Tertarik Piaggio Liberty 125? Skuter Gaya Eropa Harga di Bawah Vespa, Cek Plus-Minusnya
- Editor

- 21 jam yang lalu
- 6 menit membaca
Dengan harga OTR Rp44.000.000 (Surabaya), Piaggio Liberty 125 bersaing langsung dengan skutik Jepang bermesin 150-160 cc

OTOPLUS ONLINE I Piaggio Liberty, kalian bahkan mungkin tidak tahu kalau skuter matik ini eksis padahal motor ini sudah menjadi line up Piaggio Indonesia sejak 2011.
Ada beberapa penyebab yang membuat motor ini tidak dilirik. Pertama, desain. Desainnya sangat mewakili estetika dan selera Eropa lewat tampilan yang memadukan elemen klasik dengan garis bodi yang bersih, ramping, dan modern.
Buat konsumen Indonesia yang bisa dicekoki motor-motor Jepang yang punya tampilan sporty dijamin tidak akan melirik Liberty.
Kedua, harga. Dengan harga OTR Rp44.000.000 (Surabaya) artinya motor ini bersaing langsung dengan skutik Jepang bermesin 150-160 cc yang memiliki performa lebih baik dan menyodorkan fitur jauh lebih banyak selain kapasitas mesin umumnya dikonotasikan dengan prestis.
Ketiga, brand image. Piaggio diposisikan sebagai skuter komuter urban, sementara saudaranya, Vespa, diposisikan sebagai motor penunjang gaya hidup premium yang memiliki basis penggemar sangat kuat.
Otomatis meski harganya lebih mahal, konsumen akan memilih Vespa (Primavera atau Sprint) yang dianggap memiliki nilai estetika dan nilai jual kembali yang lebih baik dibandingkan Piaggio Liberty.
Dari sinilah tulisan Test Ride Piaggio Liberty 125 ini OTOPLUS-ONLINE tujukan bagi YTTA atau "Yang Tau Tau Aja".
Tapi bagi mereka yang ingin tampil beda dengan harga lebih terjangkau dibandingkan saudaranya, Vespa, Piaggio Liberty 125Ā bisa jadi pilihan skutik urban premium yang menawarkan keseimbangan antara kepraktisan, kenyamanan roda besar, dan gaya elegan khas Eropa.
Histori

Sekilas kisah Liberty. Sejarah Piaggio Liberty dimulai pada tahun 1997 ketika Piaggio mulai menghadirkan Liberty bermesin 2-tak dengan kapasitas mesin 50 cc. Setahun berikutnya varian 2-tak 125 cc melengkapi varian Liberty disusul varian bermesin 4-tak yang diperkenalkan tahun 2000.
Pada tahun 2009, Liberty untuk pertama kalinya diproduksi di Vietnam seiring dengan diresmikannya pabrik perakitan pertama Piaggio Group di kawasan Asia Pasifik yang berlokasi di Vinh Phuc, Vietnam. Liberty made in Vietnam akhirnya keluar produksi pada 2011, versi inilah yang didatangkan ke Indonesia oleh Piaggio Indonesia.
Pada tahun 2013, Piaggio mengganti mesin ie 2V dengan mesin baru berteknologi 3V (3 katup). Tahun 2016 mesin berteknologi i-Get dan ABS disematkan.
Sempat vakum di rentang 2018-2024, pada penghujung 2025 Piaggio Indonesia kembali menghadirkan generasi terbaru Liberty dengan perubahan utama pada mesin. Masih mengusung teknologi i-Get tapi kapasitas mesinnnya disunat jadi 125 cc dari sebelumnya 150 cc. Selain mesin, pelek dan cover setang punya desain baru.
PT Satya Mandiri Motor, authorized Piaggio Motoplex di Surabaya memasarkan Piaggio Liberty S ini dengan harga OTR Rp44.000.000. Menjadikannya sebagai produk Piaggio Group paling terjangkau saat ini.
Roda Beda Diameter

Sejak kehadirannnya, Piaggio Liberty menggamit punya ukuran roda depan dan belakang yang berbeda. Di Piaggio Liberty S terbaru ini roda depan berukuran 16 inci dengan ban 90/80-16 dan roda belakang 14 inci dengan ban 100/80-14.
Perbedaan ukuran diameter roda ini diaplikasi dengan tujuan agar motor lebih mudah melewati rintangan besar, lebih stabil di jalan tidak rata, dan memberikan sudut kemudi yang lebih baik saat bermanuver.
Diemeter roda depan lebih besar juga efektif membantu meredam kejut akibat permukaan jalan yang jelek sehingga mengurangi efek benturan ke setang. Diameter roda depan yang besar juga membantu menjaga keseimbangan motor saat dikendarai dengan kecepatan tinggi di trek lurus.
Untuk mengawal putaran roda, Piaggio membekali Liberty S dengan rem cakram 240 mm di di roda depan dan rem teromol 140 mm pada roda belakang. Untuk perlindungan ekstra, rem depan dilengkapi dengan sistem ABS yang akan mencegah roda mengunci saat pengereman mendadak.
Mesin i-Get 125 cc

Kalau sebelumnya Liberty sebelumnya menggunakan mesin i-Get 155 cc, Liberty S terbaru ini malah turun kasta, dia pakai mesin i-Get 125 cc. Sepertinya langkah ini dipilih agar harganya tidak melonjak jauh dan semakin tidak terjangkau.
Mesin yang tersemat di Vespa LX125 yang diproduksi pada 2017-2025. Mesin berteknologi Italian Green Experience Technology (i-get) ini menghasilkan tenaga 10,4 PS atau 10,26 DK dengan torsi 10,7 Nm. Meski outputnya tidak besar, mesin ini terkenal halus, minim getaran, dan efisien dalam konsumsi bahan bakar.
Instrument Display

Piaggio Liberty S dilengkapi panel instrumen digital LCD TFT 5,5 inci dengan fitur auto dimming, layar ini secara otomatis dapat menyesuaikan tingkat kecerahannya sesuai kondisi, apakah siang atau malam.
Panel instrument ini sebenarnya sudah mendukung konektivitas ke smartphone lewat aplikasi Piaggio MIA dengan perangkat Piaggio MIA yang dibeli terpisah yang apabila terkoneksi layarnya dapat menampilkan notifikasi panggilan telepon, pemutar musik, dan data perjalanan.
Pengaturan informasi ini diakses melalui tombol mode pada saklar setang kanan yang pada unit tes kami ini tidak dapat difungsikan.
Sementara beragam informasi penting yang ditampilkan meliputi spidometer, fuel meter, odometer, trip meter A & B, jam digital, average & real time fuel consumption, lampu-lampu indikator untuk ABS, sein, high-beam, dan indikator Ketika volume bahan bakar menipis.
Kepraktisan

Mendukung fungsinya sebagai skuter urban, Piaggio Liberty S dibekali dengan tempat penyimpanan di bawah jok dengan kapasitas cukup. Tidak terlalu besar memang karena harus berbagi ruang dengan tangki bensin namun setidaknya cukup untuk menyimpan helm open face dan barang bawaan berukuran kecil.
Istimewanya jok dibuka dengan mekanisme pembukaan elektrik lewat tombol di setang. Lantainya rata (flat footboard) dan menyediakan space yang cukup untuk pengendara berkaki besar.
Ada kompartemen kecil di depan yang dapat digunakan untuk meletakkan ponsel atau dompet. Untuk membawa barang bawaan ekstra serta sudah tersedia dudukan top box di bagian behel belakang
Rasa Berkendara

Untuk mengetahui secara detail rasa berkendaranya, kami melakukan pengetesan nyaris sejauh 400 kilometer dengan rute pengujian city riding, urban road sampai intercity. Hal utama yang menjadi perhatian kami adalah soal ergonomi.
Untuk rider berpostur 165 cm, posisi berkendaranya terasa tegak dan rileks. Komposisi segitiga berkendara (setang-jok-pijakan kaki) menurut kami perfect, nyaman di dalam kota dan tidak melelahkan saat melakukan perjalanan antar kota.

Didukung pula oleh kontur dan material jok yang well designed buat pengendara maupun boncenger meski tinggi jok di sisi pengendara berjarak 790 mm dari permukaan tanah.
Kedua soal stabilitas. Kalau kalian perhatikan, sudut fork suspensi depan terlihat lebih rebah dari umumnya skutik yang ada. Hal itu dikarenakan sudut rake (sudut komstir) pada Piaggio Liberty S memang dirancang lebih rebah untuk menciptakan trail lebih panjang.

Dipadukan lingkar roda depan 16 inci, hasilnya stabilitas berkendara pada kecepatan tinggi dan kenyamanan optimal di jalanan perkotaan.
Keunggulan lain dari dipilihnya format itu memberikan Liberty S karakter motor cruiser lantaran kendali kemudi yang lebih tenang (anti-twitchy), tidak mudah goyang saat melibas jalan berlubang atau berada di kecepatan tinggi.
Tetapi bukan tanpa kekurangan, sudut komstir yang rebah membuat Liberty S menjadi tidak ideal saat melintas di kondisi merayap atau stop and go di kemacetan.
Selanjutnya karakter suspensi, sangat nyaman! Karakter damping dan rebound terasa lembut di berbagai kondisi jalan, ini istimewa untuk sebuah skutik 125 cc.

Kelebihan lain yang menjadi catatan kami adalah kemampuan pencahayaan. Oh ya, semua lampu di Liberty S sudah mengandalkan LED. Desain headlamp yang menyerupai tabung pipih awalnya membuat kami ragu soal kemampuan pencahayaannya namun kenyataannya headlamp LED ini memiliki kemampuan sangat baik menerangi jalan di depannya.
Hal lain yang menonjol soal kepraktisan. Setelah berhari-hari mengakrabkan diri bisa disimpulkan kalau unsur kepraktisan di skutik ini menonjol.

Bagasi di bawah jok cukup besar untuk menyimpan belanjaan dan berbagai bawaan. Jika kurang kompartemen di legshield bisa difungsikan untuk menyimpan kunci, ponsel atau dompet.
Kurang? Selain lantai rata dan luggage hook Piaggio juga menyiapkan dudukan top box ukuran 31 liter yang didesain menyatu dengan behel penumpang belakang.


Sementara poin yang bisa menjadi celah untuk pengembangan adalah performa mesin. Dengan bobot kotor mencapai 128 kilogram (termasuk oli dan bensin) output sebesar 10,2 dk dan torsi 10,7 Nm terasa kurang bertaji.
Sebagai perbandingan, Honda New Vario 125 CBS ISS yang bobot kotornya 111 kilogram mesinnya mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 11,1 DK dan torsi 10,8 Nm.
Tak heran kalau performa Liberty S terasa kalem, dipakai berboncengan dengan bobot pengendara dan pembonceng plus barang bawaan sekitar 125 kg, top speednya mentok di 95 km/jam.
Power to weight yang kurang ideal itu berdampak pada konsumsi BBM-nya. Di rute kombinasi, penggunaan bahan bakarnya berkutat di kisaran 33-36 km/liter. Dengan capaian konsumsi rata-rata segitu mesti ekstra waspada saat keluar kota meski kapasitas tangki BBM-nya mencapai 6 liter.
Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto




Komentar