Review Lengkap Hyundai Tucson Hybrid
- Editor

- 9 Jul 2025
- 9 menit membaca
Diperbarui: 9 Jul 2025
Alternatif pilihan lebih terjangkau dari Honda CR-V RS e:HEV.

OTOPLUS-ONLINE I Hyundai Tucson generasi keempat dengan kode bodi NX-4 meluncur pada tahun 2020 setelah setahun sebelumnya diperkenalkan sebagai mobil konsep Vision T Concept.
Model facelift-nya meluncur pada 2024, versi inilah yang didatangkan Hyundai secara Completely Built Up (CBU) ke Indonesia.
Di pasar global Hyundai menawarkan Tucson dalam 4 pilihan mesin bensin, 2 pilihan mesin hybrid, dan 2 pilihan mesin diesel dengan 6 pilihan transmisi.
Mulai manual 6 percepatan sampai otomatis 8 percepatan.
Bahkan sistem hybridnya punya pilihan mild hybrid, strong hybrid (HEV) juga PHEV.
Untuk pasar Tanah Air, Hyundai Motor Indonesia (HMID) menghadirkan Tucson dalam dua pilihan varian, 2.0 MPi dan 1.6 T-GDi HEV (Hybrid). PT Sun Mega Motor, authorized dealer Hyundai yang beralamat di jalan Sulawesi 33-37, Surabaya menawarkan keduanya dengan harga OTR Surabaya Rp646.100.000 untuk 2.0 MPi dan Rp758.000.000 (1.6 T-GDi HEV).
Keduanya bertransmisi otomatis 6 percepatan shiftronic.
Pilihan warnanya Creamy White Pearl, Ultimate Red Metallic, Titan Gray Metallic, Pine Green Matte dan Phantom Black Pearl seperti unit tes kami ini.
Untuk special color black matte ada tambahan Rp3.500.000.
Desain & Dimensi

Tucson generasi keempat karya tim desain Hyundai yang dikomandani sendiri oleh Sang Yup Lee selaku Hyundai Global Design Center ini mengusung bahasa desain parametric jewel design, seperti Creta dan Palisade.
Sejatinya, Tucson lah yang mengawali aplikasi bahasa desain itu sebelum diterapkan Creta pada 2021 dan Palisade di 2023.

Selain tampang depannya, dibandingkan generasi sebelumnya, sosok Tucson baru ini mudah dikenali dari bentuk overfender yang menonjol, garis atap yang melandai dan overhang depan-belakang pendek.

Secara keseluruhan Tucson baru ini terlihat lebih besar, menonjol, tegas dan sporty.
Di segmennya, Hyundai Tucson head to head dengan sesama medium SUV hybrid seperti Honda CR-V 2.0 RS e:HEV yang dipasarkan lebih mahal, Rp825.800.000 (OTR Jakarta), dan Jaecoo J7 serta Chery Tiggo 8 CSH, keduanya ditawarkan lebih murah, tak lebih dari Rp600 jutaan.
Dimensi keempatnya tak jauh berbeda, Hyundai Tucson punya ukuran PxLxT; 4.640 x 1.865 x 1.665 mm dengan wheelbase 2.755 mm.
Sebagai informasi, Hyundai memproduksi Tucson dalam dua versi, Long Wheel Base (LWB) dan Short Wheel Base (SWB). Varian LWB punya dimensi panjang 4.640 mm dengan wheelbase 2.755 mm.
Sementara versi SWB yang dibuat untuk pasar Eropa panjangnya 4.500 mm dengan wheelbase 2.680 mm.
Seperti halnya Australia, Indonesia kebagian versi LWB.
Untuk perbandingan, dimensi Honda CR-V; 4.765 x 1.866 x 1.690 mm dengan wheelbase 2.700 mm, lalu Chery Tiggo 8 CSH; 4.700 x 1.860 x 1.746 mm, wheelbase-nya 2.710 mm.
Dimensi Jaecoo sedikit lebih kompak dengan komposisi; 4.501 x 1.865 x 1.670 mm dan wheelbase 2.650 mm.
Lega & Nyaman

Interior Hyundai Tucson mengusung bahasa desain Wrap-around Architecture yang dikawinkan dengan maksimalisasi ruang lewat penerapan atribut kabin berorientasi horisontal dan floating type center console.
Dengan dimensi lebih panjang 185 mm, lebih lebar 5 mm, lebih tinggi 20 mm dan jarak sumbu roda lebih melar 85 mm dibandingkan Tucson generasi ketiga yang berkode bodi TL, maka Tucson NX jelas menyodorkan ruang kepala, bahu dan kaki yang lebih leluasa.
Kesan lega bertambah dengan keberadaan panoramic sunroof berukuran besar.

Keleluasaan kabin ditunjang dengan kenyamanan duduk berkat jok yang didesain ergonomis dengan 8-way electrically adjusted, posisi arm rest dan jarak pedal-pedal terasa well designed menciptakan posisi duduk yang ergonomis.
Ditambah lagi seluruh jok telah dilengkapi fitur heated & ventilated.
Satu kekurangan yang OTOPLUS-ONLINE rasakan dari duduk di balik kemudinya adalah sulitnya mengakses infotainment display, terutama yang ada di sisi kiri layar tanpa mendekatkan tubuh ke setir imbas desain layar Panoramic Curved Display yang diterapkan.

Kenyamanan di dalam kabin juga disumbang dua hal.

Pertama kekedapan kabin. Minimnya suara luar mengganggu membuat suara yang dihasilkan dari sistem audio Bose Premium Sound System 8 spiker dapat dinikmati maksimal.

Kedua, sistem AC Dual Zone Auto Climate Control dengan sensor yang memungkinkannya meningkatkan kualitas udara karena telah dibekali dengan fine dust sensor, automatic anti-fog system, air cleaning mode, dan after-blow function.
Panoramic Curved Display

Dasbornya didominasi dengan bertenggernya Panoramic Curved Display yang terdiri dari sepasang layar 12,3 inci seperti yang ada di Hyundai Kona dan Hyundai Santa Fe baru.
Tiap layar difungsikan sebagai instrument display dan infotainment screen.
Kontrol menu instrument display diakses lewat steering switch control di sisi kiri, switch ini juga digunakan untuk mengontrol menu MID, Adaptive Cruise Control dan Lane Keeping Assist.
Tema dan gaya grafik pada instrument display dapat dipilih sesuai selera.
Sementara MID-nya menyuguhkan beragam informasi seperti konsumsi bahan bakar (Current Trip, Since Refueling, Since Last Reset), suhu mesin, Tire Pressure Monitoring System (TPMS), animasi kerja sistem hybrid juga fungsi sistem keselamatan aktif, Hyundai Smart Sense.
Untuk memudahkan akses, Hyundai melengkapi infotainment touch screen 12,3 inci dengan tombol fisikal sebagai akses instan ke menu Home, Map, Search, Media, Seek, Track, Favorit dan Setup.
Ada juga sepasang kenop putar di tiap sisi sebagai kontrol Volume dan Track.
Lalu buat mengakses pengaturan layar, usap layar dari sisi atas.
Dari situ kita dapat memilih menu Screen Off, Illumination (Brightness), Quiet Mode. Di sudut kanan atas bercokol ikon Setting untuk pengaturan Beep, Tone, Illumination, Change Device, Quick Mode,Position.

Pada menu utama, disodorkan menu Media, Hybrid, Phone, Apple Carplay (wireless), Android Auto (wireless), Manual dan Setting.
Di dalam menu Setting terdapat sub menu Vehicle untuk pengaturan Driver Assistance, Drive Mode, ECO Vehicle, Climate, Seats, Lights, Door sampai Convenience.
Kepraktisan

Tucson baru punya banyak ruang penyimpanan di kabin.
Konsol tengah model floating menyediakan ruang penyimpanan terbuka di bagian bawah yang dapat dimanfaatkan untuk meletakkan tas atau pouch, kompartemen konsol berukuran besar begitu juga laci yang berukuran layak.
Sampai disediakan juga nampan penyimpanan di dasbor yang bisa dimanfaatkan untuk meletakkan ponsel.

Cup/bottle holder ada 8 dengan slot USB type C sebanyak 4 outlet dan 2 outlet power outlet 12 Volt.

Kapasitas bagasi mencapai 582 liter yang dapat diekspansi menjadi 1903 liter dengan melipat jok baris belakang.
Performa

Unit tes kami ini merupakan varian hybrid yang ditenagai mesin bensin 4 silinder DOHC direct injection turbo berkapasitas bersih 1.598 cc bertenaga 180 PS atau 177 DK/5.500 rpm dengan torsi 265 Nm/4.500 rpm yang dipadukan dengan motor elektrik bertenaga 47,7 kW atau 64 DK dengan torsi 264 Nm/1.700 rpm.
Kombinasi dua powertrain itu menghasilkan total output 235 PS atau 231,85 DK dengan torsi 367 Nm.
Tenaga lantas disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatis torque converter 6 percepatan.
Figur output itu memungkinkan Hyundai Tucson 1.6 T-GDi HEV berakselerasi 0-100 km/jam dalam 7,9 detik dengan akselerasi pertengahan 80-120 km/jam dalam 5,56 detik.
Top speed sepertinya dilimit 190 km/jam untuk keawetan sistem hybridnya.

Sistem hybrid di Tucson didukung dengan baterai Lithium ion Polimer (LiPo) 14,9 kWh yang berada di bawah jok baris kedua.
Baterai ini juga mengintegrasikan sistem kelistrikan 12 Volt sehingga sistemnya tak lagi memerlukan baterai reguler 12 Volt.
Tucson dibekali mode berkendara, ECO, Normal, Sport dan My Drive.
Pada pilihan My Drive disediakan menu baby mode yang membuat akselerasi terasa sangat halus dan gradual.
Opsi My Drive juga akan membebaskan pengguna mengatur sensitivitas kemudi lewat pilihan Normal dan Sport.

Hyundai juga membekali SUV ini dengan 3 level regenerative braking mode.

Pengaturan tingkatan dilakukan melalui paddle shift di balik setir.
Konsumsi BBM

Dari pengetesan yang OTOPLUS-ONLINE sejauh 340 kilometer, dengan kombinasi rute city driving dan urban road dengan menggunakan bensin beroktan 92 tercatat konsumsi rata-ratanya 5,61 liter/100 km atau 17,8 km/liter.
Irit pol untuk kendaraan berbobot 1.710 kg. Artinya dengan tangki BBM berkapasitas 52 liter yang terisi penuh, mobil ini seharusnya bisa menjelajah sejauh 900 kilometer lebih.
Karakter Suspensi dan Pengendalian

Ketika melaju pada kecepatan 100-140 km/jam, paduan suspensi tipe McPherson di depan dan Multi-link di belakang menyajikan perpaduan yang pas antara kenyamanan berkendara dan pengendalian yang presisi.

Kombinasi jarak sumbu roda 2.755 mm dengan jarak pijak roda 1.615 mm (depan) dan 1.622 mm (belakang) juga roda 19 inci dengan pelek 19 x 7,5 inci dan ban 235/55R19 tentunya punya peran menyumbang karakter itu.
Sayangnya, unit yang dihadirkan HMID di Tanah Air belum dibekali teknologi e-Comfort Drive yang memungkinkan sokbreker melakukan penyesuaian peredamannya secara dinamis untuk meningkatkan kenyamanan berkendara dan performa pengendalian.

Untungnya, selain Stabilization Control (SC) dan Traction Control (TC), Hyundai masih melengkapi Tucson generasi keempat ini dengan teknologi e-Dynamic Drive.
Teknologi ini bertugas mereduksi gejala understeer yang muncul saat menikung lewat kontrol sistem rem dan motor elektrik secara presisi.
Hasilnya ketika diajak menikung, SUV ini terasa lincah dan responsif.
Kontrol motor elektrik juga membantu mengurangi gejala menukik (pitch) saat bermanuver.
Kehadiran e-Dynamic Drive tidak dipunyai varian bensinnya.
Sebagai pengawal lajunya, Hyundai Tucson 1.6 GDi-T Hybrid ditemani dengan rem cakram berventilasi 325 mm (depan) dan cakram solid 300 mm (belakang) yang tentunya dilengkapi dengan fitur Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA).
Sistem rem Tucson sanggup menghentikan laju mobil ini dari 100-0 km/jam dalam tempo 2,8 detik pada jarak 38,6 meter.
Sistem Keamanan

Teknologi keamanan pasif dan aktif di Tucson Hybrid termasuk lengkap.
Beberapa di antaranya kini sudah menjadi fitur mainstream seperti seperti Hill Assist Control, 6 airbag, 4 kamera di tiap sisi, Around View Monitor, Blind Spot View Monitor serta jok ISOFIX.
Tapi beberapa yang lain tak semua didapati pada pesaingnya seperti Downhill Brake Control, 6 sensor parkir belakang, 6 sensor parkir depan.
Tucson juga sudah mengadopsi teknologi keamanan aktif Hyundai Smart Sense yang terdiri dari:
Forward Collision-avoidance Assist with Junction Turning (FCA-JT):
Fitur ini akan memperingatkan pengemudi saat sistem mendeteksi risiko tabrakan dari depan atau saat ingin berbelok, seperti dengan pejalan kaki atau kendaraan di depan yang tiba-tiba melambat atau bahkan berhenti.
Lane Following Assist (LFA) with Hands on Detection
Mengandalkan kamera depan yang akan melacak penanda garis lajur dan membantu pengemudi menjaga kendaraannya agar tetap berada di tengah lajurnya.
Smart Cruise Control (SCC) with Stop & Go
SCC secara otomatis menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan menyesuaikan jarak ke kendaraan di depan. Jika kendaraan di depan berhenti, SCC akan memperlambat laju kendaraan hingga berhenti dan terus mengikuti pergerakan kecepatan kendaraan tersebut.
Parking Collision Avoidance Assist (PCA)
PCA akan memberikan peringatan jika ada risiko tabrakan dengan objek di belakang saat mundur. Setelah peringatan, jika risiko tabrakan meningkat, sistem secara otomatis membantu melakukan pengereman darurat.
Blind-spot Collision-avoidance Assist (BCA)
BCA memantau titik buta pengemudi saat berkendara. Jika ada kendaraan lain yang terdeteksi di sekitar mobil Anda, lampu LED pada kaca spion akan menyala untuk memberikan peringatan. Jika ada risiko tabrakan dengan kendaraan di samping pada kecepatan rendah (0-3 km/jam), seperti saat keluar dari posisi parkir paralel, sistem akan berfungsi secara otomatis untuk membantu pengereman darurat.
Parking Distance Warning (PDW)
Fitur ini memperingatkan kemungkinan tabrakan dengan benda di sekitar kendaraan pada kecepatan rendah.
Masa Garansi Panjang
Membuktikan built quality-nya, Hyundai membekali Tucson Hybrid dengan garansi 3+1 tahun/100.000 km, free maintenance 3+1 tahun/60,000 km, free periodic maintenance & spare parts 5 tahun/75.000 km.
Untuk baterai hybridnya digaransi 8 tahun/160.000 km.
Kekurangan
Harga Kemahalan
Di rentang harga 500-700 juta, ada beberapa alternatif SUV midsize bermesin hybrid di antaranya, Toyota Corolla Cross Hybrid, Jaecoo J7, Chery Tiggo 8 CSH, GWM Haval H6, BAIC BJ30, rata-rata ditawarkan dengan harga lebih terjangkau.
Autonomous Brake Over Sensitive

Hyundai Tucson dibekali fitur Multi Collition-Avoidance Brake (MCB). Problemnya fitur autonomous brake yang mengandalkan sensor kamera di kaca depan dan radar di gril ini terlalu sensitif.
SUV ini bisa berhenti mendadak meski sebenarnya obyek yang menghalangi masih jauh dan belum akan membahayakan.
Kondisi itu OTOPLUS-ONLINE alami beberapa kali selama sesi pengetesan. Akan sangat berbahaya ketika pengguna jalan di belakang kita tidak sigap.
Bunyi Peringatan Safety System
Selain kelewat sensitif, bunyi peringatan dari sistem keamanan juga cukup mengganggu.
Untungnya, Hyundai membekali satu tombol di steering switch control sisi kanan sebagai akses untuk membungkam bunyi-bunyi peringatan dari sistem keamanan tersebut.
Kalau terganggu, jangan lupa untuk menekannya, masalahnya secara default bunyi peringatan itu selalu aktif.
Pilar D

Meski tak setiap saat, sesekali kita pasti akan butuh melongok ke sudut sisi belakang kabin.
Misal, ketika ingin memastikan kondisi arus lalu lintas saat akan berpindah dari lajur cepat ke lajur lambat.
Kendalanya di Tucson hal itu sulit dilakukan dikarenakan dimensi pilar D yang kelewat besar membatasi penglihatan saat akan berpindah lajur.
Untungnya ada fitur Blind-spot Collision-avoidance Assist (BCA) yang akan memberi peringatan nyala indikator di spion diiringi bunyi peringatan.
Blue Link
Hyundai Blue Link merupakan platform konektivitas yang memungkinkan pemilik mobil Hyundai dengan menggunakan smartphone-nya mengontrol dan memantau kendaraan mereka dari jarak jauh melalui aplikasi.
Fitur ini memungkinkan pengguna mengunci/membuka kunci pintu, menghidupkan/mematikan mesin, mengatur suhu kabin, dan melacak lokasi mobil menggunakan smartphone.
Sayangnya fitur yang terdapat di Creta dan Stargazer ini justru masih absen di Tucson.
Teks dan Foto : Nugroho Sakri Yunarto




Komentar