• Editor

Pembalap MotoGP Pun Diwajibkan Bersih-Bersih Trek Mandalika!

Jalannya hari pertama tes resmi MotoGP 2022 yang digelar pada Jumat, 11 Februari 2022 di sirkuit Mandalika diwarnai red flag akibat sirkuit tertutup lumpur.

Berada di tepi pantai, Sirkuit Mandalika memberikan masalah sendiri akibat pasir dan debu yang terbawa angin dan menutup permukaan trek yang tidak pernah dipakai menggelar balap sejak WSBK pada November 2021


OTOPLUS-ONLINE I Rapat darurat yang digelar pada hari pertama tes resmi MotoGP 2022 yang digelar pada Jumat, 11 Februari hari ini di sirkuit Mandalika menghasilkan keputusan kontroversial. Bayangkan, semua pembalap wajib menyelesaikan 20 lap (putaran) di atas motor besutannya, di atas trek yang kotor!

Upaya membersihkan trek dengan mesin tidak membuahkan hasil


Keputusan ini dibuat karena upaya membersihkan trek dengan mesin tidak membawa hasil optimal. Dari sinilah ide untuk meminta pembalap MotoGP rame-rame membesihkan trek dengan menggunakan motor itu muncul.


Tujuannya kira-kira agar aspal yang terbilang masih baru itu 'memakan' karet ban sehingga diharapkan memiliki cengkeraman yang cukup.


Baca juga: Kesiapan Sirkuit Mandalika Gelar MotoGP 2022 Jadi Perhatian Besar Presiden Jokowi


Ya, satu lagi pembelajaran berharga didapat Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku promotor resmi MotoGP dan WorldSBK di Indonesia terkait pelaksanaan gelaran balap di Pertamina Mandalika Circuit, Indonesia.

Cipratan lumpur menempel pada motor Fabio Quartararo


Sejak terakhir menggelar World Superbike (WSBK) pada November 2021 lalu, sirkuit Mandalika tidak pernah lagi menggelar balap. Akibatnya, permukaan trek lama tertutup debu dan kotoran.

Sesi tes diwarnai hujan pada pagi harinya


Dan ketika hujan turun di awal sesi tes resmi pada hari Jumat ini, debu yang menumpuk ini berubah menjadi lumpur. Wajar jika kemudian bendera merah (red flag) dikibarkan, dan sesi pun terhenti sekitar 90 menit menunggu pembersihan trek dilakukan, dan termasuk digelarnya rapat darurat tersebut.

Terlihat betapa kotornya permukaan trek (sebelah kiri) yang tidak dilewati pembalap


Meski demikian, keputusan kontroversial ini membawa hasil positif. Setelah selama 20 putaran dilibas sebanyak 24 motor prototype yang harganya tak terhingga itu, lambat laun lumpur di atas trek mulai berkurang, dan paling penting aspal memiliki grip atau cengkeraman yang berasal dari karet ban yang dimakan permukaan aspal.

Tampak terlihat dengan jelas, lapisan pasir yang terlempar saat Fabio Quartararo berakselerasi melakukan latihan start


Usut punya selidik, ternyata ide 'kerja bakti' pembalap ini diusulkan oleh Alex Marquez, adik Marc Marquez yang kini membalap untuk LCR Honda Castrol.

Alex Marquez (#73) dan Maverick Vinales (#12)


"Pagi itu, trek sangat kotor sekali. Semua pembalap saling tunggu ada yang turun ke trek duluan untuk membersihkannya. Tapi nyatanya, nggak ada yang mau turun duluan. Dari situlah akhirnya saya bilang ke Race Direction untuk mewajibkan semua pembalap turun 20 putaran hingga beberapa jam. Akhirnya, mereka (Race Direction) membuat keputusan itu, dan semua pembalap wajib turun 20 lap sebelum jam 3 sore," jelas Alex.


Baca juga: Presiden Jokowi: Kru dan Tim Peserta MotoGP Mandalika Tak Perlu Karantina


Namun demikian, beragam komentar muncul dari pembalap yang rata-rata jengkel karena bukannya disuruh balapan, tapi justru dipaksa bersih-bersih trek.

Andrea Dovizioso


"Semua pembalap takut pada awalnya, namun akhirnya keputusan meminta pembalap membersihkan trek dengan cara ini adalah benar. Tapi hal seperti ini tidak perlu terjadi, karena sudah jelas, trek ini kotor sekali. Kondisinya benar-benar tidak mungkin bisa dipakai. Saya belum pernah alami hal seperti ini. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan yang terjadi di Argentina. Ini debunya ada di mana-mana, sangat banyak sekali," komentar Andrea Dovizioso yang kini bergabung dengan tim WithU RNF Yamaha.

Brad Binder


Sementara Brad Binder, pembalap Red Bull KTM Factory Racing mengatakan, keputusan itu benar. "Sebab mereka sudah mencoba membersihkan tikungan 1 dan 2 (dengan mesin) begitu juga seluruh trek, tapi hasilnya kurang bagus. Jelas trek ini butuh karet (ban)."

Aleix Espargaro


Beda dengan Aleix Espargaro pembalap Aprilia Racing yang bersuara keras menentang keputusan ini. "Saya tidak suka sama sekali dengan keputusan yang mereka ambil, tim bersama dengan Dorna yang memaksa kami semua membersihkan trek. Ini bukan solusi, karena saya kemari bukan untuk bersih-bersih trek!"

Hasil MotoGP Official Test - Mandalika Hari Pertama (Top 10)


Teks: Indramawan

Foto: motogp.com