• Editor

Sportbike Langka Nih, Aprillia RS250 2002 Red Bull Edition

Sempat ramai gara-gara jadi tandem tes jalan mini bike bermesin Ninja 150cc di video The Little Ninja.

Cansa ‘Edux’ Noveldy, mantan road racer Jawa Timur bersama Aprilia RS250.


Jika dilihat dari dokumen (STNK dan BPKB) yang menyertai motor ini, maka di situ tertulis tipe motor bermesin 2-tak, dua silinder kapasitas 249 cc, keluaran Aprilia tahun 2002 ini adalah RS250.

Beberapa menyebut, Aprilia RS250 2002 ini adalah Red Bull Edition yang tergolong langka di pasaran.


Namun yang menarik, menurut Cansa ‘Edux’ Noveldy, mantan road racer Jawa Timur yang malang melintang di arena balap dari 1996 selaku owner, dari pemilik sebelumnya dia mendapat keterangan tipe Aprilia ini adalah RS250 Nero Diablo.

Low mileage dan standard specs jadi kelebihan motor ini.


“Tapi kalau dicari di internet, maka yang keluar kebanyakan RS250 Nero Diablo ini warna kombinasi hitam-silver, atau hitam-merah. Seperti arti Nero Diablo itu yang artinya Setan Hitam. Sementara yang ini motif Red Bull,” tutur Edux yang menekuni bisnis pembuatan knalpot, dengan label 79Dux Exhaust Technology, dan juga terima order restorasi motor-motor lawas yang pernah hits di eranya.

Kondisi terjaga, hanya kusam, dan lecet saja pada beberapa bagian.


Karena penasaran inilah, Edux makin rajin cari informasi seputar motor ini. “Ada juga informasi di internet, yang menyebut tipe ini adalah RS250 Red Bull Edition. Saya cek memang fotonya persis sama,” info Edux sambil menambahkan, Red Bull Edition ini bersifat limited edition karena terkait dengan unit yang dipakai untuk kejuaraan road race dengan sponsor minuman berenergi tersebut.

Frame berbahan aluminium dan magnesium super ringan umumnya motor balap.


Memang jika dilihat, fitur dan teknologi yang ada pada RS250 tergolong spek balap. Sebut saja frame berbahan aluminium dan magnesium. “Juga knalpot Arrow 1st edition yang menurut pemilik sebelumnya punya plat tebal, dan memiliki kualitas carbon paling top,” lanjut Edux.

Knalpot Arrow 1st edition dengan kualitas carbon terbaik.


Istimewa lagi, Edux menyebut kilometer pemakaian motor ini juga tergolong rendah. “Ya masih 8.xxx lah, dan komponen lain masih spek bawaan pabrik,” kata Edux.

Swingarm juga terbuat dari material full aluminium alloy.


Dari informasi lain, OTOPLUS-ONLINE juga mendapat info, untuk mesin basisnya mengacu pada Suzuki RGV 250 VJ23 yang sukes di pasaran, namun untuk rangka Aprilia merakitnya sendiri. Dan sebagai tambahan, Aprilia RS250 versi Diablo GP1 adalah replika dari RSW 250 versi GP yang pernah dipakai pembalap dunia seperti Max Biagi, Loris Capirossi, dan bahkan Valentino Rossi. Patut diingat juga, pada tahun yang sama (2002), Marco Melandri menjadi juara dunia GP250 bersama Aprilia.

Menurut data, mesin tipe V2, two-stroke, 249.0 cc bisa meraih top speed 209.5 km/jam.


Saat ditanya, apakah pernah menjajal kemampuan motor ini, Edux menjawab belum secara optimal. “Beberapa waktu lalu, saya hanya dilibatkan dalam pembuatan video untuk channel Youtube WS Udek Oto (bengkel modifikasi mini bike). Pada kesempatan itu, saya hanya diminta mengimbangi kecepatan mini bike mesin Ninja 150cc, untuk mengetahui seberapa kencang motor itu. Kebetulan mini bike itu dalam proses tes jalan dan belum dilengkapi spidometer yang berfungsi,” senyum Edux.

Salah satu adegan pada video The Little Ninja yang versi lengkapnya akan segera ditayangkan di channel Youtube: WS Udek Oto.


“Waktu itu sih, RS250 ini lari sekitar 110 km/jam. Tapi ya masih jauh dari kecepatan maksimalnya, karena tujuannya hanya guyonan, mengimbangi lari mini bike itu,” tutup Edux yang berencana melepas RS250 ini kalau ada kecocokan harga.


Baca juga: The Little Ninja Project (1): Ketika Mini Bike Dipasangi Mesin Ninja 150cc


Cansa Noveldy (79Dux Exhaust Technology)

Jl. Raya Hulaan 79 Menganti, Gresik Selatan

HP: 081 23 10 20 27


Teks & Foto: Indramawan

Video: WS Udek Oto

S U B S C R I B E

© 2019 - 2020 otoplus-online