Pemberlakuan Kebijakan Bensin dengan Campuran Etanol (E5) Per Juli 2026 Banyak Manfaatnya, Asal...
- Editor

- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Bensin dengan Campuran Etanol 5% atau E5 mmemberikan banyak keuntungan salah satunya peningkatan angka oktan.

OTOPLUS-ONLINE I Uni Eropa secara resmi mulai mengadopsi dan menetapkan standar bahan bakar dengan campuran etanol 5% (dikenal sebagai E5) pada tahun 2009 melalui Fuel Quality Directive (Direktif Kualitas Bahan Bakar) 2009/30/EC.
Artinya sejak 2009 semua mobil yang diproduksi dan beredar di Eropa sudah kompatibel dengan bensin beretanol 5%. Peugeot salah satunya.
“Semua model Peugeot produksi 2000 ke atas, telah dirancang kompatibel dengan penggunaan bensin yang mengandung etanol. Selain sistem bahan bakar yang telah disesuaikan, tangki bahan bakarnya juga aman diisi bensin dengan kandungan etanol karena terbuat dari material plastik bukan besi,” ujar Rafii Sinurat, Head of After Sales Astra Peugeot.
Sementara Indonesia baru mulai memberlakukan kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan pada Juli 2026 ini.
Sejatinya selain mereduksi emisi, kandungan etanol dalam bahan bakar juga memberikan keuntungan berupa peningkatan angka oktan. Oktan yang lebih tinggi membantu proses pembakaran menjadi lebih sempurna sehingga mampu mengurangi gejala knocking pada mesin.
Karakteristik tersebut sesuai dengan kebutuhan mesin-mesin Peugeot yang umumnya memiliki rasio kompresi tinggi dan memang dirancang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi.

Meski demikian, ada karakteristik bensin beretanol yang harus dipahami. Bensin dengan etanol seperti Pertamax Green punya sifat higroskopis alias mudah menyerap uap air dari udara.
Apabila kendaraan jarang digunakan dan bahan bakar tersimpan terlalu lama di dalam tangki, kandungan air berpotensi meningkat dan memicu korosi pada komponen tertentu.
Kalau kendaraan Anda mengonsumsi bensin beretanol, sebaiknya hindari terparkir terlalu lama di garasi.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, pemilik kendaraan disarankan menjaga volume bahan bakar tetap cukup penuh sehingga ruang kosong di dalam tangki menjadi lebih sedikit dan kondensasi uap air dapat diminimalkan.

Seandainya dibutuhkan penggantian komponen, untuk menjaga performa dan keandalan kendaraan, pastikan spare part yang dipasangkan seperti slang bahan bakar atau fuel pump sesuai dengan spesifikasi pabrikan.
“Amannya serahkan pekerjaan ini ke bengkel resmi yang memberikan jaminan spare part dan jasa servis,” pungkas Rafii.
Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto




Komentar