top of page
  • Editor

Menikmati Kuliner Madiun Bersama Yamaha Fazzio

Sembari merasakan bagaimana performa Yamaha Fazzio saat membawa barang bawaan yang banyak.

OTOPLUS-ONLINE I Kuliner di Madiun selalu identik dengan pecel dan brem. Kenyataannya ada banyak kuliner khas Madiun yang pantang dilewatkan ketika kalian berkunjung ke sana.


Sembari merasakan impresi berkendara jarak jauh Yamaha Fazzio yang kami pinjam dari PT Surya Timur Sakti Jatim (Yamaha STSJ).


Yuk kita jelajahi sarang kuliner Madiun!


Nasi Pecel

Aneka pilihan lauk untuk Pecel


Pecel adalah Madiun. Saking identiknya saat menyebut nama kota Madiun secara otomatis yang terlintas pertama kali adalah nasi pecelnya. Ada banyak sekali tempat, restoran atau warung yang menyediakan menu nasi pecel. Kru OTOPLUS ONLINE yang asli Madiun merekomendasikan dua tempat, yaitu Warung Bu Sugeng (depan stasiun kereta api), dan depot nasi pecel, serta rawon S.Wiryo di jalan HOS Cokroaminoto.

Warung Bu Sugeng buka 24 jam


Selain paling dekat dengan gerbang masuk kota Madiun, warung Bu Sugeng menyajikan banyak pilihan lauk-pauk dan ragam sayuran yang segar.

Tersedia menu rawon selain pecel


Kalau kalian datang dari arah Surabaya setelah melewati PT INKA (Industri Kereta Api) atau rel kereta api, belok ke kiri sampai dengan ketemu stasiun Madiun. Warungnya berlokasi di seberang stasiun. Harga per porsi nasi pecel dimulai dari Rp 12.000-an.

Depot nasi pecel dan rawon S. Wiryo berlokasi di tengah kota Madiun


Sementara depot nasi pecel dan rawon S. Wiryo berada Jl. HOS Cokroaminoto persis di jantung kota Madiun. Hanya sekitar 1-2 km dari titik Nol km perempatan Tugu Madiun dan dikenal sejak tahun 1966.


Baca juga: Yamaha Grand Filano Hybrid-Connected Terinspirasi Trend Fashion, Bikin Lebih Mahal dari Fazzio?


Dengan lokasi yang strategis dan sajian nasi pecel yang juga dengan berbagai macam pilihan lauk-pauk, depot ini juga menyajikan menu rawon khas Madiun yang tak kalah sedapnya.


Harga per porsinya mulai dari Rp 12.000-an. Di kedua tempat tersebut nasi pecel disajikan beralaskan pincuk daun pisang.


Brem

Brem merupakan hasil fermentasi sari tape ketan hitam


Jajanan yang juga identik dengan Madiun ini terbuat dari hasil fermentasi sari tape ketan hitam. Sari tape ketan hitam diambil sarinya, dimasak lalu diendapkan sehari-semalam kemudian dikeringkan.


Baca juga: Test Ride Yamaha Fazzio Lux: Apa Bedanya dengan Fazzio Neo?


Sensasi makanan ini muncul ketika makanan dimasukkan ke dalam mulut akan langsung mencair dan lenyap meninggalkan rasa 'semriwing' dan dingin di lidah.

Toko Mirasa terletak di pusat kota Madiun


Saat ini ada tiga produsen brem yang dikenal masyarakat, yaitu: Suling Gading, Mirasa dan Tamansari. Ketiganya kompak menawarkan ragam rasa dan kemasan namun tetap membawa sensasi brem-nya.

Suling Gading dan gerai lain tak hanya menjual brem tapi juga oleh-oleh khas Madiun lain


Gerai Suling Gading berada di Jl. Sulawesi (samping kantor Telkom), sedangkan Mirasa berada di area perempatan Tugu.

Pusat oleh-oleh Tamansari menjual beragam oleh-oleh khas Madiun


Sedangkan Tamansari memiliki tiga gerai; di Jl. Pahlawan, Jl. Raya Solo serta di Jl. Taman Praja (selatan perempatan Perum Bumi Mas).


Harga brem bervariasi tergantung ukuran kemasannya namun harganya dimulai dari Rp 7500-an.

Sirup lemon squash yang menyegarkan, dan krupuk puli khas Madiun


Setiap gerai produsen tersebut juga menyediakan oleh-oleh khas Madiun maupun jajanan lainnya seperti krupuk puli, semprong, bumbu pecel, keripik tempe, mimosa squash lemon, dan masih banyak yang lainnya.


Bluder

Varian rasa Bluder Cokro semakin beragam, ada taro, klepon, green tea dan lainnya


Bluder Cokro hadir di jalan Cokroaminoto No.36, Madiun pada tahun 1989. Sejak itu roti berbentuk piramid bertekstur lembut ini menjadi identik dengan Madiun.

Menempati bangunan baru dengan desain kekinian


Bluder Cokro terus berinovasi dengan menghadirkan pilihan rasa-rasa baru melengkapi pilihan rasa klasik yang mereka miliki.

Interiornya tak ubahnya cake shop modern


Saat ini tokonya menempati bangunan yang didesain kekinian baik eksterior maupun interiornya sehingga akan menggoda pengunjung untuk berswafoto, lokasinya di jalan Hayam Wuruk. .Harga bluder Cokro saat ini mulai Rp 9.000/potong


Putu Jumbo Timbangan

Putu Jumbo Timbangan berlokasi di sudut jalan Bali


Pengunjung harus siap antri jika ingin membeli penganan tradisional yang terbuat dari tepung beras dengan isian gula jawa bertabur parutan kelapa ini.

Satu bungkus isi 5 dijual dengan harga Rp 15.000


Lokasinya berada di pojok Jl.Bali. Putu Jumbo Timbangan ini sudah berjualan sejak 1972. Untuk setiap porsinya dibanderol Rp.15.000.


Dawet Suronatan

Menikmati dawet dengan hiburan musik akustik live


Depot ini merupakan salah satu kuliner minuman khas Madiun yang cukup terkenal serta sayang untuk dilewatkan. Berlokasi di jalan Merbabu yang tak jauh dari alun-alun dan masjid besar,

Dawet Suronatan berlokasi di jalan Merbabu, tak jauh dari alun-alun


Dawet Suronatan telah berdiri sejak tahun 1962. Semangkuk dawet berisi ketan hitam, jenang sumsum, tape dan cendol dengan kuah santan gula yang khas dengan harga Rp 10.000/porsi. Depot ini menyajikan berbagai menu lain baik makanan maupun minuman.


Es Bumi Hangus

Es bumi hangus dan es putri salju jadi menu wajib di Depot Es Segar


Generasi 90-an Madiun pasti tidak asing dengan nama menu minuman tersebut. Terletak di Jl. Dr. Soetomo, nama tersebut merupakan menu andalan Depot Es Segar.


Depot yang berdiri sejak 1990 tersebut cocok buat melepas dahaga atau mereka yang ingin bernostalgia dengan kota Madiun.

Depot Es Segar berlokasi di jalan Dr.Soetomo


Semangkuk Es Bumi Hangus berisi kolang-kaling/jeli, janggelan, dawet, mutiara, coklat, susu dan sirup panili/santan. Seporsi Es Bumi Hangus dibanderol Rp 13.000 (saat ini).


Selain menu tersebut juga masih banyak tersedia menu minuman yang namanya tak kalah unik, diantaranya: es cinderella, es padang pasir, es putri salju, dan masih banyak yang lainnya, termasuk juga untuk menu makanannya.


Sensasi Perjalanan Luar Kota Bersama Yamaha Fazzio

Setelah beberapa kali kami mencoba Yamaha Fazzio di jalanan perkotaan, kali ini kami coba menggebernya melibas trayek luar kota.


Hal utama yang ingin kami ketahui adalah seberapa efektif kehadiran teknologi hybrid di Fazzio dan ergonomi berkendara ketika digunakan untuk perjalanan panjang keluar kota.

Keberadaan motor listrik mendongkrak kemampuan akselerasinya


Kelebihan teknologi hybrid kami rasakan saat menyalip. Laju kendaraan seakan langsung melonjak saat throttle gas dipelintir, akselerasi pertengahan 40-60 km/jam terasa singkat sehingga membuat pengendara tak ragu saat akan menyalip.


Baca juga: Komparasi Yamaha Fazzio dan Vespa LX125 I-Get


Dengan bobot total 130 kg (pengendara dan pembonceng) yang dihambat oleh faktor angin yang lumayan kencang menghempas dari depan dan samping pada penghujung tahun 2022 lalu, kami meraih top speed 90 km/jam dengan posisi gas mentok.


Baca juga: Test Ride 5 Hari Yamaha Fazzio untuk Pemakaian Dalam dan Luar Kota, Bagaimana Hasilnya?


Penampang jok lebar dan tebal cukup nyaman di perjalanan jauh


Soal rasa berkendaranya, kontur jok Fazzio yang datar dengan penampang lebar dan cukup tebal membuat pantat tidak cepat panas dan didukung karakter suspensi yang moderat, pinggang juga tidak terlalu pegal pada perjalanan jauh.

Karakter sok belakang akan terasa pas saat dipakai berboncengan


Untuk rider berpostur 160-165 cm, ergonomi berkendara terasa tepat. Ruang dek yang lega memungkinkan kaki tidak terlalu menekuk selain dapat dimanfaatkan untuk memuat barang bawaan yang banyak. Oh ya, keberadaan dua hook model carabinet, meletakkan barang bawaan jadi gak khawatir terlepas dan terjatuh.

Bagasi cukup besar untuk dihuni tas ransel kecil


Melengkapi impresi Fazzio di perjalanan luar kota, kami juga mengetes konsumsi BBM-nya. Dengan metode full to full setelah menempuh jarak 178 kilometer, tangki kembali kami isi penuh hingga ke bibir tangki dan volume bensin yang ditambahkan sebanyak 3,41 liter sehingga didapatkan catatan konsumsi bahan bakar rata-rata yakni 52,2 km/liter, dengan kecepatan rata-rata luar kota 70-80 km/jam.

Dua hook model carabinet, meletakkan barang bawaan jadi gak khawatir terlepas dan terjatuh


Dengan kapasitas tangki bahan bakar sebanyak 5,1 liter untuk jarak tempuh Surabaya-Madiun tidak perlu mengisi di tengah jalan. Jadi bisa langsung sekali geber saja.


Baca juga: Kenapa Fazzio Hybrid Jauh Lebih Murah Ketimbang PCX Hybrid?


Kesimpulan kami, dengan gaya berkendara santai, skutik berteknologi hybrid ini masih cukup nyaman untuk dipakai perjalanan luar kota tentunya dengan tetap mengatur antara jarak, waktu dan kondisi tubuh baik pengendara maupun pembonceng.


Tidak perlu memaksakan diri untuk sekali geber karena idealnya berkendara motor sebaiknya beristirahat setiap 2 jam untuk menjaga kondisi tubuh.


Teks dan Foto: Arianto Sasongko

bottom of page