• Editor

Restorasi Yamaha V-80 1982 Ini Bikin Ketagihan Pemiliknya


OTOPLUS-ONLINE I Karena kontes modifikasi motor hampir tidak pernah digelar selama pandemi COVID-19, maka Hasan Law, salah seorang pecinta modif asal Surabaya, memutuskan 'libur' sementara bikin gacoan.

Sebagai gantinya, pria pemilik bengkel modifikasi Law Custom yang sudah punya reputasi sebagai jawara di event Honda Modif Contest (HMC), maupun Suryanation Motorland, dan Kustomfest ini lebih memilih hobi baru, yakni merestorasi motor-motor lawas.

"Saya pengin merestorasi Yamaha V80. Selain masih belum terlalu banyak peminatnya, saya pilih motor ini juga karena kebetulan dulu Ayah saya pernah punya. Tapi saya tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya naik motor ini. Sebab waktu itu saya masih kecil," buka Hasan Law.

Dan mumpung ada tawaran Yamaha V80 keluaran 1982 dengan harga hanya Rp 1,2 juta, Hasan Law langsung bayar, meskipun kondisi motor jauh dari kata istimewa.

"Hampir semua parts harus diganti karena sudah tidak layak lagi. Termasuk mesin supaya bisa normal kembali," tunjuk Hasan Law yang rajin shopping online untuk menemukan tiap parts yang dibutuhkan.

Butuh waktu paling tidak 5 bulan untuk mengembalikan motor semirip mungkin dengan aslinya. Termasuk mengembalikan warna blue saphire yang jadi ciri V80.

Ketika OTOPLUS-ONLINE bertanya di mana asyiknya merestorasi motor dibanding modifikasi, sambil cekikikan Hasan Law menjawab, "Asyik tuh waktu ngumpulin barang-barangnya. Hampir semuanya sulit didapat. Kalau pun ada, belum tentu itu parts yang benar dan sesuai keinginan. Malah saya ini banyak ditipu!"

Total Hasan Law mengaku sudah keluar duit Rp 9 juta. "Paling sulit itu cari panel kunci kontak. Itu saya dapat harganya Rp 350 ribu. Terus switch rem belakang juga susah banget dapatnya."

Muncul masalah baru ketika motor sudah selesai. Mesin sulit banget distarter, dan stasioner. Untuk itu Hasan Law yang akhir-akhir ini sibuk pulang-pergi Surabaya - Semarang untuk urusi proyek hingga tak punya banyak waktu, minta bantuan Pak Tri, seorang kenalan mantan kepala bengkel dealer Yamaha di kawasan Surabaya Barat.

"Saya penginnya motor ini nggak hanya utuh secara tampilan, tapi juga nyaman dikendarai. Mesin enak, naikannya enak, nggak ada bunyi kletek...kletek... di rantai. Pokoknya sebisa mungkin kayak naik motor baru."

Pak Tri pun memeriksa dan membetulkan sistem kelistrikan, setelan karburator, kekencangan rantai, hingga semua sistem kelistrikan lampu, sein, dan klakson. Tapi tetap aja Hasan Law kurang puas,

"Persneling keras banget. Pindah gigi rasanya nggak bisa halus... Katanya sih, memang begini karakter persneling motor 2-tak lawas," ngakak Hasan Law saat menjajal motor ini untuk pertama kalinya.

Foto: Yamaha Alfa Scorpii

Menariknya lagi, Yamaha V80 ini sudah ada yang nawar lho. "Ini ada teman yang minat. Berani bayar Rp 15 juta katanya...." senyum Hasan Law.

Dan sepertinya proyek restorasi ini bakal berlanjut lagi. "Ini saya sudah ada Yamaha RS100, dan Honda C70. Rencana saya restorasi lagi," tutup Hasan Law yang sedang asyik belanja barang rosokan motor-motor lawas.


Baca juga: Mengenal Motor Bebek Yamaha Pertama di Indonesia


Teks & Foto: Indramawan