Panduan Rawat Auto Dimming Mirror atau Spion Anti-silau Otomatis Pada Mobil Premium
- Editor

- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Auto-dimming mirror memerlukan perawatan khusus karena komponen sensor dan cairan kimianya.

OTOPLUS ONLINE I Fitur electrochromatic mirror atau lebih dikenal dengan auto dimming mirror (spion anti-silau otomatis) sering ditemui pada spion tengah (rear-view) mobil-mobil modern khususnya mobil premium.
Fitur ini membantu meningkatkan keamanan berkendara khususnya saat malam hari.
Sesuai namanya, electrochromatic mirror mengandalkan cermin dengan lapisan electrochromatic yang akan bereaksi secara kimia (elektrokromisme) mengubah warna cermin dari bening menjadi gelap ketika dialiri arus listrik.
Arus Listrik akan mengalir dipicu oleh keberadaan sensor ambience untuk mendeteksi kegelapan lingkungan di sekitar mobil dan sensor silau yang mendeteksi sorotan cahaya dari belakang kendaraan.
Mekanismenya, ketika lingkungan gelap dan ada sorotan cahaya terang dari belakang maka kedua sensor akan aktif dan mengalirkan arus listrik ke lapisan electrochromic di dalam cermin.
“Spion ini membuat pengemudi tidak perlu lagi mengatur posisi spion untuk menghindari silauan cahaya seperti pada model konvensional yang dibekali daynight switch. Selain praktis, fitur ini juga membantu mengurangi kelelahan mata selama perjalanan jauh.,” ujar Rafii Sinurat, Head of After Sales Astra Peugeot.

Di dalam lapisan electrochromatic ada lapisan gel khusus yang akan bereaksi dari bening lalu menggelap (menjadi hijau/biru) secara otomatis untuk mereduksi silau.
Semakin terang cahaya yang terdeteksi, semakin gelap spion tersebut, dan akan kembali bening saat cahaya silau hilang.
Fitur ini dapat diaktif/nonaktifkan secara manual lewat tombol di frame spion tengah.
Perlu Dirawat
Agar selalu berfungsi sempurna, auto-dimming mirror memerlukan perawatan khusus karena komponen sensor dan cairan kimianya.
Pastikan untuk menghindari penggunaan cairan pembersih kaca berbahan amonia atau alkohol keras yang bisa merusak lapisan electrochromic.
Gunakan cairan pembersih kaca berbahan dasar air (water based cleaner) dan kain microfiber lembut.
Hindari menyemprotkan cairan langsung ke kaca; semprotkan ke kain terlebih dahulu untuk mencegah cairan meresap ke sela-sela spion.
Jangan melipat spion elektrik secara manual, terutama yang memiliki fitur retract otomatis, karena dapat merusak gigi motor penggerak di dalamnya.
Setelah mencuci mobil atau kehujanan, pastikan area spion kering sempurna untuk menghindari air masuk ke komponen elektrik yang berpotensi menyebabkan korsleting.
Bersihkan sensor cahaya yang berupa titik kecil pada kaca spion secara rutin untuk mencegah penumpukan debu yang bisa mengganggu fungsi auto-dimming.
Jika spion menunjukkan tanda kerusakan seperti ada kebocoran cairan, timbul gelembung, atau tidak lagi meredup, segera saja periksakan ke bengkel spesialis.
Teks dan Foto : Nugroho Sakri Yunarto




Komentar