• Editor

Test Drive Hyundai Creta (Part 1): Mencoba Compact SUV Super Canggih Buatan Indonesia

Hyundai Creta menawarkan begitu banyak keunggulan, khususnya soal fitur. Bagaimana dengan performanya?

OTOPLUS-ONLINE I Hyundai Creta adalah produk perdana yang produksi pabrik Hyundai di Indonesia. Seremoni peluncurannya dilakukan bebarengan dengan pembukaan GIIAS 2021 pada 11 November 2021 lalu.


Compact SUV ini menawarkan begitu banyak keunggulan khususnya soal fitur. Saking banyaknya, uraian mengenai fitur akan kami bahas dalam artikel terpisah.


Varian

Tersedia dalam empat varian


Hyundai Creta dihadirkan dalam empat pilihan varian, yaitu Active yang merupakan varian termurah, Trend, Style dan Prime yang merupakan varian paling mahal. Unit tes yang kami pinjam dari Hyundai Gubeng Surabaya ini merupakan varian Prime berwarna Titan Grey Metallic.

Varian Prime sudah dilengkapi aero kit dengan aksen warna merah yang membuatnya lebih sporty dan terlihat mahal


Khusus varian Prime, eksteriornya dibedakan dengan kebedaraan aero kit berupa lips spoiler depan-belakang dan sideskirt dengan aksen warna merah.

Khusus di varian Prime dan Style, Daytime Running Light-nya menyatu dengan gril warna dark chrome ini yang oleh Hyundai dinamai Parametric Jewel Pattern Grille


Khusus varian Prime dan Style, mengusung gril warna dark chrome yang dinamai Parametric Jewel Pattern Grille, kerennya Daytime Running Light tersamar bersama gril sehingga terkesan menyatu.

Headlamp LED di Prime dan Style


Prime dan Style menggunakan headlamp LED sementara Trend dan Active masih mengandalkan headlamp projector halogen.

Desain lampu belakang futuristik dan inovatif lantaran dibuat overlapping dengan bodinya


Sedangkan untuk lampu belakang yang desainnya terlihat futuristik dan unik ini, kecuali lampu mundur dan sein, Creta sudah mengandalkan LED. Bedanya di varian Prime dan Style LED bar pada lampu belakang lebih tebal dibandingkan kepunyaan Trend dan Active.

Pelek alloy 17 dengan lebar 6,5 inci model Diamond Cut. Bannya berukuran 215/60-17


Untuk roda, semua varian dibekali roda berukuran 17 inci dengan ban 215-60-17. Bedanya Prime, Style dan Trend memakai pelek dual tone sedangkan Active peleknya polos single tone.

Jok di varian Prime dilapis bahan kulit berpola (embroided). Penampang duduk di jok belakang tergolong lapang dengan ruang kaki cukup lega


Di interior untuk varian Style dan Prime, material pelapis joknya embroided (berpola) leather dengan pilihan warna Full Black atau Black-Cognac Brown. Sementara varian Trend, pilihan warna jok dan dasbor hanya hitam dengan jok kulit polos. Sedangkan varian Active material joknya berupa kain warna hitam.

Varian Prime dan Style, tatakan tangan di doortrimnya sudah dilapis soft panel. Selain itu kabin Creta menyuguhkan fleksibilitas interior yang cukup baik. Volume bagasi saat bangku dilipat menyentuh 1,384 liter sedangkan jika tidak dilipat 416 liter.


Pada sistem keamanan pasif, airbag di varian Prime dan Style ada 6 sedangkan Active dan Trend hanya 2. Perbedaan lain yang terlihat jelas ada pada dasbor. Untuk varian Style dan Prime terdapat aksen panel berwarna piano black di dasbor dan konsol tengah. Sementara untuk Active dan Trend tidak.


Varian Active hanya tersedia dalam pilihan transmisi manual 6 percepatan. Sementara untuk varian Style dan Prime hanya tersedia dalam pilihan transmisi otomatis IVT. Hanya varian Trend yang punya opsi transmisi manual dan otomatis.


Herfien Anjar Hari Purnomo, Sales Supervisor Hyundai Gubeng mengatakan, “Konsumen menyukai varian Prime dan Style karena memiliki fitur yang sangat lengkap.”

Pilihan Warna

Varian Style (kiri) dan Prime (kanan), dua varian teratas paling banyak diinden oleh konsumen


Hyundai menyediakan cukup banyak pilihan warna buat Creta, totalnya ada 7 yakni; Dragon Red Pearl, Midnight Black Pearl, Magnetic Silver Metallic, Glowing Silver Metallic, Galaxy Blue Pearl, Creamy White Pearl, Titan Grey Metallic.

Panel warna silver yang memanjang hingga pilar C untuk varian warna single tone, untuk varian dual tone warnanya hitam yang menyatu dengan atapnya


Khusus varian Prime ada tambahan 3 pilihan warna dual tone yaitu Creamy White Pearl-Black Roof, Dragon Red Pearl-Black Roof dan Magnetic Silver Metallic-Black Roof.


Impresi Berkendara

OTOPLUS-ONLINE bersama varian Prime warna Titan Grey Metallic


Kecuali varian Active, Creta dibekali kunci dengan remote start engine dengan passive keyless entry. Hanya dengan mengantongi kunci, pengguna dapat membuka dan menghidupkan mesin dengan menekan tombol. Kita juga dapat menghidupkan mesin dan AC melalui kunci remote tersebut.

Baca juga: Hyundai Rilis Sketsa Creta yang akan Diproduksi di Indonesia


Langkahnya tekan dulu tombol Lock lalu tekan tombol Start. SUV ini bahkan juga dapat dihidupkan dari luar kota sekalipun berkat keberadaan fitur Blue Link yang memungkinkan koneksi antara mobil dengan ponsel pemilik.


Blue Link juga memudahkan pengguna untuk memantau kondisi mobil seperti volume pelumas, sisa bahan bakar, tekanan angin ban dan banyak lagi.


Baca juga: Hyundai Perkenalkan Creta, SUV Pertama Dibuat di Indonesia Pada GIIAS Surabaya 2021


Masuk ke kabin terasa mudah berkat bukaan pintu dengan sudut bukaan lebar. Bobot pintu depan dan belakang cukup berat, memberi kesan solid dan kokoh. Melangkah ke dalam akan berasa tinggi lantaran ground clearance-nya menyentuh 200 mm.


Jok Creta varian Prime dibalut bahan kulit dengan desain ergonomi yang pas sehingga nyaman diduduki. Posisi mengemudi di Creta termasuk tinggi meski jok disetel paling rendah. Setelan recline, slide atau height adjuster masih manual menggunakan tuas walau begitu Hyundai mengompensasi dengan menambahkan fitur pendingin di jok depan (Prime) sehingga gak ada lagi ceritanya punggung basah oleh keringat.


Baca juga: Seperti Apa Naik Hyundai Ioniq, Mobil Listrik Murni di Kondisi Sesungguhnya?


Keistimewaan lain di balik kemudi Creta, pandangan ke depan dan samping terasa bebas, ujung kap mesin terpantau, memudahkan pengemudi mengestimasi ujung depan mobil. Pandangan ke sisi samping terasa luas berkat desain ujung A pilar yang meninggi. Secara estetika akan terlihat kaku namun memberi efek positif pada pandangan pengemudi saat berkendara.


Desain dasbornya menurut kami konservatif, tidak seinovatif Peugeot 2008 misalnya yang beraura futuristik. Layer dasbor bagian atas menyatu dengan doortrim memberi nuansa terintegrasi.


Baca juga: First Impression Hyundai Staria: Fitur Setara Toyota Alphard!


Material dasbor masih tipe plastik keras dengan aksen jahitan palsu yang bukan selera semua orang. Spesial buat varian Prime dan Style, calon konsumen dapat memilih warna interior. Mau hitam seluruhnya atau hitam yang dipadukan dengan warna coklat cognac. Bingkai dasbor dan sebagian konsol tengah dilapis warna piano black.


Posisi mengemudinya tergolong ergonomis berkat kehadiran fitur telescopic steering dengan jarak main yang jauh untuk menemani fitur tilt steering


Baca juga: Driving Impression Hyundai Kona GLS: Memang Asyik Buat Driving


Duduk di kabin belakang, ruang gerak kaki OTOPLUS-ONLINE yang berpostur 180 cm terasa cukup leluasa. Yang impresif, permukaan duduk di jok ternyata cukup lebar sehingga dapat menopang paha dengan sempurna. Tidak seperti Toyota Raize atau Daihatsu Rocky yang demi menciptakan ruang kaki lega, tatakan jok dibuat hanya menopang separuh panjang paha.


Hal lain yang impresif dari varian Prime yakni keberadaan panoramic sunroof berukuran super besar, paling besar di jajaran compact SUV. Dimensi sunroof seukuran ini bahkan tidak semua medium SUV memilikinya. Penampang sunroof sampai di atas kepala penumpang belakang sehingga memberikan kesan super lega di kabin.


Baca juga: Bisa Jadi Ini Hyundai Stargazer yang Tertangkap Kamera di Sebuah SPBU di Cikampek!


Saat gelap, muncul suasana modern di kabin berkat adanya fitur ambient light. Sayangnya warna ambient light tidak bisa diubah-ubah, jadi hanya pasrah menikmati warna birunya saja.

Creta memakai mesin Smartstream kapasitas 1.500cc sama dengan KIA Sonet


Oke, sekarang waktunya kita jajal performanya. Creta memakai mesin Smartstream. Mesin ini identik dengan kepunyaan saudaranya, KIA Sonet. Berkapasitas 1.500 cc atau persisnya 1.497 cc dengan output 115 PS atau 113,4 dk/6.300 rpm, sementara torsinya 143,8 Nm/4.500 rpm.

Mesin Smartstream 1.5L atau tepatnya 1.497 cc yang menghasilkan tenaga 115 PS (113,4 dk)/6.300 rpm dan torsi 143,8/4.500 rpm


Tenaga yang dihasilkan memang tidak terlalu impresif namun berkat transmisi otomatis CVT cerdas berjuluk IVT (Intelligent Variable Transmission), penyaluran daya jadi terasa efektif dan efisien. Hyundai membekali Creta dengan 4 piihan mode berkendara,Eco, Normal, Smart dan Sport.

Varian bertransmisi otomatis dibekali CVT yang oleh Hyundai dinamai IVT (Intelligent Variabel Transmission). Transmisi cerdas ini seolah dapat membaca karakter pengemudi dan mengatur perbandingan rasio transmisi dari kebiasaan kita menginjak throttle


Pengaturannya dilakukan lewat kenop putar di konsol tengah. Kenop itu juga sebagai akses untuk menyetel pilihan traksi, ada Snow, Mud dan Sand.


Hal menonjol yang kami rasakan selama pengetesan adalah karakter suspensinya. Empuk banget. Cocok deh buat kamu-kamu yang lagi ngincar mobil yang nyaman dinaiki. Imbasnya memang, sisi pengendalian Creta tidak setajam SUV yang punya karakter suspensi kaku.


Compact SUV berbobot 1.590 kg ini cenderung limbung bila diajak menikung dengan kecepatan tinggi atau bermanuver mendadak.

Dibekali mode berkendara dan mode traksi.

Panel instrumen akan berubah tema sesuai mode berkendara yang dipilih.

Keberadaan paddle shift membuat SUV ini makin fun to drive


Di rute perkotaan dengan menggunakan mode Normal karakter berkendaranya menyenangkan, halus dan cukup responsif. Di ruas tol mengandalkan mode Sport karakter mesin menjadi lebih bergairah dikombinasikan dengan adanya mode Tiptronic dan fitur Paddle Shift membuatnya fun to drive. Kalau gak mau repot, posisikan saja di mode Smart.


Secara pintar sensor akan membaca karakter berkendara kita dan mengatur setting yang paling sesuai dengan gaya kita. Asal jangan kebanyakan gaya ya..

Desir angin terdengar minim saat melaju 120-130 km/jam


Poin lain yang jadi keunggulan SUV dengan jarak sumbu roda 2.610 mm ini adalah kekedapan kabin. Desir angin terdengar minim saat melaju 120-130 km/jam sehingga tak sampai mengganggu lantunan suara dari tembang "Easy On Me" yang dinyanyikan Adele.

Sistem audio di varian Prime memiliki 8 spiker Bose


Oh ya sistem audio di varian Prime mengandalkan 8 spiker keluaran Bose. Untuk varian Style dan Trend, spikernya ada 6 sedangkan varian Active sistem audio standarnya disupport 4 spiker.


Meski begitu bukan tidak ada kekurangan, saat hujan deras suara air yang jatuh di atas panel kaca sunroof terdengar nyaring sampai ke kabin. Hal itu terjadi apabila plafon pelindung dibiarkan terbuka. Ketika plafon pelindung ditutup, intrusi suaranya masih terdengar tapi tidak terlalu mengganggu.


Ulasan mengenai fitur akan kami sajikan pada bahasan terpisah.

Terima kasih kepada Hyundai Gubeng yang telah meminjamkan unit tes kepada OTOPLUS-ONLINE


Harga Hyundai Creta On The Road Surabaya

  • Active MT: Rp 287.500.000

  • Trend MT: Rp 307.500.000

  • Trend IVT: Rp 328.000.000

  • Style IVT: Rp 368.000.000

  • Prime IVT (Single Tone): Rp 407.000.000

  • Prime IVT (Two Tone): Rp 408.500.000


Hyundai Gubeng

Jl.Sulawesi No. 33-37, Surabaya

CP: Herfien 082131416769

Teks dan Foto: Nugroho Sakri Yunarto