Toyota Tsusho Uji Coba Truk Kontainer Listrik Heavy Duty 423 kWh Jalur Priok – Cikarang
- Editor

- 10 menit yang lalu
- 2 menit membaca
Unit yang digunakan adalah Beiben V3 Tractor Head 6x4 bertenaga listrik dengan jarak tempuh 200 Km dan kemampuan angkut 100 ton.

OTOPLUS ONLINE I Toyota Tsusho Indonesia memulai uji coba truk kontainer listrik heavy duty berkapasitas baterai 423 kWh di jalur distribusi strategis Pelabuhan Tanjung Priok menuju Cikarang.
Unit yang digunakan adalah Beiben V3 Tractor Head 6x4 bertenaga listrik dengan klaim jarak tempuh hingga 200 kilometer pada penggunaan 80 persen serta kemampuan angkut mencapai 100 ton.

Program uji coba yang berlangsung sekitar tiga minggu sejak 23 Februari 2026 ini merupakan hasil kolaborasi bersama PT Kalista Nusa Armada (KALISTA) dan Nusatama.
Dalam implementasinya, kendaraan listrik tersebut dioperasikan oleh Ray Cargo untuk mendukung distribusi barang ekspor dan impor menuju Toyota Tsusho Logistic Center di Cikarang.
Pengujian tidak hanya menitikberatkan pada performa teknis kendaraan, tetapi juga validasi model operasional logistik berbasis listrik di rute industri nyata.
Evaluasi dilakukan terhadap parameter operasional seperti jarak tempuh aktual, kapasitas angkut, perilaku pengemudi, dan efisiensi pengisian daya.
Selain itu, aspek teknis seperti konsumsi energi, efisiensi biaya, keandalan unit, hingga dukungan perawatan turut dianalisis.
Kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon juga menjadi bagian penting dalam penilaian.
Untuk mendukung kelancaran operasional, truk melakukan satu kali pengisian daya di fasilitas DC charger berkapasitas 320 kWh milik Nusatama di Narogong.
Seluruh aktivitas kendaraan terintegrasi dengan sistem IoT K-Move milik KALISTA yang memungkinkan pemantauan kinerja secara real-time guna meningkatkan efisiensi operasional.
Direktur Toyota Tsusho Indonesia, Aldriani Meliala, menyatakan uji coba ini menjadi langkah konkret dalam mendorong implementasi kendaraan listrik pada operasional logistik harian sekaligus mendukung pengurangan emisi Scope 3.
Sementara itu, Direktur Utama KALISTA, Albert Aulia Ilyas, menegaskan bahwa program ini merupakan solusi end-to-end yang memungkinkan evaluasi komprehensif pada rute distribusi aktual.
Secara industri, inisiatif ini menjadi bagian dari percepatan adopsi kendaraan listrik komersial di sektor logistik nasional.
Selain mendukung target Net Zero Emission 2060, pengujian ini juga membuka peluang terciptanya sistem distribusi yang lebih efisien dan berkelanjutan pada jalur logistik berintensitas tinggi seperti Priok–Cikarang.
Teks: Indramawan
Foto: Kalista




Komentar