Toprak Razgatlioglu Ungkap Bagaimana Ia Menjalani Debut MotoGP di Tengah Tantangan Ramadan
- Editor

- 26 Feb
- 2 menit membaca
Toprak menjalankan puasa secara situasional demi menjaga keselamatan dan performa di tengah tuntutan fisik ekstrem.

OTOPLUS ONLINE I Debut Toprak Razgatlioglu di ajang MotoGP musim ini hadir dengan cerita yang berbeda dari pembalap lain. Rider asal Turki tersebut memulai langkah perdananya di kelas premier bertepatan dengan bulan suci Ramadan ā sebuah situasi yang menghadirkan tantangan fisik dan mental tambahan di tengah ketatnya persaingan.
Seri pembuka yang digelar di Thailand dikenal memiliki suhu panas dan tingkat kelembapan tinggi. Kondisi tersebut saja sudah menjadi ujian berat bagi para pembalap. Bagi Toprak, tantangannya bertambah karena ia tetap berupaya menjalankan ibadah puasa di tengah jadwal padat sesi latihan, kualifikasi, hingga balapan.
āIni akan menjadi balapan yang sulit karena saya sedang berpuasa. Saya tidak bisa minum atau makan sepanjang hari, jadi tentu saja ini bukan kondisi yang mudah,ā ujar Toprak.
Namun, ia juga menjelaskan bahwa pendekatan yang diambilnya bersifat realistis dan menyesuaikan situasi.
Dalam keterangannya kepada situs resmi MotoGP, Toprak membeberkan bagaimana ia mengatur puasa di tengah aktivitas lintasan yang sangat menguras energi.
āHari pertama saya menjalankan puasa Ramadan, tetapi setelah kami mengendarai motor, saya membutuhkan energi,ā ungkapnya.
āSetelah tes di Buriram, saya kembali menjalankan puasa selama dua hari (sebelum race weekend MotoGP Thailand dimulai). Sekarang saya mulai makan dan minum lagi karena besok kami memulai aktivitas balap lagi. Saya akan kembali ke Turki setelah balapan selesai, dan saya akan kembali menjalankan puasa Ramadan.ā
Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa Toprak menjalankan puasa secara situasional. Ia tidak sepenuhnya meninggalkan ibadah Ramadan selama akhir pekan balapan, namun menyesuaikannya dengan mempertimbangkan tuntutan fisik dan aspek keselamatan di MotoGP, terutama dalam kondisi cuaca panas dan intensitas balap yang ekstrem.
Saat aktivitas lintasan membutuhkan kondisi tubuh prima, ia memilih makan dan minum secukupnya demi menjaga energi. Setelah agenda tes atau balap selesai, ia kembali melanjutkan puasa.
Pengalaman menjalani balapan saat Ramadan sebenarnya bukan hal baru bagi Toprak. Saat masih berlaga di World Superbike, ia pernah menghadapi situasi serupa. Namun, ia mengakui bahwa level MotoGP menghadirkan tuntutan fisik yang jauh lebih tinggi.
āMotoGP jelas jauh lebih menuntut secara fisik dibandingkan kejuaraan yang pernah saya jalani sebelumnya, tetapi puasa adalah bagian dari hidup saya dan saya akan tetap menjalaninya,ā tegasnya.
Debut Toprak pun menjadi sorotan bukan hanya karena perpindahannya ke kelas utama, tetapi juga karena bagaimana ia menyeimbangkan profesionalisme dan keyakinan pribadi.
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia olahraga global memang semakin inklusif terhadap atlet Muslim selama Ramadan.
Di sepak bola, misalnya, Premier League telah menerapkan prosedur khusus agar pemain dapat berbuka puasa di tengah pertandingan.
Di dunia balap, World Endurance Championship dan Formula 1 juga pernah menyesuaikan jadwal di kawasan Timur Tengah agar lebih selaras dengan periode Ramadan.
Kembali ke debut Toprak di MotoGP, putaran pertama di sirkuit Buriram Thailand dimulai pada akhir pekan ini.
Sesi latihan digelar Jumat (27/2/2026), dilanjut sesi kualifikasi dan Sprint Race digelar Sabtu (28/2/2026), sementara balapan utama berlangsung Minggu (1/3/2026).
Teks: Indramawan
Foto: MotoGP




Komentar