top of page

Test Drive Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid, Mobil Hybrid Jepang Paling Terjangkau Saat ini

  • Gambar penulis: Editor
    Editor
  • 1 hari yang lalu
  • 5 menit membaca
Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid jadi mobil Jepang berteknologi strong hybrid termurah saat ini dengan harga OTR Rp305.000.000 (Surabaya).

Rocky hybrid yang masih berstatus CBU Jepang layak dipertimbangkan.
Rocky hybrid yang masih berstatus CBU Jepang layak dipertimbangkan.

OTOPLUS ONLINE I Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid jadi mobil jepang berteknologi strong hybrid termurah saat ini. Dipasarkan dengan harga OTR Rp305.000.000 (Surabaya), Rocky hybrid yang masih berstatus CBU Jepang ini bisa jadi pilihan yang layak dipertimbangkan ketika harga BBM non subsidi tak lagi bersahabat dengan kantong.


Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid dipasarkan dengan harga OTR Rp305.000.000 (Surabaya) dalam 3 pilihan warna yaitu Black Mica Metallic, Shining Pearl White dan Laser Blue Chrystal Shine seperti unit tes ini.
Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid dipasarkan dengan harga OTR Rp305.000.000 (Surabaya) dalam 3 pilihan warna yaitu Black Mica Metallic, Shining Pearl White dan Laser Blue Chrystal Shine seperti unit tes ini.

Selain status CBU Jepang, Rocky e-Smart Hybrid bisa dibedakan dari keberadaan logo beraksen biru, pelek dengan 5 baut, dibenamkannya fitur Electric Park Brake serta fitur keselamatan lebih komprehensif.


Daihatsu e-Smart Hybrid


Deru mesin bensin Atkinson Cycle bertenaga 60 kW atau 80,5 DK/6.500 rpm dengan torsi 105 Nm/3.200-5.200 rpm terdengar menyusup ke kabin saat proses pengisian baterai berlangsung.
Deru mesin bensin Atkinson Cycle bertenaga 60 kW atau 80,5 DK/6.500 rpm dengan torsi 105 Nm/3.200-5.200 rpm terdengar menyusup ke kabin saat proses pengisian baterai berlangsung.

Teknologi hybrid yang digunakan adalah series hybrid. Berbeda dengan parallel hybrid seperti Toyota New Veloz Hybrid EV, yang mana roda penggerak digerakkan oleh duet mesin bensin dan motor listrik, di Rocky hybrid, penggerak murni mengandalkan motor listrik.


Baterai 12 Volt untuk sistem kelistrikan tegangan rendah seperti lampu, head unit atau power window pindah ke belakang tergusur komponen inverter/converter.
Baterai 12 Volt untuk sistem kelistrikan tegangan rendah seperti lampu, head unit atau power window pindah ke belakang tergusur komponen inverter/converter.

Sementara mesin bensin 3 silinder DOHC Dual VVT-i berkode WA-VEX hanya berperan sebagai generator pengisi baterai Lithium-ion 0,74 kWh dengan arsitektur 177,6 Volt sebagai penyuplai daya untuk motor listrik AC Sychronous Motor (E1A) bertenaga 78 kW atau 104,6 DK dengan torsi 170 Nm.


Kapasitas tangkinya hanya 33 liter.
Kapasitas tangkinya hanya 33 liter.

Teknologi series hybrid sebenarnya pertama kali diperkenalkan Nissan di Indonesia lewat Nissan Kicks 2020 silam.


Lantaran sejatinya ini mobil listrik, akselerasinya terasa instan. Dari pengetesan kami 0-100 km/jam bisa tuntas hanya dalam 10,4 detik dengan top speed dibatasi 150 km/jam. Tujuannya menjaga keawetan sistem hybrid dan baterainya.


Sebagai perbandingan Daihatsu Rocky 1.2 X yang sama-sama bermesin 1.2 liter tapi non hybrid, 0-100 km/jam digapai pada kisaran 12,5 detik. Namun soal top speed, varian non hybrid unggul dengan top speed 160 km/jam.


Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid Challenge


Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid Challenge diadakan bersamaan dengan show event Astra International Daihatsu Sales Operation Waru-Sidoarjo.
Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid Challenge diadakan bersamaan dengan show event Astra International Daihatsu Sales Operation Waru-Sidoarjo.

Untuk membuktikan efisiensi bahan bakarnya, Astra International Daihatsu Sales Operation Waru, Sidoarjo menggelar Rocky e-Smart Hybrid Challenge pada 18 Juli 2026.


Hasilnya dari 14 peserta yang berpartisipasi semuanya berhasil mencatatkan konsumsi BBM rata-rata di atas 25 km/liter.


Adi Dharma, peserta yang berhasil mencatatkan konsumsi 44,3 km/liter.
Adi Dharma, peserta yang berhasil mencatatkan konsumsi 44,3 km/liter.

Berikut hasil lengkap Rocky e-Smart Hybrid Challenge:

  • Adi Dharma: 44,3 km/liter dalam waktu 17,6 menit

  • Ari Hermanto: 37,2 km/liter dalam waktu 11,3 menit

  • Eko Wahyu: 36,5 km/liter dalam waktu 16,6 menit

  • Daniel: 36 km/liter dalam waktu 14,5 menit

  • Bagus Satya: 34,2 km/liter dalam waktu 13,5 menit

  • Anggit Nugraha: 33,4 km/liter dalam waktu 15,6 menit

  • Hanik Mustafa: 32,8 km/liter dalam waktu 14,3 menit

  • Tri Rusty: 32,7 km/liter dalam waktu 15,2 menit

  • Moch Muhaimin: 32,2 km/liter dalam waktu 13,3 menit

  • Bambang Sumitarno: 32,2 km/liter dalam waktu 13,7 menit

  • Sasongko: 32,2 km/liter dalam waktu 16,6 menit

  • Handi: 30,1 km/liter dalam waktu 13,4 menit

  • Raditya: 29,5 km/liter dalam waktu 16,4 menit

  • Angger Setyo: 28 km/liter dalam waktu 15,4 menit

  • Dewi M.: 25,3 km/liter dalam waktu 18,3 menit


Sebagai catatan, tantangan tersebut dilakukan dengan melintasi rute sejauh 7 km sehingga tidak bisa sepenuhnya dijadikan acuan konsumsi bahan bakar rata-rata sesungguhnya karena punya standar deviasi besar.



Dari tes mandiri yang OTOPLUS ONLINE lakukan dengan pengetesan sejauh 350 km meliputi rute city driving, urban road dan intercity menggunakan gaya mengemudi normal layaknya pemakaian sehari-hari, kami mendapatkan konsumsi bahan bakar rata-rata terboros 18,5 dan teririt 24,6 km/liter.


Angka ini lebih irit dibandingkan Rocky 1.2 X CVT yang dari pengetesan kami dulu mencatatkan konsumsi bahan bakar rata-rata 14,1-19,1 km/liter.


Smart Pedal (S-PDL)


Fitur Smart Pedal dikontrol lewat switch di sini.
Fitur Smart Pedal dikontrol lewat switch di sini.

Fitur ini memungkinkan kita menjalankan compact SUV ini hanya dengan satu pedal. Mobil akan melakukan deselerasi dan mengerem secara otomatis begitu pedal gas dilepas, saat jalanan merambat saat pulang kerja, fitur ini terasa berguna karena secara signifikan dapat mengurangi kelelahan pengemudi.


6 SRS Airbag (hingga pilar C), Electronic Parking Brake (EPB), dan Auto Brake Hold jadi standar di varian hybrid.
6 SRS Airbag (hingga pilar C), Electronic Parking Brake (EPB), dan Auto Brake Hold jadi standar di varian hybrid.

Selain S-PDL, varian hybrid mengusung kasta paket keselamatan yang lebih tinggi, seperti 6 SRS Airbag dan fitur Advanced Safety Assist (ASA) yang lebih komprehesif.


Kenyamanan & Kepraktisan


Jok dengan aksen lining merah seperti varian ADS.
Jok dengan aksen lining merah seperti varian ADS.

Kalau di sektor eksterior terkesan polos tanpa penambahan body kit dan pelek dual tone, sisi interiornya justru beraksen varian ADS dengan kehadiran aksen merah di pipe lining jok depan, ceruk center console, frame air vent dan frame door handle depan.


Infotainment touchscreen 10 inci full color dengan konektivitas ke smartphone.
Infotainment touchscreen 10 inci full color dengan konektivitas ke smartphone.

Head unitnya berukuran 10 inci dan mendukung konektivitas ke smartphone lewat aplikasi Apple Carplay dan Android Auto. Ukuran head unit ini lebih besar dari bawaan varian 1.2 X yang hanya 7 inci atau varian 1.0 Turbo yang 9 inci.


Sepasang USB port untuk penumpang baris belakang.
Sepasang USB port untuk penumpang baris belakang.

Perbedaan lain ada pada control AC yang sudah digital. Identik dengan bawaan Toyota Raize terbaru.


Jarak sumbu roda 2.525 mm membuatnya lincah bermanuver.
Jarak sumbu roda 2.525 mm membuatnya lincah bermanuver.

Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid punya dimensi sama dengan varian non hybrid. Panjangnya 3.995 mm, 1.695 mm (lebar), 1.620 mm (tinggi) dengan jarak sumbu roda 2.525 mm. Komposisi ideal untuk sebuah SUV perkotaan.


Didukung dengan radius putar minimum yang hanya 4,9 meter sehingga akan memudahkannya untuk bermanuver di ruang yang terbatas.


Mobil ini memiliki bobot kosong 1.060 kg, lebih berat 90 kg dibandingkan varian non-hybrid (bermesin bensin 1.2L) yang bobot kosongnya sekitar 970 kg. Bobot antara kedua varian ini berbeda karena hybrid menggendong komponen baterai dan motor listrik.


Suspensi depan mengandalkan McPherson Strut yang telah disesuaikan setupnya untuk membopong bobot yang 90 kg lebih berat.
Suspensi depan mengandalkan McPherson Strut yang telah disesuaikan setupnya untuk membopong bobot yang 90 kg lebih berat.

Perbedaan itu membuat setup suspensinya disesuaikan meski begitu kami nyaris tidak bisa membedakan karakter redaman suspensinya yang cenderung soft-medium kecuali body roll dan jarak pengereman yang harus lebih diantisipasi bila dibandingkan dengan varian non hybrid.


Rocky hybrid pakai pelek berbaut 5 dengan PCD 5x100 sementara bannya ukuran 195/55R16 lebih ramping dari varian non hybrid yang 205/65R16 (varian X) atau 205/60-17 (varian R).
Rocky hybrid pakai pelek berbaut 5 dengan PCD 5x100 sementara bannya ukuran 195/55R16 lebih ramping dari varian non hybrid yang 205/65R16 (varian X) atau 205/60-17 (varian R).

Analisa kami hal itu selain disebabkan penambahan bobot juga karena lebar tapak ban yang lebih kecil 10 mm dibandingkan varian non hybrid. Sementara wheel tread, tidak ada perbedaan antara varian hybrid dan non hybrid, 1.475 mm di depan dan 1.470 di belakang.


Eksterior Beda Minor


Pilihan warna di varian hybrid juga tidak disodorkan dalam pilihan warna non hybrid.
Pilihan warna di varian hybrid juga tidak disodorkan dalam pilihan warna non hybrid.

Rocky e-Smart Hybrid mengadopsi varian Rocky 1.2 X. Detail eksterior terlihat identik kecuali bentuk gril, spion dan emblem.


Spion sisi kiri dilengkapi blind spot mirror, dan emblem eSmart Hybrid jadi pembeda dengan varian non hybrid.
Spion sisi kiri dilengkapi blind spot mirror, dan emblem eSmart Hybrid jadi pembeda dengan varian non hybrid.

Pilihan warna di varian hybrid juga tidak disodorkan dalam pilihan warna non hybrid, yang hanya ada Yellow Metallic, Icy White, Ultra Black Solid, Dark Gray Metallic dan Classic Silver Metallic.


Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto

Komentar


logo media lreasi indonusa-OK2.png

© 2025 OTOPLUS-ONLINE

This website is owned and published by PT Media Kreasi Indonusa.

Reproduction of text, photographs or illustrations is not permitted in any form.

bottom of page