Porsche Pasang Strategi Value Over Volume di 2026 Setelah Penjualan Global Turun 10 Persen
- Editor

- 9 jam yang lalu
- 3 menit membaca

Strategi ”Value Over Volume” ini menempatkan kualitas pendapatan, komposisi varian bernilai tinggi, serta eksklusivitas produk di atas target volume penjualan semata.
OTOPLUS.ONLINE I Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika geopolitik, Porsche AG menegaskan strategi “value over volume” sebagai arah utama bisnisnya memasuki tahun 2026.
Pendekatan ini menempatkan kualitas pendapatan, komposisi varian bernilai tinggi, serta eksklusivitas produk di atas target volume penjualan semata.
Menariknya, strategi “value over volume” ini dibuat setelah penjualan global Porsche mengalami penurunan 10 persen di tahun 2025 kemarin.
Data yang dirilis pabrikan otomotif yang bermarkas di Stuttgart – Jerman ini menunjukkan Porsche mengirimkan total 279.449 unit kendaraan kepada pelanggan di seluruh dunia pada tahun 2025.
Turun 10 persen dibanding angka tahun 2025 lalu yang tercatat sebesar 310.718 unit.
Namun dalam keterangan yang dikirimkan ke Redaksi pada Selasa, 20 Januari 2026 hari ini, Porsche AG mengatakan, penurunan ini sebagai bagian dari strategi yang telah diperhitungkan, bukan semata-mata pelemahan kinerja!
“Setelah beberapa tahun mencatatkan rekor, pengiriman kami pada 2025 berada di bawah level sebelumnya dan ini sejalan dengan ekspektasi kami,” ujar Matthias Becker, Member of the Executive Board for Sales and Marketing Porsche AG.
“Kami secara konsisten mengelola pasokan dengan pendekatan value-oriented, terutama di tengah keterbatasan suplai dan kondisi pasar tertentu.”
Fokus pada Produk Bernilai Tinggi dan Varian Strategis

Strategi value over volume tercermin dari keputusan Porsche untuk mengatur suplai model tertentu, seperti 718 dan Macan bermesin pembakaran, serta tetap selektif di pasar Cina yang mengalami tekanan kuat di segmen kendaraan mewah.
Di sisi lain, Porsche justru menegaskan posisi produknya melalui model-model bernilai tinggi. Porsche 911 kembali mencetak rekor pengiriman global 51.583 unit, menegaskan perannya sebagai ikon utama merek.
Kehadiran varian 911 Turbo S dengan teknologi T-Hybrid juga menjadi simbol pendekatan performa tinggi yang sejalan dengan elektrifikasi.
Elektrifikasi Jadi Pilar Nilai Jangka Panjang

Pada 2025, 34,4 persen kendaraan Porsche yang dikirimkan secara global merupakan model elektrifikasi, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari angka tersebut, 22,2 persen adalah mobil listrik murni dan 12,1 persen plug-in hybrid.
Di Eropa, untuk pertama kalinya, pengiriman kendaraan elektrifikasi melampaui model bermesin pembakaran murni, dengan porsi mencapai 57,9 persen.
Pada lini Panamera dan Cayenne, varian plug-in hybrid mendominasi penjualan, memperkuat narasi bahwa elektrifikasi tidak hanya soal volume, tetapi juga nilai dan preferensi pelanggan premium.
Macan dan Cayenne Tetap Jadi Pilar Bisnis

Meskipun strategi berfokus pada nilai, Porsche tetap mempertahankan model yang telah berkontribusi besar. Macan menjadi lini terlaris dengan 84.328 unit, di mana lebih dari separuhnya berasal dari versi listrik penuh.
Sementara itu, Cayenne membukukan 80.886 unit pengiriman, meski mengalami koreksi akibat efek percepatan pengiriman pada tahun sebelumnya.
Peluncuran Cayenne Electric pada akhir 2025 juga dipandang sebagai langkah strategis, bukan untuk mengejar volume cepat, melainkan membangun fondasi nilai jangka panjang di segmen SUV listrik premium.
Amerika Utara Tetap Jadi Pasar Kunci

Dari sisi regional, Amerika Utara mempertahankan posisinya sebagai pasar terbesar Porsche, dengan 86.229 unit pengiriman.

Sebaliknya, pasar Cina mengalami penurunan signifikan sebesar 26 persen, yang kembali menegaskan keputusan Porsche untuk tidak terlibat dalam perang harga dan tetap menjaga positioning merek.
Menuju 2026: Eksklusivitas dan Personalisasi

Memasuki 2026, Porsche menegaskan bahwa perencanaan volume akan disusun secara realistis, terutama setelah penghentian produksi 718 dan Macan bermesin pembakaran.
“Fokus kami pada 2026 adalah menyeimbangkan permintaan dan pasokan sesuai strategi value over volume,” tegas Becker.
Selain elektrifikasi dan strategi powertrain tiga pilar (ICE, hybrid, EV), Porsche juga memperluas layanan personalisasi melalui Porsche Exclusive Manufaktur dan program Sonderwunsch, menjawab meningkatnya permintaan konsumen akan kendaraan yang benar-benar individual dan eksklusif.
Dengan pendekatan ini, Porsche menegaskan bahwa pertumbuhan tidak selalu berarti menjual lebih banyak unit, melainkan membangun nilai merek, margin berkelanjutan, dan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.
Teks: Indramawan
Foto: Porsche AG




Komentar