• Editor

Presiden Jokowi: Kru dan Tim Peserta MotoGP Mandalika Tak Perlu Karantina

Kru dan tim peserta MotoGP harus jalani sistem travel bubble, sehingga tidak diperbolehkan berinteraksi di luar rombongan mereka.

Foto ilustrasi: Presiden Jokowi saat meninjau kesiapan penyelenggaraan MotoGP di sirkuit Mandalika pada Kamis, 13 Januari 2022. (Foto: BPMI Setpres/ Muchlis Jr)


OTOPLUS-ONLINE I Pemerintah Indonesia akhirnya membuat aturan khusus kepada pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) untuk gelaran MotoGP Mandalika mendatang, terutama bagi kru dan tim peserta di masa pandemi ini.


Mereka tidak perlu melakukan karantina selama 7 atau 10 hari, namun harus menjalani travel bubble, di mana mereka tidak diperbolehkan berinteraksi di luar rombongan mereka.


Hal ini disampaikan Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa, seperti dikutip dari Kantor Berita Radio Nasional (KBRN) melalui situs resminya rri.co.id pada Rabu, 19 Januari 2022 lalu.

"Nanti kami akan buat travel bubble, nggak perlu karantina bagi pembalap. Tapi, harus negatif saat tes PCR dan vaksin komplet dua kali," ujar Presiden Jokowi.

Melalui sistem travel bubble ini, para pembalap dan kru tidak diperbolehkan berinteraksi di luar rombongan mereka (Foto: Asia Talent Cup)


Dijelaskan oleh Presiden, dengan sistem travel bubble ini, para pembalap dan kru yang bertugas nantinya akan diangkut dari Singapura ke Lombok demi menjaga keselamatan dan tak berinteraksi dengan pihak lain. Jadi tak akan melewati karantina terlebih dulu.


Baca juga: Kesiapan Sirkuit Mandalika Gelar MotoGP 2022 Jadi Perhatian Besar Presiden Jokowi


Sebelumnya, Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna Sports, S.L. selaku pemegang hak komersial untuk olahraga balap motor MotoGP sempat membuat pernyataan yang menolak dilakukannya karantina.


"Kami tidak akan menerima karantina. Jika kami diminta melakukan karantina selama 14 hari, jawabannya jelas: tidak! Kami tidak akan balapan di sana!” ujar Ezpeleta dikutip dari GPone.


Baca juga: Khofifah Jajal Sirkuit Mandalika Bersama Mario Aji, Pembalap Moto3 Asal Magetan


Isu pembatalan GP Mandalika yang muncul akibat pernyataan ini pun menyeruak dan mendapat respon keras dari Sandiaga Salahuddin Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Foto Ilustrasi: Kru dan tim peserta MotoGP Mandalika mendatang tak perlu melakukan karantina selama 7 atau 10 hari, namun harus menjalani travel bubble (Foto: kemenparekraf.go.id)


"Tegas saya sampaikan bahwa kita ini negara hukum yang sudah menerapkan pengendalian pandemi covid-19 sesuai dengan kaidah terbaik bahkan telah mendapat pujian dari dunia."


Baca juga: Panduan Turing Surabaya-Mandalika (Etape 3): Tiba di Mataram Menuju Sirkuit Mandalika


"Sekali lagi saya harus tegaskan bahwa penyelenggaraan event MotoGP harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia yang mengedepankan keselamatan dan juga kepulihan ekonomi." Begitu pernyataan Sandiaga Salahuddin Uno dikutip dari akun instagram-nya.

Jokowi meminta kepada pihak penyelenggara untuk membatasi jumlah penonton separuh dari kapasitas tribun sirkuit Mandalika (Foto: Dok. Otoplus-online)


Sementara terkait jumlah penonton, Jokowi menyatakan saat ini masih memonitor situasi penyebaran Omicron di Indonesia. Namun Jokowi meminta kepada pihak penyelenggara untuk menghadirkan penonton separuh dari kapasitas tribun. "Kami akan monitor situasi. Sementara ini, saya minta separuh dari kapasitas yang 193 ribu," kata Jokowi.


Teks: Indramawan