapa berat tantangan Marquez menghadapi dominasi Aprilia, bukan sekadar persaingan langsung dengan Martin.


Marquez sendiri harus puas finis keenam, terpaut 10,778 detik dari Bezzecchi. Padahal, sehari sebelumnya, ia sukses memenangi Sprint Race dan merebut puncak klasemen sementara.


Martin memanfaatkan hasil tersebut untuk kembali memimpin klasemen dengan 355 poin, unggul dua poin dari Marquez yang mengoleksi 353 poin.


Secara hasil, Mandalika memperlihatkan keuntungan besar yang dimiliki Aprilia. Ketika Martin berjuang mengamankan poin kejuaraan, Bezzecchi dan Fernandez mampu bertarung memperebutkan kemenangan, sementara Ogura memberikan tambahan poin penting bagi pabrikan Italia tersebut.



ā€œDengan hanya lima balapan tersisa, gelar juara lebih mungkin lepas daripada diraih. Namun, itu tidak mengubah cara saya berpikir dan bekerja, terutama bersama tim saya. Saya bukan pembalap yang mudah menyerah,ā€ ujar Marco Bezzecchi.


Namun, dominasi ini bukan bukti bahwa Aprilia menjalankan strategi khusus untuk menjegal Marquez. Yang terlihat jelas adalah keunggulan kompetitif mereka dalam balapan ini.


Marquez mengakui dirinya kesulitan mempertahankan kecepatan pada paruh kedua balapan.



ā€œPenurunan performa ban belakang sangat besar,ā€ ungkap Marquez, seperti dikutip Crash.net.


Ia juga menyadari bahwa untuk bersaing memperebutkan gelar, dirinya harus menerima kenyataan ketika lawan lebih cepat.


ā€œTerkadang pembalap lain memang lebih cepat dan saya harus menerimanya jika ingin memperjuangkan gelar juara,ā€ ujarnya.



Sementara itu, Martin menyebut hasil di Mandalika sebagai hari yang luar biasa.


ā€œHari ini adalah hari yang luar biasa. Kami berhasil merebut kembali posisi teratas klasemen,ā€ kata Martin.



Dengan lima seri tersisa, Marquez bukan hanya membutuhkan konsistensi untuk mengejar Martin. Ia juga harus menemukan cara menghadapi barisan Aprilia yang terbukti mampu mengubah persaingan gelar menjadi pertarungan yang jauh lebih rumit.


Mandalika menjadi peringatan bahwa jalan menuju gelar juara dunia belum tentu hanya ditentukan oleh duel dua pembalap.


Teks: Indramawan

logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2026 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page