top of page
  • Editor

Test Drive Hyundai Stargazer untuk Pemakaian Sehari-hari

Simak kelebihan dan kekurangan pada Hyundai Stargazer setelah dipakai beraktivitas selama dua hari.

OTOPLUS-ONLINE I Hyundai Stargazer bisa dikategorikan sebagai all around MPV dengan tampang kekinian yang menawarkan value for money lebih.


Hadir dengan konsep Sleek One Box tampilan Stargazer terlihat dinamis, ekspresif, dan futuristik. Dimensi panjangnya 4.460 mm, lebar 1.780 mm, tinggi 1.695 mm, jarak sumbu roda 2.780 mm, dengan overhang depan 800 mm dan overhang belakang 880 mm plus ground clearance 195 mm menjadikan MPV ini sebagai mobil untuk segala keperluan.

Bawa penumpang banyak oke, bawa barang banyak oke, menjelajah berbagai kondisi jalan juga oke dan tentunya punya sosok yang bisa dibanggakan.


Baca juga: Test Drive Hyundai Stargazer, Berikut Ini 6 Kelebihan dan Kekurangan

Setelah mencobanya pada sesi first drive yang ulasannya bisa kalian baca pada link di bawah, kali ini Hyundai Motors Indonesia (HMID) memberi kesempatan pada OTOPLUS-ONLINE untuk lebih akrab mengenal Hyundai Stargazer.


Berikut rangkuman kelebihan dan kekurangannya setelah dua hari berakrab-akrab dengannya.


Kelebihan

Performa Mesin

Akselerasi baik dari kondisi diam atau bergerak terasa enteng


Menarik jika diperhatikan, dalam setiap rilis yang kami terima Hyundai Motors Indonesia (HMID) tak pernah mengulas detail soal mesin. Hal yang selalu disampaikan fokus pada eksterior, interior dan fitur-fiturnya.

Mesin Smartstream 1.5L yang identik dengan Hyundai Creta


Padahal menurut kami, mesin Smartstream 1.5L MPI milik Stargazer jadi salah satu yang terbaik di kelas LMPV dan layak diunggulkan.


Mesin berkapasitas bersih 1.497 cc ini punya tenaga maksimum 115 PS (113,4 hp)/6.300 rpm dengan torsi maksimum 143,8 Nm/4.500 rpm.


Baca juga: Test Drive Hyundai Creta (Part 1): Mencoba Compact SUV Super Canggih Buatan Indonesia


Sebagai perbandingan mesin Toyota All New Veloz berkode 2NR-VE kapasitasnya hampir sama (1.496 cc) namun tenaganya hanya 106 PS (104,5 hp)/6.000 rpm dan torsi 137,3 Nm/6.200 rpm.


Sementara mesin 1.5 MIVEC yang berkapasitas lebih besar (1.499 cc) milik Mitsubishi New Xpander tenaga malah kalah dari Veloz 105 PS (103,6 hp)/6.000 rpm tapi unggul torsi dibandingkan Veloz yakni 141 Nm/4.000 rpm.


Baca juga: Test Drive Hyundai Creta (Part 2): Mencoba Fitur Super Canggih dan Lengkap


Mesin K15B kepunyaan Suzuki New Ertiga Hybrid kapasitasnya paling kecil (1.462 cc) dengan raihan tenaga mendekati Xpander, 104,7 PS (103,3 hp)/6.000 rpm tapi torsinya paling rendah, hanya 138 Nm/4.400 rpm.


Stargazer hanya kalah dari All New Honda BR-V bermesin L15ZF yang kapasitasnya sama persis dengan Stargazer (1.497 cc) namun mampu membangkitkan tenaga maksimum sebesar 121 PS (119,3 hp)/6.660 rpm dan torsi 145 Nm/4.300 rpm.

Transmisi IVT dengan 4 Drive Mode


Pada pemakaian sehari-hari didalam kota, tenaga dan torsi yang disodorkan terasa lebih dari cukup. Apalagi dipadukan transmisi cerdas IVT (Intelligent Variabel Transmission) yang seakan pintar membaca gelagat pengemudi dan kondisi jalan. Bergerak maju pada kondisi stop and go, MPV ini terasa effortless.

Warna indikator akan berubah sesuai driving mode yang dipilih


Akselerasi baik dari kondisi diam atau bergerak terasa enteng. Intinya Stargazer terasa menyenangkan pada pemakaian di dalam kota.


Kelegaan Kabin

Konsep One Curve Design menghadirkan kabin yang lapang


Kabin Stargazer terasa lega. Selain faktor dimensi (panjang 4.460 mm x lebar 1.780 mm x tinggi 1.690 mm) dan jarak sumbu roda yang mencapai 2.780 mm alias paling panjang di jajaran LMPV Tanah Air.

Plafon yang melengkung menghasilkan headroom lebih lapang. Sementara frame instrument meter dan infotainment display yang kelewat besar ini di generasi selanjutnya akan menjadi layar sentuh seutuhnya.


Kelegaan kabinnya juga berkat konsep One Curve Design dan Multifunctional Storage Space yang diterapkan. Konsep One Curve Design menciptakan lengkungan di plafon sehingga menghasilkan headroom lebih lapang dari baris pertama hingga ketiga.

Semua celah dimanfaatkan untuk tempat menyimpan baran, termasuk lantai bagasi yang praktis


Sementara Multifunctional Storage Space diimplementasikan untuk memaksimalkan celah ruang yang tersedia untuk tempat-tempat penyimpanan praktis, seperti glove box, console tray, cup holder di pintu, dan lainnya membuat ruang kabin terasa lebih lega tanpa mengurangi kenyamanan penumpang.


Fitur Kenyamanan

Satu-satunya MPV yang dilengkapi fitur arah kiblat


Varian Prime seperti unit tes kami ini merupakan varian paling mahal hadir dengan pilihan 6 atau 7 penumpang. Semua jok dilapis kulit artificial warna abu-abu dengan desain yang ergonomis khususnya di dua jok depan.

Posisi mengemudi sangat baik, kekurangannya desain frame instrumen meter terlalu besar


Jok depan dapat menopang semua bagian punggung dengan baik. Posisi mengemudi ideal juga mudah didapat berkat kemudi yang dapat disetel naik turun (tilt) tapi juga maju mundur (telescopic) dengan rentang penyetelan yang lebar.

Captain seat tak hanya menghadirkan kesan premium tapi juga menambah kesan lega di kabin


Format 6 penumpang dihadirkan Hyundai dengan menyematkan sepasang captain seat pada jok baris kedua. Selain menambah kenyamanan lantaran dilengkapi setelan sliding dan recline seperti jok depan, captain seat dapat memunculkan kesan premium serta memaksimalkan ruang sehingga terasa lapang dan memiliki open-space lebih besar.

Tempat penyimpanan berlimpah di doortrim. Perlu diketahui, hidden tray untuk menyimpan barang-barang penting. Sementara back seat pocket turut menambah aspek kepraktisan dan fungsional


Captain seat juga membuat akses penumpang ke baris ketiga lebih leluasa karena ada celah kosong di antara kedua jok tersebut.

Cukup menyentuh permukaan panel untuk menyalakan AC


Pada tiga tipe teratas yaitu Trend, Style, dan Prime, sistem AC belakang dilengkapi dengan teknologi EVA-type sebagai bagian dari fitur Full Automatic Temperature Control sehingga efektif menghasilkan pendinginan yang merata untuk penumpang di baris kedua dan ketiga.

Cruise control diaktifkan dari steering switch control di sisi kanan setir, mulai kecepatan 30 km/jam


Masih menyangkut kenyamanan saat berkendara, Stargazer varian Prime telah dilengkapi fitur cruise control. Meski belum adaptif tapi istimewanya cruise control di Stargazer dapat diaktifkan mulai kecepatan 30 km/jam.


Fitur lain yang jadi unggulan Hyundai buat Stargazer khususnya varian Prime ini adalah Hyundai Bluelink yang merupakan Connected Car Service inovatif.

Wireless charger


Fitur ini memungkinkan pengguna untuk selalu terhubung dengan mobil mereka melalui smartphone. Hyundai Bluelink memberikan akses penuh kepada pengguna Stargazer untuk mengakses fitur-fitur penting, seperti mengetahui kondisi kendaraan saat ini, menghidupkan/mematikan mesin, mengatur suhu kabin, mengunci/membuka kunci pintu, menyalakan klakson, menyalakan/mematikan lampu, termasuk mengetahui di mana kendaraan diparkir.

Tombol SOS jadi fitur unggulan Hyundai Bluelink


Fitur unggulan lain dari Bluelink yakni tombol SOS/Emergency Assistance dan Roadside Assistance (RSA).


Fitur Keamanan

Hyundai Smart Sense mendukung kenyamanan berkendara


Varian Prime memiliki fitur keamanan yang tergolong advance seperti Lane Keeping Assist (LKA) yang dapat mengenali jalur termasuk juga tepi jalan di depan. Sistem pada fitur ini bahkan dapat mengambil alih gerakan kemudi otomatis untuk mencegah kendaraan keluar dari jalur.

Sensor kamera yang mendukung fitur LKA dan LFA


LKA akan berkolaborasi dengan Lane Following Assist (LFA) yang membantu pengemudi menjaga kendaraan tetap berada di tengah lajur, dengan mengenali dan kendaraan di depan. Fitur ini kami rasakan sangat membantu ketika melaju konstan dengan mengaktifkan cruise control.


Ada juga fitur-fitur yang akan mencegah terjadinya insiden tabrakan. Pertama, Forward Collision-Avoidance Assist (FCA), fitur yang memaksa mobil melakukan pengereman secara otomatis apabila mengenali ada obyek seperti kendaraan lain atau pejalan kaki yang menghalangi laju kendaraan ke depan.

Indikator Blind-Spot Collision-Avoidance Assistance (BCA) akan menyala apabila mengenali ada obyek di area blind spot


Kedua, Blind-Spot Collision-Avoidance Assistance (BCA), fitur ini akan mencegah mobil bergerak maju (misal ketika kita akan keluar dari parkiran) dengan melakukan pengereman otomatis apabila dipindai ada kendaraan lain yang berada di titik buta menuju ke arah kita.


Rear Cross-Traffic Collision-Avoidance Assist (RCCA), sistem ini dapat mendeteksi kendaraan yang datang dari kiri dan kanan saat kita bergerak mundur dengan posisi transmisi di R. Apabila sistem mengidentifikasi kemungkinan risiko tabrakan maka pengereman otomatis akan berfungsi.


Baca juga: Seperti Apa Naik Hyundai Ioniq, Mobil Listrik Murni di Kondisi Sesungguhnya?


Ada juga fitur Driver Attention Warning (DAW) yang akan membaca gelagat pengemudi ketika mulai lelah dengan mengenali tingkat perhatian berdasarkan pola dan waktu mengemudi. DAW akan menampilkan gambar secangkir kopi pada layar MID di instrument meter yang meminta pengemudi untuk beristirahat.


Dari pengalaman OTOPLUS-ONLINE beberapa kali peringatan DAW muncul akibat kita mengemudi tidak disiplin di jalurnya dengan kecepatan yang tidak konstan. Sistem akan mengenali inkonsitensi tersebut sebagai pertanda kelelahan mengemudi.

High Beam Assist fitur yang tidak dijumpai di semua kompetitornya


Fitur lain yang tidak dijumpai di kompetitornya yaitu High Beam Assist (HBA). Fitur ini akan secara otomatis melakukan mengubah high beam ke low beam atau sebaliknya ketika mendeteksi adanya sumber cahaya lain, seperti headlamp kendaraan dari arah berlawanan maupun lampu belakang kendaraan di depan kita.


Sisanya fitur Hill-Start Assist Control (HAC) yang sudah jamak dijumpai mobil-mobil masa kini.


Selain untuk mobil, Hyundai juga membekali Stargazer Prime dengan fitur keamanan buat penumpangnya. Safe Exit Warning (SEW), fitur ini membantu untuk mendeteksi kendaraan di titik buta belakang,


Jadi ketika penumpang membuka pintu dan sistem mengenali akan ada risiko srempetan atau tabrakan maka sistem akan memperingatkan pengemudi dengan peringatan visual dan suara. Fitur ini sangat membantu OTOPLUS-ONLINE ketika akan keluar dari mobil di lokasi parkir yang sempit dengan lalu lintas yang ramai.


Kepraktisan

Cup holder di center console


Sejalan dengan konsep Multifunctional Storage Space ada banyak tempat-tempat penyimpanan penunjang kepraktisan yang tersebar di kabin Stargazer.

Seat back table, sayang hanya ada di sisi kiri


Mulai laci, center console, center console rear storage, cup holder di center console, bottle holder di pintu, small tray di dasbor, hidden tray di atas laci, seat back pocket sampai seat back table.


Gak sulit untuk mengorganisir atau menaruh barang-barang bawaan sehari-hari seperti dompet, kunci, botol minum juga ponsel.


Kekurangan

Karakter Suspensi

Pastikan tekanan angin ban sesuai rekomendasi yaitu 33 psi di depan dan 36 psi di belakang


Sebelum menghakimi karakter suspensi Stargazer, pastikan tekanan angin ban sesuai pedoman buku petunjuk yaitu 33 psi untuk depan dan 36 psi untuk ban belakang.

Setup suspensi cenderung kaku


Saat unit tes ini kami terima tekanan angin ban menunjukkan angka rata 41 psi. Setelah disesuaikan, kami menyimpulkan kalau karakternya cenderung stiff alias kaku bila hanya dimuati dua orang penumpang dan akan berubah sedikit empuk bila kabinnya diisi 4 orang penumpang.


Agaknya setup suspensi Stargazer memang untuk mengakomodir bila kabinnya diisi penuh 6 atau 7 penumpang.


BCA Bikin Kaget

Jangan kaget kalau mendadak ngerem sendiri


Seperti diterangkan sebelumnya, Stargazer varian Prime sudah dilengkapi fitur Blind-Spot Collision-Avoidance Assistance (BCA) yang akan mencegah mobil bergerak maju dengan melakukan pengereman otomatis apabila sistem mengenali ada kendaraan lain yang berada di titik buta menuju ke arah kita.


Masalahnya sistem BCA nampaknya sangat sensitif, beberapa kali kami dikagetkan dengan aksi rem otomatis dari sistem BCA-nya saat akan keluar dari parkiran kantor padahal kendaraan yang menuju ke arah kita masih cukup jauh.


Gerakan Pedal Gas Terganggu Cover Pilar A

Cover plastik menurut kami terlalu tebal. Buat mereka yang berkaki besar akan mengganggu gerakan kaki menginjak pedal gas


Kekurangan ini akan dirasakan mereka yang punya tapak kaki besar seperti OTOPLUS-ONLINE. Kesalahannya bukan pada peletakan posisi pedal gas melainkan cover plastik penutup pilar A menurut kami terlalu tebal. Akibatnya gerakan kaki menginjak pedal gas acap terhalang lantaran keberadaan cover plastik itu.


Konsumsi BBM

Konsumsi BBM rata-rata pada pemakaian di dalam kota menyentuh 12 km/liter


Logikanya tenaga besar dipadu transmisi CVT pintar akan menyodorkan konsumsi BBM istimewa. Kenyataannya setelah berkeliling sejauh 194,3 kilometer konsumsi BBM Stargazer di MID tertera 12 km/liter. Masih kalah hemat dibandingkan All New Toyota Veloz yang rata-rata di dalam kota bisa meraih 12,4 km/liter.

Legroom Baris Ketiga

Ruang kaki baris ketiga terbatas untuk penumpang berpostur di atas 160 cm


Jok baris ketiga kurang layak dihuni penumpang dewasa berpostur diatas 160 cm. Ruang kaki yang tersisa apalagi jika jok baris kedua dimundurkan maksimal ke belakang sangat terbatas.


Kelebihannya jok ini cukup ergonomis dan dilengkapi head rest yang proper. Penumpang pun masih dimanjakan dengan keberadaan satu outlet power outlet 12V di sisi kanan dan cup holder di kedua sisinya.


Teks dan foto: Nugroho Sakri Yunarto

bottom of page