Marc Marquez Pilih Bayar Pajak Tinggi Ketimbang Pindah ke Negara Bertarif Pajak Rendah, Ini Alasannya
- Editor

- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Marc Marquez mengaku tidak tertarik mengikuti jejak banyak atlet elite Spanyol yang pindah domisili demi memperoleh keuntungan pajak.

OTOPLUS-ONLINE I Di dunia MotoGP, bukan hal asing jika sejumlah pembalap memilih menetap di Andorra. Negara kecil di Pegunungan Pyrenees itu dikenal menawarkan tarif pajak yang lebih rendah dibanding Spanyol, sekaligus memiliki lokasi strategis dan fasilitas latihan yang mendukung atlet profesional.
Namun, juara dunia delapan kali Marc Márquez justru mengambil jalan berbeda.

Pebalap Ducati Lenovo Team itu mengaku tidak tertarik mengikuti jejak banyak atlet elite Spanyol yang pindah domisili demi memperoleh keuntungan pajak. Baginya, tinggal di tempat yang membuatnya nyaman dan mampu tampil maksimal di lintasan jauh lebih penting.
"Saya merasa bebas jika tinggal di tempat yang memang saya inginkan," ujar Márquez dalam wawancara dengan stasiun televisi Spanyol La Sexta, seperti dikutip Crash.net.
Marc mengaku memahami alasan sebagian atlet memilih tinggal di Andorra. Namun, keputusan tersebut bukanlah pilihan yang sesuai dengan prinsip hidupnya.
"Saya menghasilkan banyak uang. Setelah membayar pajak pun saya masih memiliki banyak. Jadi, saya tidak melihat itu sebagai masalah," ungkapnya.
Pernyataan tersebut bukan dimaksudkan untuk menyindir atlet lain yang memilih tinggal di luar Spanyol. Sebaliknya, Marc menegaskan bahwa setiap orang memiliki prioritas berbeda dalam menentukan tempat tinggal.
Menariknya, Marc Márquez ternyata pernah mencoba tinggal di Andorra.
Saat masih berusia sekitar 22 tahun, ia bahkan membeli sebuah rumah di negara tersebut. Namun, pengalaman itu tidak berlangsung lama.

Pebalap asal Cervera itu mengaku hanya bertahan sekitar dua bulan sebelum memutuskan kembali ke Spanyol.
"Saya menyadari bahwa rumah saya adalah Spanyol," katanya.
Sejak saat itu, Marc memilih tetap menetap di negaranya sendiri meski harus menghadapi beban pajak yang lebih tinggi dibanding jika tinggal di Andorra.

Dan ternyata, keputusan Marc ini juga dipengaruhi perjalanan kariernya. Setelah mengalami cedera lengan serius yang sempat menghambat kariernya sejak 2020, ia membutuhkan akses terhadap fisioterapis, pusat rehabilitasi, fasilitas latihan modern, hingga tim medis yang lengkap.
Semua kebutuhan tersebut dinilainya lebih mudah diperoleh di Madrid.
Karena itu, pertanyaan utama yang kini selalu ia ajukan bukan lagi mengenai besaran pajak suatu negara, melainkan tempat yang paling membantunya menjadi pembalap lebih kompetitif.

"Saya memilih tinggal di tempat yang membuat saya bisa tampil lebih baik," jelasnya.
Bagi Marc Márquez, keputusan mengenai tempat tinggal pada akhirnya bukan sekadar persoalan finansial. Faktor kualitas hidup, kedekatan dengan keluarga, serta dukungan terhadap karier justru menjadi pertimbangan utama, meski konsekuensinya ia harus membayar pajak lebih tinggi dibanding tinggal di negara dengan tarif pajak yang lebih rendah.
Teks: Indramawan
Foto: @marcmarquez93




Komentar