Tren Curved Display Pada Mobil: Kelebihan‑Kekurangan dan Arah Pengembangan
- Editor

- 1 hari yang lalu
- 3 menit membaca
Tren curved display memberikan pengalaman visual, ergonomi, dan konektivitas lebih canggih bagi pengemudi maupun penumpang.

OTOPLUS ONLINE I Perkembangan teknologi digital membuat interior mobil modern semakin menyerupai ruang interaktif berteknologi tinggi.
Salah satu tren paling menonjol adalah penggunaan curved display atau layar melengkung di dashboard.



Teknologi ini hadir pada berbagai mobil baru seperti Hyundai Tucson, BMW iX, serta Mercedes-Benz EQS yang menggunakan sistem layar digital terintegrasi untuk instrument cluster dan infotainment.
Pendekatan ini membuat kabin terasa lebih futuristik sekaligus memudahkan pengemudi mengakses berbagai informasi kendaraan.

Tren layar melengkung di mobil produksi massal mulai mendapat perhatian besar sejak hadirnya Cadillac Escalade tahun 2021. SUV mewah ini memperkenalkan curved OLED display 38 inci yang membentang di dashboard.
Teknologi tersebut dikembangkan oleh LG Electronics dan menjadi salah satu implementasi layar OLED melengkung pertama di kendaraan produksi.
Menurut keterangan resmi LG, sistem ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman visual di kabin sekaligus memberikan kualitas tampilan yang lebih baik bagi pengemudi.
“Sistem layar otomotif P-OLED pertama di industri ini menawarkan kualitas gambar superior dengan desain melengkung yang meningkatkan visibilitas pengemudi serta estetika kokpit kendaraan.”
Sumber: LG Electronics Newsroom
Sejak saat itu, berbagai pabrikan mulai mengembangkan interpretasi mereka sendiri. BMW memperkenalkan BMW Curved Display pada model iX dengan kombinasi layar 12,3 inci dan 14,9 inci dalam satu panel melengkung yang menghadap ke pengemudi.
BMW menjelaskan bahwa desain ini dibuat untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih intuitif di dalam kabin.
“BMW Curved Display menggabungkan layar informasi dan layar kontrol dalam satu unit yang diarahkan kepada pengemudi.”
Sumber: BMW Group Press
Sementara itu, Mercedes-Benz melangkah lebih jauh dengan menghadirkan MBUX Hyperscreen pada EQS.




Sistem ini mengintegrasikan tiga layar besar di bawah satu kaca melengkung yang membentang hampir sepanjang dashboard.
“Dengan MBUX Hyperscreen, kaca melengkung besar menyatukan tiga layar secara mulus menjadi satu unit tampilan.”
Sumber: Mercedes-Benz Group
Selain memberikan tampilan futuristik, curved display juga memiliki beberapa keunggulan praktis.
Layar yang melengkung mengikuti kontur dashboard dapat meningkatkan ergonomi visual, karena informasi lebih mudah dibaca tanpa mengalihkan pandangan terlalu jauh dari jalan.
Integrasi berbagai fungsi, seperti panel instrumen, navigasi, hingga kontrol kendaraan, juga membuat desain interior terlihat lebih rapi dan modern.
Meski demikian, teknologi ini masih menghadapi beberapa tantangan.
Panel OLED melengkung memiliki biaya produksi yang lebih tinggi dibanding layar datar, serta memerlukan desain antarmuka yang lebih kompleks agar informasi tetap mudah dibaca di seluruh bagian layar.
Selain itu, panel OLED juga memiliki potensi burn-in jika elemen grafis statis ditampilkan terlalu lama.
Ke depan, pengembangan teknologi layar di industri otomotif diperkirakan akan semakin maju.
Produsen layar seperti LG dan Samsung tengah mengembangkan OLED fleksibel, layar rollable, hingga konsep display pillar-to-pillar yang membentang dari sisi kiri hingga kanan dashboard.
Dengan integrasi teknologi digital seperti kecerdasan buatan dan augmented reality, curved display diproyeksikan menjadi pusat interaksi utama di kabin mobil masa depan.
Tren ini menunjukkan bahwa interior kendaraan tidak lagi sekadar ruang berkendara, melainkan lingkungan digital yang dirancang untuk memberikan pengalaman visual, ergonomi, dan konektivitas yang lebih canggih bagi pengemudi maupun penumpang.
Teks: Indramawan
Foto: dari berbagai sumber




Komentar