• Editor

Tips Perawatan Sederhana Mobil


Ketika Pemerintah Propinsi DKI Jakarta mulai melakukan PSBB Transisi, terasa pelan tapi pasti aktivitas dan gerak perekonomian warga mulai menggeliat.


Aktivitas tersebut ditandai dengan mulai berputarnya kembali roda kendaraan pribadi, yang sebelumnya selama tiga bulan terakhir terparkir rapi di garasi akibat pandemi.


Ketika terlalu lama kendaraan didiamkan tidak bergerak, kemudian ingin dipakai untuk beraktivitas kembali. Maka alangkah baiknya kendaraan tersebut diperiksa mesinnya, dan dibersihkan interior serta eksteriornya.


Ibarat manusia, lama diam di rumah sekadar mengenakan kaos oblong dan dasteran saja, ketika ingin keluar rumah tentunya berdandan, agar terjaga penampilan.


Bila kendaraan sekilas terlihat bersih, bukan berarti terbebas dari jamur dan lainnya. Seperti tayangan televisi beberapa waktu lalu, ketika banyak sepatu dan pakaian di mall terkena jamur, akibat kelamaan didiamkan. Begitu pula rak makanan di supermarket, banyak dikunjungi tikus di masa korona.


Memang banyak pemilik kendaraan berpendapat, kendaraannya tak perlu dirawat karena selama tiga bulan tidak bergerak kemana-mana. Alhasil sudah pasti tetap bersih, tak mungkin ada kotoran menempel. Padahal tidak demikian.

“Ingat, kendaraan terlihat bersih bukan berarti bebas jamur, baik di bodi maupun kaca. Terlepas dari kendaraan digunakan harian, atau hanya terparkir tiga bulan di rumah,” kata Marchel pemilik Callys Car Beauty yang berlokasi di Jl. BRI Radio Dalam, Jakarta Selatan.


Menurutnya itu bisa terjadi lantaran iklim di Indonesia yang punya tingkat kelembaban cukup tinggi. Ditambah lagi seringnya perubahan cuaca dari panas ke hujan, bahkan kerapkali terjadi secara tiba-tiba.


“Repotnya lagi, hembusan partikel debu polusi udara, yang menempel pada bodi kendaraan juga berisiko membuat kondisi cat kendaraan lebih cepat kusam dan berjamur,” jelas Marchel.


Ia sarankan agar pemilik tetap melakukan perawatan sederhana, walaupun kendaraan tidak digunakan. Minimal bersihkan bodi kendaraan satu atau dua hari sekali, menggunakan lap microfiber, seperti yang tersedia di Callys Car Beauty.


“Lap microfiber memiliki daya resap yang besar terhadap air, kotoran maupun debu halus. Kotoran atau debu tadi akan masuk ke dalam lapisan kain fiber, tanpa menyebabkan cat kendaraan tergores ketika dilakukan pengelapan berulang-ulang,” ungkapnya.


Beda halnya bila menggunakan lap sintetis chamois, yang menurutnya cenderung berisiko membuat lecet bodi kendaraan. Karena kotoran atau debu tetap menempel pada permukaan lap.


Bagi pemilik yang bodi kendaraannya sudah pernah didetailing atau coating, Marchel mengimbau sebaiknya hindari mencuci gunakan shampoo mobil ber-Ph tinggi. Karena kandungan Ph pada shampoo mobil umumnya bereaksi negatif, terhadap bahan dasar poles detailing, maupun coating.


“Kalau mobil sudah di-coating atau minimal detailing, ketika terkena air hujan atau cipratan kotoran, cukup siram dengan air bersih lalu dilap menggunakan lap microfiber yang bersih,” anjurnya.


Teks: Wave

Foto: Callys Car Beauty