• Editor

Restorasi Indian Scout 1923 Wall of Death untuk Pemain Tong Setan di Belanda

Motor koleksi Indian Motorcycles Museum ini dibuat untuk mengenang keluarga van der Pouw Kraan yang menghabiskan hidupnya di pasar malam di mana atraksi Wall of Death digelar.

OTOPLUS-ONLINE I Indian Scout Wall of Death 1923 yang cantik ini adalah hasil restorasi kedua yang dilakukan Tony “Indian” Leenes, pria pemilik Indian Motorcycles Museum yang ada di Lemmer, Fryslân, yang ada di bagian utara Belanda. Kedua? Ya, sebab restorasi Indian Scout Wall of Death 1923 yang pertama telah laku dibeli salah seorang pengunjung museum.


Baca juga: Restorasi Motor Klasik Indian Powerplus 1919 Ini Butuh Waktu 3 Tahun

“Sebenarnya sayang juga, sebab saya sudah memiliki motor itu selama 25 tahun," buka pria berambut kriwil yang tak bisa lepas dari cerutu itu. "Sampai suatu ketika, ada seorang remaja bersama bapaknya berkunjung ke museum, dan tiba-tiba berkata kepada saya ingin membeli motor Wall of Death itu."

Langsung saja waktu itu Tony menjawab, "Tidak mungkin! Sebab motor itu bagian dari koleksi museum ini." Namun Tony kemudian berpikir dua kali ketika remaja itu bertanya, "Berapa sih yang saya inginkan, seandainya saya ingin menjual motor itu..."

Meski tampak menggiurkan, namun Tony juga tak ingin kehilangan koleksi spesial miliknya. Sampai akhirnya dia menemukan solusi terbaik. Bisa saja Tony membuatkan model serupa Indian Scout versi Wall of Death itu dengan menggunakan komponen-komponen yang telah disimpannya bertahun-tahun.

"Tapi solusi ini tidak berhasil! Dia ingin Scout ini karena motor ini tercatat dalam Indian Book dengan atas nama saya." Karena penasaran, Tony pun akhirnya memutuskan menelpon remaja itu.

"Saya akan melakukan restorasi motor dengan komponen yang saya punya, dan kamu yang menanggung semua biaya, dan kemudian motor yang satunya lagi bisa jadi milikmu," kisah Tony. Dan ternyata remaja itu langsung setuju dan mengambil motor itu keesokan harinya.

Tony pun kemudian mengumpulkan semua komponen yang dia simpan, hasil bertahun-tahun berburu di pameran, pasar jongkok, dan lain-lain. Kemudian dia mulai membuat konstruksi Scout dalam versi kasar, untuk mengetahui apakah komponen sudah lengkap.

"Wall of Death Scout ini dibangun secara lengkap menggunakan komponen baru," ujar Tony sambil menunjuk crankcase dan menjelaskan, tahun 1923 adalah tahun terakhir Hendee Manufacturing Co. mengerjakan bak mesin.

Indian Scout Wall of Death sendiri didesain oleh pembalap motor asal Irlandia, Charles B Franklin dengan menggunakan rangka yang kuat dan handling yang lincah dan gesit sehingga cocok digunakan untuk atraksi Wall of Death.


Tentang Wall of Death dan Keluarga Pouw Kraan

Wall of Death atau kalau di Indonesia lebih dikenal dengan istilah Tong Setan, adalah aksi akrobatik di atas motor yang melaju berputar-putar dengan kecepatan tinggi di sebuah lintasan parabola.

  • Jan van der Pouw Kraan, seorang pemain Wall of Death ternama di Belanda bersama seorang penonton wanita

  • Foto lama Wall of Death, yang dulu disebut 'Steilwand’ dalam bahasa Belanda

Untuk melakukan aksi ini pengendara bergantung pada nyali dan keterampilannya, serta motor yang dipersiapkan sedemikian rupa hingga mampu melakukan manuver berbahaya.

  • Inisial P.K pada sadel menunjukkan motor ini dibuat untuk mengenang keluarga Pouw Kraan

Motor ini dibuat untuk mengenang keluarga van der Pouw Kraan. Itu bisa kita lihat dari sadel bertuliskan inisial P.K. Keluarga Pouw Kraan ini menghabiskan hidupnya di pasar malam di mana atraksi Wall of Death digelar, dengan mengendarai Indian Scouts tahun 1923, dan yang satunya lagi tahun 1925.

  • 'The Globe' milik Keluarga Pouw Kraan dengan tulisan "Gebr. van der Pouw Kraan" atau Pouw Kraan Bersaudara)

  • Jan bersama istrinya, Jo van der Pouw Kraan melakukan atraksi Wall of Death bersama

Tak hanya itu saja. Ibu Jo dan Bapak Jan (nama pasutri di Keluarga Pouw Kraan) juga memiliki 'tong' yang mereka beli setelah Perang Dunia II, sebelumn menjualnya lagi tahun 1957. Mereka menggunakan tong ini untuk melakukan aksi berbahaya bersama-sama. Bahkan sering juga mengajak anak laki-laki mereka untuk ikut bermain, dengan duduk di atas tangki motor Indian itu.


Saya pun menyempatkan berbicara dengan Joop dan Ad van der Pouw Kraan. Kebetulan mereka ingat dengan baik masa-masa itu. "Ayah saya mulai bermain dengan 'The Globe' (sebutan untuk tong) di pasar malam sejak masih muda, tepatnya setelah perang," kata Ad.


Ad juga menjelaskan, kenapa pada salah satu foto pada 'The Globe' itu tertulis "Gebr. van der Pouw Kraan" (Gebr. berarti Brothers atau bersaudara). "Ayah saya juga bermain bersama saudaranya untuk beberapa waktu lamanya. Itulah kenapa tertulis Pouw Kraan Bersaudara. Tapi setelah itu, ayah saya bermain sendirian."

  • Jan van der Pouw Kraan bermain solo

  • Foto brosur untuk promosi Wall of Death promotion dengan foto (dari kiri ke kanan) Jan van der Pouw Kraan - Loa - dan suaminya, Peet van Amsterdam

  • (Dari kiri) Jan van Veen - Jan van der Pouw Kraan - Henk Pietersen (diperkirakan)

Ditambahkannya, dengan modal Wall of Death yang dibelinya ini, Jan van der Pouw Kraan menjadi bagian dari expo ternama di Rotterdam, atau juga acara Night of Assen selama gelaran balap TT, dan lainnya.


Karena saking larisnya, Jan membeli satu lagi Wall of Death, dan mengajak beberapa pemain lain untuk ikut meramaikan pertunjukannya. "Itulah kenapa pada salah satu foto ini, Anda bisa lihat tidak ada ayah saya di sini. Tapi ada pemain lain yang bermain untuk ayah saya," jelas Ad.

Teks: Onno “Berserk” Wieringa

Foto: Onno “Berserk” Wieringa (madness photography)

Foto dokumenter: van der Pouw Kraan Family

Editor: Indramawan


Special thanks to:

  • Van der Pouw Kraan family

  • Nienke (Model)


Data Teknis

(menurut pemilik dan builder)


Umum

Pemilik: Tony ”Indian” Leenes Builder: Indian / Tony ”Indian” Leenes Merek: Indian Model: Scout / Wall of Death

Lama pengerjaan: 3 bulan


Mesin

Tahun pembuatan: 1923 Builder: Indian Kapasitas mesin: 600 cc Sidevalve Crankcase, crankshaft, pistons & cylinders: Indian Kepala silinder: one piece dengan silinder (konstruksi ini dibuat sampai 1925)

Tipe: Scout Valves: Indian Karburator: Schebler Model “H” Pengapian: Magnet Dixie Sistem knalpot: custom made Girboks: Indian 3-speed


Sasis

Rangka: Indian Fork depan: Indian leaf spring Pelek depan: 26x3 bead rim Pelek belakang: 26x3 bead rim

Rem: 1 teromol belakang


Cat

Warna: Candy Metallic Red Tukang cat: Rob Smidt Special Paint / logos: Rob Smidt Ide dan desain: Tony

Terima kasih kepada:

S. Douma frame repair, B. Heeres grinding and polishing work, W. Agema lath- and milling work, N. van Wolveren nickel work, R. Smidt paint, J. Simon spokes, S. Nieuwland saddle, G. Miedema welding cylinders, Foekema welding aluminum.


Info

Indian Motorcycles Museum

Tony “Indian” Leenes

Indian Place 1 / Kadijk 23

8531 XH Lemmer

The Netherlands

Tel. +31 6 2266 1022

www.tonyleenes.nl info@tonyleenes.nl